
"Kenapa tidak diangkat?" Tanya Almira pada Alga sambil memakan kue bolu kukus coklat yang ada di atas piring.
"Tidak penting." Jawab Alga tidak menanggapi bunyi deringan ponselnya dan ikut mengambil potongan kue bolu kukus coklat yang sama dengan Almira.
Dzzrt…, Dzzrt…,
Suara deringan ponsel Alga tidak kunjung berhenti. Yang melakukan panggilan pun masih sama dengan nomor yang tidak ia kenal. Alga merasa kesal dan penasaran ingin mengangkatnya. Namun, juga ragu jika itu hanya sebuah ancaman kembali untuk dirinya.
"Angkat saja mungkin penting." Ucap Almira sambil melirik Alga sekilas sambil masih memakan kuenya.
"Tidak perlu." Jawab Alga berusaha acuh.
Tidak lama suara deringan sudah tidak terdengar lagi. Pertanda orang itu sudah tidak menghubungi Alga lagi.
Berselang beberapa detik kemudian muncul suara notifikasi di ponsel Alga pun bunyi. Alga yang penasaran pun melihat dari siapa notifikasi pesan itu ia dapatkan.
Ini bukannya nomor yang sama dengan yang menelepon tadi. Batin Alga menerka.
"Kau sudah tidak mengangkat teleponku. Maka aku akan membuat hari perayaan kematian orang yang kau sayang menjadi satu hari lagi." Pesan dari orang di seberang sana.
__ADS_1
Dasar gila! Siapa yang dia maksud orang yang ku sayang. Batin Alga geram dengan pesan yang baru saja ia dapatkan.
"Tidak membalasku, akan kembali maju hari perayaan kematian untuk orang yang kau sayang." Pesan itu lagi.
"Apa maumu?" Tanya Alga akhirnya yang membalas pesan itu.
"Hanya ingin enam puluh lima persen saham dari Perusahaan GG."
Apa Perusahaan GG? Apa maksudnya Gautama Group? batin Alga kembali menerka.
"Kau siapa?!" Tanya Alga lagi menambahkan tanda seru di pesannya.
Dia. Siapa dia?
"Kau itu sudah gila ya! Lebih baik kau meminta ku untuk membawamu ke rumah sakit jiwa bukan meminta segenap saham kepadaku."
"Dalam satu hari aku tidak mendapatkan saham dari Perusahaan GG yang aku minta. Aku pastikan orang yang kau sayang akan mati ditanganku."
Cih! Sial. Siapa orang yang dia maksud sebenarnya?! Batin Alga kesal. Dia mengacak-acak rambutnya. Almira yang melihat tingkah Alga semakin aneh pun menjadi heran. Ada apa dengan Alga.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" Tanya Almira memberanikan diri.
Alga menoleh ke arah Almira sebentar. Memikirkan jawaban yang tepat untuk diberikan kepada Almira.
"Tidak ada." Jawabnya tenang.
"Yakin?" Tanya Almira memastikan.
"Hemm."
Setelah kue bolu kukus coklat itu sudah habis oleh mereka berdua. Kini Alga masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Namun, sebelum ia tidur, ia menuju ke balkon kamarnya.
Kemana sebenarnya ayah pergi untuk perjalanan bisnisnya. Aku merasa takut sebenarnya disini ayah. Apalagi ayah bilang aku harus menjaga Almira. Memangnya apa ada yang ayah sembunyikan dariku. Apa ini hanya pikiranku saja. Ponsel ayah juga tidak aktif, dimana ayah sebenarnya. Aku takut tidak bisa menjaga Almira. Dia wanita apalagi umurnya masih muda. Aku juga masih muda. Jadi, ayah cepat kembalilah. Ada orang yang menginginkan saham perusahaan mu. Siapa dia. Kenapa harus ada kejadian seperti ini saat ayah baru saja pergi. Aku harus apa.
Di sisi Almira. Ia sedang duduk di tepi ranjangnya sambil menatap ponsel yang dari tadi tidak kunjung diangkat panggilannya oleh ayahnya.
Kenapa ayah tidak mengangkat teleponku. Ayah lagi apa disana. Ayah juga lagi ada dimana sebenarnya. Apa disana tempatnya bagus, aku juga ingin ikut sesekali kesana.
Bersambung.
__ADS_1