
Saat jam makan siang. Mereka berangkat bersama ke restoran dimana Alga akan ada pertemuan dengan klien dari perusahaan lain. Kondisi perjalanan tampak mendukung Alga dan Almira kali ini.
Karena, tidak macet dan ramai. Kondisi cuaca pun terang tidaklah hujan. Sesampainya di restoran. Alga dan Almira turun. Mereka berjalan berdampingan. Masuk dan menemui klien yang akan melakukan proyek besar bersama.
Namun, betapa kagetnya mereka saat mendekati salah satu meja restoran yang memang akan digunakan untuk Alga melakukan pertemuan sudah terdapat klien mereka disana.
Tapi, mereka bukan kaget disebabkan telat. Karena, mereka tidak telat kalau sesuai jadwal. Namun, mereka terkejut saat melihat wajah dari klien mereka.
"Lho, kalian?" Tanya klien mereka yang juga terperanjat tidak percaya.
"Iya, ini kami. Maaf nona perkenalkan saya Almira sekretarisnya Tuan Alga selaku presiden direktur kami." Ucap Almira memperkenalkan dirinya sendiri dan Alga.
Ternyata klien mereka adalah orang yang mereka temui di restoran kemarin. Orang yang tidak sengaja menabrak Almira.
"Oh, salam kenal ya. Saya Mayyah." Ucap Mayyah yang akan menjadi klien mereka. Mayyah mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Alga dan Almira pun membalas jabatan tangannya secara bergantian.
"Oh, iya. Silahkan duduk." Ucap Mayyah duduk.
"Baiklah, bisa kita mulai sekarang?" Alga yang mengawali pembicaraan serius mereka dengan wajah dan suara dinginnya.
__ADS_1
Almira meliriknya dengan tatapan aneh. Namun, dalam hatinya merasa kagum dan sedikit terkejut melihat Alga yang bisa bersikap keren dan dingin seperti kebanyakan cowok di luar sana.
Alga dan Mayyah pun berunding tentang proyek besar bersama untuk rumah sakit mereka. Almira juga ikut membantu dalam beberapa kali tanya jawab.
Almira juga menatap kagum dengan Mayyah. Mayyah tipe perempuan yang bukan mengungkit masalah yang telah lalu dan juga bagaimana cara dia menjelaskan setiap pendapatnya dengan jelas dan lancar membuat Almira merasa kagum.
"Baiklah, terima kasih untuk waktunya hari ini Nona Mayyah. Sampai bertemu di pertemuan berikutnya." Ucap Alga mengakhiri pertemuan mereka. Alga berdiri dan dia dengan Mayyah berjabat tangan.
"Baik, terima kasih kembali Tuan Alga." Ucap mayyah sopan. Alga pun mengangguk.
Setelah klien mereka yang bernama Mayyah itu pergi. Alga duduk kembali dengan tenangnya. Almira menatapnya heran.
"Kamu kenapa masih berdiri dan belum duduk kembali, Almira?" Tanya Alga heran.
"Kita harus kembali ke kantor Alga." Ucap Almira mengingatkan.
"Iya, setelah kita makan siang. Kita ini bukan robot Almira." Ucap Alga tahu apa yang dipikirkan oleh Almira.
"Tapi, jamnya sudah habis. Nanti kalau dipecat bagaimana?" Protes Almira.
__ADS_1
Sepertinya Almira lupa dengan siapakah dia bekerja dan siapa yang berhak memecatnya.
"Wah, ternyata sekarang kamu mudah cepat lupa ya. Berbeda dengan saat sekolah dulu." Ucap Alga mengejek sambil menyeringai licik.
"Enak saja." Almira mengalihkan pandangannya.
"Almira ingat ya, aku adalah orang yang berhak memecat kamu. Hanya aku. Jadi, duduk sekarang dan makan siang lebih dulu atau kamu benar-benar aku cepat." Ancam Alga yang sebenarnya hanya gertakan saja.
"Tidak, jangan!" Cegah Almira langsung menatap kedua mata Alga.
"Kalau begitu duduklah." Pinta Alga lagi.
Huh!
"Baiklah, baik." Pasrah Almira.
Dia pun akhirnya duduk kembali di kursinya dan menuruti setiap perintah Alga. Memesan makanan, sekaligus makan siang bersama.
Walaupun sedikit kesal karena tidak disiplin waktu. Ya, sebenarnya Almira juga merasa lapar si. Tapi, dia tidak boleh kan untuk bersikap seenaknya. Karena, perintah Alga jadi dia menurut saja.
__ADS_1
Bersambung.