Love "A" Double

Love "A" Double
Tuan Besar


__ADS_3

Almira pun masuk ke dalam rumah itu. Tuan besar yang sedang menunggu kedatangan Almira langsung menghampiri Almira. 


"Selamat malam, nak. Kita makan malam bersama ya hari ini." Ucap Tuan besar Gautama menyambut Almira. 


"Baik ayah." Jawab Almira sopan sambil menundukkan kepalanya. 


"Ayo, sekarang kita ke ruang makan. Ayo wisnu." Ajak Tuan besar kepada Almira dan juga kepada Pak Wisnu. 


Cih! Anaknya sendiri tidak diajak. Orangtua mana yang lupa dengan anak kandungnya sendiri. Batin Alga yang langsung ditinggalkan ke ruang makan. 


Di ruang makan, atas meja makan sudah terlihat sangat banyak makanan yang terhidang. Almira yang melihat itu merasa semua makanan yang ada disana sangat menggiurkan. Ia menjadi tidak sabar untuk mencoba semuanya. 


"Sepertinya kamu akan menjadi rakus hari ini." Bisik Alga kepada Almira. 


Almira yang mendengar dan merasakan hembusan nafas Alga di dekat telinganya merasakan geli. Ia pun langsung mengikuti tuan besar dan ayahnya yang sudah duduk. Almira memilih duduk di sebelah ayahnya. 


"Tunggu, Almira duduk di sebelah Alga saja." Minta Tuan besar. almira yang mendengar itu tentu saja tidak bisa menolak. 


"Baik ayah." Jawab Almira sopan. Ia pun berjalan ke kursi di samping Alga dan duduk di sebelah laki-laki itu. 

__ADS_1


"Baiklah. Kalau begitu, sekarang sebelum makan. Ada yang ingin saya sampaikan terlebih dahulu." Ucap Tuan besar itu yang berkata sambil memperlihatkan wajah seriusnya.


"Apa?" Tanya Alga yang ingin tahu.


"Ayah dan Pak Wisnu akan melakukan perjalanan bisnis selama dua minggu ke kota X." Jelas Tuan besar. 


"Lalu?" Tanya Alga lagi.


"Ayah ingin selama Ayah dan Pak Wisnu pergi, Almira tinggal dirumah ini bersama kamu." Jelasnya lagi.


"Apa!" Alga dan Almira bersamaan. Sedangkan, Pak Wisnu yang mendengar itu biasa saja karena sebelumnya ia sudah membicarakannya dengan tuan besar. 


"Iya, Alga. Ayah ingin Almira tinggal disini selama Ayah dan Pak Wisnu pergi dan kamu menjaganya." 


"Maaf tuan muda, ini sudah menjadi keputusan akhir dari tuan besar. Jika, tuan muda keberatan saya tidak memaksakan anak saya untuk tinggal disini." Timpal Pak Wisnu yang ikut membantu berbicara karena melihat ekspresi wajah Alga yang terlihat tidak suka.


"Tidak apa Wisnu, biarkan saja Almira tinggal disini selama kita pergi. Lagipula tidak baik sendirian dirumah." Ucap Tuan besar.


"Baik tuan." Jawab Pak Wisnu.

__ADS_1


"Tapi..." Alga belum selesai bicara sudah terpotong.


"Tidak ada tapi-tapian Alga. Kamu tahu bukan kalau ayahmu ini tidak suka dibantah." Ucap Tuan besar.


"Iya aku tahu." Jawab Alga pasrah.


"Ayah, aku tanpa harus tinggal disini. Aku bisa kok menjaga diriku sendiri. Seperti sebelumnya ayah suka tidak pulang kerumah tapi aku baik-baik saja." Ucap Almira yang ikut membantu berbicara.


"Tidak Almira, patuhlah nak." 


"Baik ayah." Almira yang ikut menyerah.


Alga langsung melihat wajah Almira dan memberikan tatapan tajamnya. Almira yang tahu itu langsung membalasnya dengan tatapan sinisnya.


"Baik, sekarang kita makan ya." Ucap tuan besar.


Mereka semua pun makan bersama di ruang makan. Suasana saat makan sangat tenang dan hanya terdengar dentingan suara garpu dan sendok saja. 


Setelah makan, Alga, Almira, Tuan besar dan Pak Wisnu berbincang-bincang sebentar karena hari ini adalah hari terakhir kedua anak mereka ujian sekolah.

__ADS_1


Saat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam lebih. Tuan besar mempersilahkan Almira dan Pak Wisnu untuk pulang. Almira pun pulang bersama ayahnya ke rumahnya. 


Bersambung.


__ADS_2