Love "A" Double

Love "A" Double
Alga VS Devan


__ADS_3

Alga melihat kotak itu yang masih tertutup menjadi penasaran akan apa yang ada di dalamnya 


"Apa isinya?" Tanya Alga ingin tahu.


"Belum dibuka tuan. Sepertinya isinya bom." Ucap salah satu penjaga rumah itu yang sudah ketakutan.


"Iya tuan muda. Nanti rumahnya hancur." Sahut yang lainnya. Yang wajahnya sudah berubah menjadi pucat. 


Cih, ayah bisa-bisanya mempekerjakan orang seperti ini.


"Sudah buka saja apa isinya?!" Alga menegaskan perintahnya.


"Ba, baik tuan muda." Penjaga rumah itu senggol-senggolan. Alga yang melihat jadi tidak tahan. Alga sendiri pun yang akhirnya membuka kotak itu.


"Batu bata tuan isinya." Ucap salah satu penjaga rumah itu. Melihat isinya setelah Alga membuka kotaknya. 


Alga mencoba mengeluarkan batu bata itu dan di paling bawah ada dakron yang lembut sebagai pelapisnya. Dikeluarkan semua dengan membalikkan kotak itu. Semua dakron itu pun berjatuhan sampai ada satu buah dvd yang ikut jatuh.


Alga menaruh kembali kotak yang sudah kosong itu di meja. Mengambil dvd yang jatuh itu.

__ADS_1


"Bawa dan taruh diatas meja kerja ayahku." Perintah Alga.


"Baik tuan." Jawab salah satu dari mereka semua patuh.


Alga keluar dari pos penjaga itu. Berjalan masuk kembali ke dalam rumah. 


Semoga mereka semua setia padaku. Seperti apa yang sudah ayah perintahkan.


Alga masuk ke ruang makan. Saat ingin membalikkan piring untuk makan. Ia baru ingat dengan penghuni rumah lainnya. 


Dimana mereka. Apa mereka di kamar Almira.


"Hei, apa yang kau lakukan disini?!" Alga berteriak kesal setelah melihat Devan lah yang keluar dari kamar Almira. 


"Kenapa kau berisik sekali Alga. Aku kan masih tidur. Lagi pula ini masih jam lima lebih sedikit."  Jawab Devan dengan suara serak khas bangun tidur yang membuat aura seorang Devan berbeda.


"Apa kau bilang, Tidur!" Alga meninggikan suaranya sambil memegang kerah baju Devan membawanya ke dinding yang ada di samping pintu.


"Iya, lepaskan aku. Kau ini apa si?" Devan bingung dengan sikap Alga pagi ini yang marah kepadanya. Menepis kedua tangan Alga yang mencengkram kerah bajunya. 

__ADS_1


"Kau tidur bersama Almira?!" Alga bertanya tanpa menurunkan volume bicaranya. 


"Tidak lah. Kau gila ya. Aku tidur di sofa." Ucap Devan jujur sambil mengusap matanya yang gatal dan masih mengantuk. 


"Apa! Sama saja kau tidur berdua di kamar Almira!" Teriak Alga tambah kesal. Alga mencengkram kerah baju Devan lagi. 


Tiba-tiba saja dua wanita dari arah kamar Almira keluar kamar. Mereka kaget dengan apa yang sedang mereka lihat sekarang. 


"Alga kamu kenapa? Lepaskan tanganmu. Kenapa kamu terlihat emosi begitu kepadanya?" Tanya Almira dengan suara lemah karena baru bangun tidur. Tapi, tidak bangun dengan keadaan puas dengan tidurnya melainkan terganggu dari arah luar kamarnya.


Alga menoleh ke arah sampingnya. Melihat Almira berada disampingnya juga. Segera melepaskan cengkramannya dari kerah baju Devan. 


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Alga memegang bahu Almira. Menatap kedua matanya. 


"Aku tidak apa-apa. Kamu ini kenapa si? Aneh banget. Aku baru bangun. Berisik tahu tidak." Marah. Tentu saja marah. Siapa yang tidak marah kalau tidurnya terganggu. 


"Apa kamu di buka-buka semalam?" Alga mulai meninggikan suaranya. Kesal membayangkan Almira di sentuh oleh Devan.


"Apa maksudmu?" Almira tidak mengerti. 

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2