
"Ada yang ingin aku bicarakan serius denganmu." Ucap Alga. Almira pun langsung menoleh lagi ke arah Alga.
"Tapi, aku minta apapun yang aku katakan, kau harus berjanji untuk berada di sisiku di saat apapun itu." Lanjut Alga.
"Apa?" Tanya Almira tidak menghiraukan perkataan Alga sebelumnya.
Alga meraih tangan Almira dan menggenggamnya. Menatap mata Almira begitu dalam.
"Aku serius Almira. Aku tahu kalau kau sudah tahu. Tidak mungkin kau tidak mengerti keadaan saat ini, kan? Kalau begitu dengarkan aku." Alga memegang wajah Almira dengan kedua tangannya.
"Lepaskan, aku akan mendengarkan tanpa kau sentuh wajahku." Almira menepis tangan Alga. Alga pasrah saja. Tidak ingin memperumit keadaan yang ada.
***
Esok paginya. Alga dan Almira sudah berada di depan gerbang. Menatap Devan dan Danisa yang berada di mobil yang berbeda untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
__ADS_1
Sesuai keinginan dan perintah Alga kemarin. Devan mengikutinya untuk pergi dari rumah Gautama dan kembali ke rumahnya sendiri.
Begitupun dengan Danisa. Mengikuti setiap ucapan yang sudah diberitahukan kepadanya. Sama persis seperti Devan.
Setelah mobil Devan dan Danisa sudah melaju pergi menjauh dari kediaman Gautama. Alga menoleh ke arah Almira. Dia memutar tubuhnya memposisikan dirinya untuk berhadapan dengan Almira.
"Kau sudah siap?" Tanya Alga menatap kedua bola mata Almira.
"Siap tidak siap. Bukankah aku harus siap." Jawab Almira.
Alga dan Almira pun masuk kembali ke dalam rumah. Gerbang rumah ditutup kembali. Alga mengumpulkan semua para pekerja yang beruntungnya Alga kali ini adalah mereka semua adalah pekerja setia terhadap keluarga Gautama.
Mereka semua dikumpulkan di halaman depan. Saat semuanya sudah berbaris rapi di hadapan Alga. Alga baru memulai pembicaraannya. Almira berada di samping Alga.
"Saya Alga Rahardja Gautama sebagai Tuan muda dan juga atasan kalian yang harus dihormati. Apapun keputusan yang saya katakan kepada kalian semua hukumnya mutlak. Dengarkan dan lakukan. Mengerti!" Ucap Alga dengan tegas.
__ADS_1
"Siap mengerti, tuan muda." Jawab mereka serempak.
"Aku ingin kalian semua menyiapkan diri kalian masing-masing. Bagi kalian yang memiliki keluarga, datangkan mereka dengan cepat kemari. Tidak perlu membawa barang tidak penting. Seperti baju, tidak perlu. Aku akan menyiapkan semua kebutuhan kalian. Karena, kita semua akan pergi ke negara lain. Aku harap ini hanya sementara. Tapi, lihat kondisi nanti saja. Kalian semua mengerti?!" Perintah Alga.
"Siap tuan muda mengerti." Jawab mereka serempak.
"Maaf tuan muda. Apakah kita semua harus pergi? Kapan kita akan pergi?" Tanya salah satu pekerja yang sedang berbaris itu.
"Aku perjelas sekali lagi. Kita semua harus pergi. Termasuk keluarga kalian. Jika, kalian semua ingin aman. Ikuti semua kata-kata ku. Siang ini kita akan pergi ke bandara. Aku sudah menyiapkan beberapa pesawat pribadi yang aku sewa disana. Kita tinggal berangkat saja." Jelas Alga lagi.
"Baik Tuan muda." Jawab mereka semua.
Setelah semuanya sudah mengerti. Ada beberapa yang berinisiatif untuk menyiapkan banyak mobil. Bahkan, sampai mobil kurang ada yang mencoba menelepon tempat sewa mobil. Dan juga memesan taksi bandara.
Karena, orang yang akan pergi sangat banyak. Alga akan memanfaatkan kekayaan Gautama yang dimilikinya sebaik mungkin. Selama dia masih memegang kekayaan tersebut.
__ADS_1
Bersambung.