
Setelah kaki Almira sudah dirasa lebih baik. Baru Almira turun kembali dari mobil. Dibantu sama Alga. Almira terima-terima saja dengan tangan Alga yang menyentuh kaki dan juga lengannya untuk membantunya berdiri.
"Bisa jalan sendiri kan?" Tanya Alga belum melepaskan tangannya dari lengan Almira.
"Iya, bisa." Jawab Almira yang merasa sudah lebih baik kakinya.
"Baiklah, jalan lah sendiri. Ikuti aku." Alga langsung melepas pegangannya di lengan Almira. Jalan lebih dulu di depan Almira. Almira pun mengikuti Alga dari belakang. Tidak peduli mau jalan nya lama atau cepat. Yang penting mengikutinya kan.
Alga yang menoleh sebentar ke belakang. Melihat Almira masih dibelakangnya namun jaraknya cukup jauh.
"Lama sekali siput ini berjalan. Apa kakinya masih sakit." Gumam Alga sembari jalan balik ke arah Almira.
Apa? Kenapa? Kenapa berjalan kesini. Apa dia merasa aku jalannya lama. Masa bodoh. Tidak peduli, sudah tahu kakiku masih sedikit sakit. Walaupun bisa berjalan. Kasihanilah sedikit. Jahat sekali dia.
Eh, mau apa dia.
__ADS_1
"Cepat naik!" Perintah Alga sambil berjongkok di depan Almira. Almira sebenarnya mengerti kalau Alga ingin Almira digendong olehnya dari belakang. Tapi, Almira berpikir kalau dirinya masih bisa berjalan. Jadi, untuk apa. Hanya melakukan hal memalukan saja.
"Cepat naik. Kenapa bengong." Paksa Alga lagi.
"Tidak mau. Memangnya aku tidak bisa jalan apa. Sampai harus digendong segala." Kesal Almira.
"Baiklah, kalau tidak mau." Alga menggendong Almira ala bridal style. Almira yang terkejut karena tiba-tiba tubuhnya diangkat berada di udara tentu saja kaget. Mencoba memberontak pun tidak ada hasilnya. Alga sangat kuat dan tetap menjaga keseimbangan tubuh Almira agar tidak jatuh.
Huh, kenapa dia mau menggendong orang yang katanya dulu bocah bodoh. Hah!
Almira yang dalam hatinya geram sendiri dengan tingkah Alga kepada dirinya. Semakin kesini tingkahnya semakin menyebalkan. Bahkan membuat darah tinggi.
Rasanya ingin aku kasih bogem mentah ku sekarang juga. Tapi, kalau tidak ingat ayah bekerja untuk siapa. Pasti sudah berlumuran darah orang ini.
"Sudah selesai membicarakanku dalam hatinya?" Tanya Alga yang seakan-akan tahu apa yang sedang Almira pikirkan.
__ADS_1
Karena, Almira tidak sadar bahwa sedari tadi raut wajahnya berubah-ubah yang membuat Alga tahu apa yang sedang dirasakan oleh Almira.
"Siapa yang membicarakanmu dalam hati. Kurang kerjaan sekali aku." Kilah Almira.
"Ya, terserah si. Anggap saja aku orang bodoh karena tidak bisa menyadari kamu yang sedang membicarakan ku dalam hati." Ucap Alga sambil tersenyum jahil.
Aaa…, kapan Ayah pulang. Aku sudah lelah dengan sikap Alga yang semakin hari selalu saja mencari kesempatan. Teriak Almira dalam hatinya.
Mereka berdua pun akhirnya sudah sampai di dekat kandang kuda. Alga menurunkan Almira. Almira pun merapikan bajunya yang berantakan karena digendong.
Alga masuk ke dalam kandang kuda itu. Ditemani oleh penjaga kandang disana. Almira pun mengikuti.
Saat masuk ke dalam kandang. Mata Almira tertuju pada anak kuda yang berwarna putih. ia berjalan ke arah kuda putih itu. Tidak berjalan mendekat ke arah Alga yang sedang melihat kuda kesayangannya.
"Aaa…, lucu sekali kamu. Kamu seperti My Little Pony yang ada di kartun-kartun." Gumam Almira sambil mencoba mendekat ke arah kuda putih itu. Alga yang melihat Almira sedang mencoba pendekatan dengan anak kuda Itu tersenyum kecil.
__ADS_1
Bersambung.