
Alga dan Almira sekarang sudah berada di dalam mobil. Mobil juga sudah melaju sesuai dengan standar kecepatannya. Dikemudikan oleh sopir keluarga Gautama tentunya.
"Alga, kita mau kemana?" Tanya Almira memecahkan keheningan.
"Ke suatu tempat." Jawab Alga tanpa menoleh ke arah Almira hanya fokus kepada ponselnya saja.
"Iya kemana?" Almira yang dibuat tambah penasaran.
"Ke suatu tempat." Ulangnya lagi masih tidak menoleh ke arah Almira.
Ih! Apa banget si. Aku tahu ke suatu tempat. Tapi, kemana. Dia itu tidak mengerti maksudku atau memang bodoh si.
"Maksudku, tempatnya itu ada dimana?" Almira yang memperjelas pertanyaannya.
"Sebentar lagi kita akan sampai. Bersiaplah."
Apa lagi si ini. Sekarang menjadi tidak nyambung.
Almira tidak menjawab hanya menikmati perjalanan saja. Tidak peduli akan dibawa kemana, toh yang penting liburan.
__ADS_1
Setiap perjalanan hanya ada perkebunan luas dan juga para petani yang sedang berkebun. Alga juga menikmati setiap pemandangan yang ada. Dengan tenang tanpa memikirkan orang yang berada di sebelahnya.
Mereka pun sampai ditempat tujuan. Tempat yang begitu luas tapi terdapat seperti tempat peternakan di dalamnya. Almira sempat merasa bingung awalnya karena sama sekali tidak ada pengunjung jika ini memang tempat wisata.
Namun, setelah ada beberapa orang yang merupakan pekerja di sana menundukkan kepala hormat kepada Alga. Barulah ia menyadari kalau peternakan ini kemungkinan termasuk dalam salah satu kekayaan Keluarga Gautama.
Apa dia sedang mencoba menyombongkan dirinya dengan menunjukkan satu persatu harta kekayaannya.
Mereka berdua pun masuk ke dalam peternakan itu. Di dalam terdapat peternakan sapi dan juga kambing. Biasanya dijual jika ada yang bagus saat hari raya. Tapi, selebihnya dimanfaatkan susu dan juga dagingnya untuk dikonsumsi dan juga di jual.
Ternyata sumber uangnya banyak juga. Eh, tapi aku juga tidak harus ikut memerah susu sapi ini kan.
"Kenapa?" Tanya Alga heran dengan sikap Almira yang jijik.
"Aku tidak mau!" Teriak Almira kesal. Berdiri lagi.
"Haha…, jijik ya. Tapi, kamu sendiri setiap pagi minum susu sapi. Aneh." Ejek Alga.
Sambil memperlihatkan dirinya yang sudah lihai memerah susu sapi dengan telaten.
__ADS_1
Karena, memang Alga sering diajak oleh Tuan Besar Gautama ke peternakannya untuk belajar merawat peternakan yang dimiliki oleh keluarga. Tidak hanya menikmati untungnya saja.
Eh, dia tidak jijik. Apa dia sudah sering berlatih setiap hari. Ih, memikirkannya saja membuatku jijik.
"Cobalah sini." Ajak Alga lagi. Sambil berdiri dan membiarkan Almira berjalan mendekat.
"Aku sudah bilang tidak mau." Tolak Almira lagi.
"Sekali saja cobalah, menyesal nanti kalau sama sekali tidak pernah mencobanya." Ucap Alga menatap mata Almira lekat.
Almira pun menjadi penasaran setelah mendengar kalimat Alga. Ia mendekat dan berjongkok lagi di sebelah Alga.
"Sini tangannya letakkan disini." Alga memegang tangan Almira. Lalu, mengarahkan tangannya untuk menyentuh susu sapi itu.
Blep! Tangan Almira sudah menyentuhnya.
Ah, kenyal! Aku tidak mau.
Almira langsung berdiri lagi berjalan mundur menjauhi Alga. Tangannya pun ia rentangkan kedepan karena merasa sudah menyentuh yang membuat dirinya tidak sangka akan menyentuhnya.
__ADS_1
Bersambung.