Love "A" Double

Love "A" Double
Liburan (Part 5)


__ADS_3

Almira berdiri berjalan mundur menjauhi Alga. 


"Alga." Panggil Almira. 


"Ya, kenapa?" Jawab Alga sambil memerah susu sapi. 


"Alga, kalau kamu mau memerah susu sapi itu. Silahkan saja, aku tunggu kamu di tempat lain saja." Almira pun lari meninggalkan Alga. 


Gubrakkk!!!


Baru lari beberapa langkah, Almira terpeleset jatuh di lantai karena tidak melihat ada lantai yang basah jadi licin. 


"Haha…" Alga tergelak melihat Almira jatuh. 


"Haha…, Haha…, jatuh ya, kasihan sekali. Sepertinya kamu kualat dengan sapi ini." Alga tergelak puas. Perutnya Alga pun naik turun karena tertawa terbahak-bahak. "Haha…, jatuh. Haha…" Tawa Alga yang tidak kunjung berhenti. 


"Auw..., ini ku sakit." Almira yang mengaduh kesakitan memegang bagian belakangnya. Sambil mencoba berdiri namun tidak kuat. 


Alga yang melihat Almira kesakitan merasa iba. Mencoba menarik nafas lalu buang. Nafas buang. Berkali-kali sampai tawanya sedikit mereda karena ia sebenarnya tidak kuasa menahan tawanya karena melihat acara jatuhnya Almira secara langsung. 


Alga mencuci tangannya di tempat yang sudah disediakan. Memberikan wadah susu tadi digunakan saat memeras kepada orang yang bekerja disana. Lalu, ia menghampiri Almira. 

__ADS_1


"Sakit?" Tanya Alga sambil menahan tawanya lagi saat melihat Almira kesakitan walaupun ada rasa kasihan di benaknya. 


"Tidak." Jawab cepat Almira. Mengalihkan pandangannya ke arah lain. 


"Ya sudah, kalau begitu bangunlah. Ayo, kita naik kuda saja." Ucap Alga sambil meninggalkan Almira yang masih terduduk kesakitan di lantai. 


Ih! Apaan banget si dia. Peka dikit kenapa. Sakit sekali ini. Aku bahkan tidak kuat untuk berdiri. 


"Alga." Panggil Almira lirih. 


Alga yang belum terlalu jauh dari Almira. Masih mampu mendengar suara lirih Almira. Dengan rasa tidak tega. Ia berjalan kembali ke arah Almira. Mengalungkan tangan Almira di lehernya. Lalu, ia menggendong tubuh Almira yang tidak terlalu berat itu. 


"Tunggu sebentar, aku akan kembali." Ucap Alga sebelum pergi meninggalkan Almira di dalam mobil yang sedang meluruskan kakinya. 


Mau kemana dia. 


"Kakimu terkilir tidak?" Tanya Alga kembali ke mobil dengan pintu terbuka berdiri di pintu memegang kaki Almira. 


"Hemm…, yang kanan." Jawab Almira lirih ragu. 


"Kalau sakit bilang." Alga pun mengoleskan minyak pijat urut di kaki Almira sambil memijatnya pelan. Sesekali Almira meringis kesakitan. Namun, ia ingin cepat sembuh jadi ditahannya sedikit. 

__ADS_1


"Makanya lain kali bilang dulu kalau mau lari. Jadi, nya tidak jatuh. Haha…" Alga yang kembali tergelak setelah mengingat bagaimana bisa Almira terjatuh dalam memori pikirannya. 


"Ih, masih diingat saja." Almira yang geram dengan sikap Alga. Selalu saja menertawakannya. 


"Haha…, mungkin sapi yang tadi juga ikut menertawakan mu." Alga masih tetap saja tertawa. Seakan-akan mengejek Almira dengan tawanya. 


"Terserah." Almira kesal. 


"Mohoho, mo, mo…" Tawa Alga tapi memperagakan bagaimana sapi tertawa. 


"Haha…, tidak lucu tahu." Almira yang ikut tertawa paksa.


"Tapi menurutku lucu sekali. Haha…, gubrakk!" Alga yang meniru suara jatuh Almira. 


"Alga!" Teriak Almira yang sudah tidak tahan lagi. Matanya pun sudah berkaca-kaca. Bulir bening pun keluar dari sudut mata Almira. Tidak bisa ditahan lagi. 


"Cih, menangis. Sudahlah, lagipula siapa suruh terjatuh. Jadi, tidak ada salahnya kalau orang yang melihatnya tertawa kan." Ucap Alga yang ingin menenangkan tapi tetap memojokkan. 


"Terserah." Almira yang mencoba tetap acuh dengan Alga.  


Bersambung. 

__ADS_1


__ADS_2