
Pagi pun datang. Seperti biasa Almira dan Alga sarapan terlebih dahulu sebelum memulai aktivitas mereka.
Hari ini akhir pekan jadi mereka tidak akan bekerja di akhir pekan. Rencananya hari ini mereka akan pergi ke suatu tempat yang belum pernah mereka kunjungi di negara ini, setelahnya baru mereka akan makan siang di restoran yang belum pernah mereka kunjungi juga.
Selesai sarapan mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil yang sudah siap dengan sopirnya yang siap mengantar Tuan dan Nona mudanya kemanapun diinginkan.
Almira tidak tahu mereka akan pergi kemana. Karena, dia tidak diberitahu oleh Alga. Tapi, tempat yang Alga pilih selalu tidak pernah salah pasti bagus dan menyenangkan.
Sama seperti di saat Alga mengajaknya ke vila milik keluarganya yang ada di dataran tinggi dengan dikelilingi banyak kebun.
Alga menoleh ke sampingnya. Melihat Almira yang tengah menikmati perjalanan mereka ke tempat baru bagi mereka. Alga tersenyum melihatnya.
Semoga ini awal mula bagaimana kita menjalani hidup yang sebenarnya.
Alga mengeluarkan ponselnya yang ada dalam saku celananya. Dia membuka aplikasi pengirim pesan. Mengetik sesuatu dan mengirimnya kepada seseorang.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan di sana? Bagaimana dengan pamanku? Apakah dia sedang mencariku dan Almira?" Pesan Alga yang dikirim kepada seseorang.
Menunggu beberapa menit untuk dijawab ternyata cukup menyebalkan juga. Apalagi menunggu sesuatu yang tidak pasti.
"Keadaan sangat baik Tuan muda. Tetapi, ada kabar tidak mengenakan tuan. Namun, dengan ini Tuan muda bisa aman di tempat yang sekarang. Bahkan, sangat aman." Balas pesan dari orang di seberang sana.
"Apa itu?" Tanya Alga kepada orang itu.
"Paman Tuan muda sedang koma dan sudah dua hari di rawat di rumah sakit. Dikarenakan kecelakaan saat sedang mengendarai mobil dan penyebabnya dia mendengar berita siaran di radio mengenai Perusahaan besar Gautama Group yang bangkrut." Balas pesan dari orang itu tanpa menunggu lama.
Alga menyeringai licik. Balasan tidak perlu dibalas menggunakan pikiran dan tangan diri sendiri. Ternyata tuhan sangat mendukung dan berpihak padanya saat ini. Begitu pikir Alga saat ini.
Berarti kalau aku memulai hidup dengan Almira tidak ada salahnya bukan. Aku akan memanfaatkan keadaan ini untuk memulai kebahagiaan ku dengannya. Demi ayah dan juga ayah mertua. Aku berjanji akan menjaga Almira dengan seluruh nyawaku.
Almira menoleh melihat ke arah Alga. Almira melihat Alga dengan tatapan anehnya.
__ADS_1
"Kenapa tersenyum terus begitu?" Tanya Almira.
Alga menoleh ke arah Almira. Tidak lupa dia ingat untuk menjaga imagenya. Dia langsung meredupkan senyumnya.
"Tidak ada." Jawab Alga sekenanya.
"Tidak ada? Yakinkah tidak ada? Pasti kamu sedang memikirkan sesuatu yang tidak-tidak kan?" Tanya Almira menyelidik.
"Apa?" Tanya Alga balik ingin tahu apa yang dimaksud Almira.
"Kamu ingin mengambil kesempatan untuk berdekatan denganku kan? Untuk hidup berdua denganku kan? Iya kan, iya?" Jawab Almira menebak sambil menegaskan setiap katanya.
"Haha…, kamu pintar sekali. Jawabanmu itu benar. Tapi, tenang saja aku akan menikahimu setelah umurmu sudah menginjak delapan belas tahun. Jadi, masih aman lah untuk saat ini." Ucap Alga dengan tanpa bersalah dan percaya dirinya yang tingkat dewa.
"Wah, ternyata kamu belum kapok aku tolak ya, Alga." Ucap Almira meremehkan.
__ADS_1
"Aku kan bukan seorang pengecut yang mudah menyerah." Ungkap Alga membanggakan dirinya.
Bersambung.