Love "A" Double

Love "A" Double
DA Group


__ADS_3

Keesokan harinya. Alga dan Almira sudah berada di mobil yang sama. Dengan sopir mereka yang mengemudikan mobilnya. 


Almira memperhatikan jalan raya yang begitu berbeda dengan yang biasanya dia sering lalui saat berada di negara asal. 


Sedangkan, Alga dia masih mencoba untuk mengumpulkan sifat kepemimpinan dari dalam dirinya yang tidak lama lagi harus dia tunjukkan di hadapan semua karyawannya. 


Walaupun umur Alga yang terbilang masih sangat muda. Apalagi Almira tidak berbeda jauh dengan Alga. Kalau tidak begitu Alga khawatir para karyawannya tidak akan menganggap dirinya sebagai pimpinan dari perusahaan. 


Melainkan seorang anak kecil yang nyasar ke perusahaan orang lain dengan mengakui dirinya adalah seorang presdir. Maka sudah dipastikan dia tidak akan bisa memimpin perusahaan jika begitu. 


Alga pun harus mengusir segala kekhawatirannya dengan bersikap tegas dan bertanggung jawab. Layaknya sang ayah yang memimpin perusahaan tanpa mengenal lelah. 


"Alga." Panggil Almira menoleh ke arah Alga yang terlihat sedang melamun. 


"Alga." Panggil Almira lagi sambil menepuk-nepuk bahu Alga. Alga pun tersadar dan menoleh ke arah Almira. 


"Kamu tahu tidak, seharusnya hari ini adalah hari apa?" Tanya Almira. 


"Iya aku tahu." Jawab Alga langsung. 

__ADS_1


"Apa?" Tanya Almira lagi. Ingin Alga mengatakan hari apa. 


"Aku tahu." Jawab Alga lagi. 


"Iya, Alga aku tahu kalau kamu tahu. Jadi, hari ini hari apa?" Tanya Almira lagi memaksa Alga. 


"Hari kelulusan kita." Jawab Alga mengalihkan pandangannya. 


"Lalu, kita sekarang berada di sini. Bagaimana caranya mengambil ijazah dan lain-lainnya?" Tanya Almira yang sebenarnya tidak terlalu mementingkan acara kelulusannya. Tetapi, berkas penting yang akan didapatkan dari sekolah. 


"Aku sudah meminta orang untuk mengambil dan mengirimkannya." Jawab Alga dingin. 


"Siapa? Devan, Danisa?" Almira menebak. 


"Mereka tidak aku beritahu kalau kita pergi ke negara ini. Aku hanya menyuruh mereka kembali ke rumah mereka sendiri saja. Tanpa aku beritahu apa-apa." Jelas Alga. Tanpa menoleh ke arah Almira. 


"Hah, kenapa?" Tanya Almira penasaran. 


"Tidak apa-apa. Hanya saja aku tidak ingin mereka ikut terlibat dalam masalah keluargaku." Jawab Alga. 

__ADS_1


"Oh, begitu. Baiklah." 


Sekitar tiga puluh menit berlalu. Mereka pun sampai di area lobby kantor. Alga dan Almira turun dengan pintu yang dibukakan oleh sopir mereka. 


Mereka masuk ke dalam lobby Perusahaan tersebut. Alga tersenyum saat melihat logo perusahaan yang terpampang jelas di depan mata. 


Sedangkan, Almira dia merasa bingung dengan nama dan logo perusahaan yang bukanlah tertulis Gautama Group. 


Almira menoleh ke arah Alga dengan sedikit mendongakkan kepalanya. Alga pun menoleh ke arah Almira karena merasa dilihatin. 


"Aku ingin kamu bersikap lebih dewasa. Jangan terlihat seperti anak kecil." Ucap Alga menekankan setiap kata yang diucapkannya. 


"Iya aku tahu. Tapi, kita bekerja di Perusahaan orang? Bukan punya Keluarga mu." 


"Kata siapa ini perusahaan orang lain. Ini perusahaan keluargaku."


"Hah, bukankah nama perusahaan keluarga mu Gautama Group. Tapi, kenapa ini berbeda?" Tanya Almira lagi merasa penasaran. Sungguh dalam pikirannya. Alga sangat pintar dan antisipasi dalam segala hal. 


"Aku membuat berita palsu mengenai Gautama Group yang sudah bangkrut. Bahkan, sebentar lagi akan ditutup. Walaupun pada kenyataannya aku hanya mengganti nama Gautama Group sementara menjadi Double Alfa Group." Jelas Alga. 

__ADS_1


Mata Alga sambil melihat kondisi kantor Gautama Group yang sudah sedemikian rupa di ganti dengan peralatan kantor yang berlogo Double Alfa Group. 


Bersambung. 


__ADS_2