
Alga menghampiri Almira yang masih asyik mengelus pundak kuda putih di hadapannya itu.
"Suka?" Tanya Alga yang sudah berada di samping Almira. Almira sedikit kaget namun masih bisa mengatur raut wajahnya supaya tidak terlihat aneh.
"Iya." Jawab Almira malas.
"Jadikan temanmu saja kalau begitu."
"Ah, iya. Kuda imut ku sekarang kamu temanku ya." Ucap Almira dengan suara yang di lucu-lucukan seperti anak kecil.
"Haha..., berarti kamu bukan manusia. Tapi, kuda." Alga yang kembali tergelak karena tingkah Almira.
Astaga, menyebalkan sekali si!
"Terserah." Kesal Almira.
"Mau coba naik kuda tidak?" Tanya Alga sekalian mengajak.
"Memangnya boleh?" Tanya Almira.
"Boleh. Tapi, yang sudah besar saja. Jangan yang kecil."
"Baiklah."
__ADS_1
Alga dan Almira pun berjalan ke arah kuda yang lain. Almira berjalan menyusuri kandang kuda itu untuk mencari kuda yang cocok dengannya. Sedangkan, Alga hanya menemani sekaligus mengarahkan. Karena, Alga sendiri sudah memiliki kuda kesayangannya.
"Aku mau yang ini saja." Ucap Almira sambil menunjuk kuda yang dipilihnya.
"Baiklah."
Alga meminta tolong kepada pekerja yang ada di bagian penjagaan kuda. Meminta untuk menyiapkan kuda yang dipilih Almira di lahan luas yang sering digunakan untuk bermain kuda.
Alga pun juga meminta untuk kuda kesayangannya disiapkan. Namun, ia memberi pesan kepada penjaga itu untuk berhati-hati kepada kudanya.
Setelah kedua kuda mereka sudah siap. Mereka pun mulai menunggangi kuda mereka masing-masing.
Ternyata dia jago juga.
Almira yang kagum dengan cara Alga menunggangi kuda, berjalan, berlari menggunakan kudanya. Sedangkan, dirinya. Menaiki kuda saja sudah sangat bahagia. Kalau untuk menjalankan kudanya ia masih takut karena khawatir kudanya akan membuat dirinya terpental.
"Aku tidak bisa. Ini pertama kali bagiku." Ucap Almira jujur. Dengan suara yang terbata.
Alga yang mendengar kejujuran Almira langsung turun dari kudanya dan membawanya ke pinggir. Diserahkannya ke penjaga yang ada disana.
Alga kembali lagi mendekat ke kuda Almira. Alga mengelus pundak kuda itu. Laku, naik ke kuda Almira secara tiba-tiba. Almira pun terkejut dengan Alga yang tiba-tiba saja naik ke kudanya.
Alga mengambil alih tali kuda yang dipegang Almira namun tidak digerakkan sedikit pun. Almira merasa risih. Karena, kini tubuh Alga sedikit menempel dengan punggungnya karena Alga berada di belakangnya.
__ADS_1
Apa dia sengaja ya. Aaa..., tolong.
"Lihat ini." Alga yang meminta Almira untuk memperhatikan Alga bagaimana cara mengendalikan kudanya.
Alga pun mulai menjalankan kudanya. Awalnya pelan, cepat dan sampai kudanya berlari. Almira hanya teriak seru. Lupa kalau Alga yang menjalankannya. Alga hanya tersenyum saja.
Dia ini mau pamer atau mengajariku si.
"Alga, bisa tidak kasih jarak sedikit." Almira yang mulai merasa risih karena semakin lama semakin menempel.
"Apa?" Alga yang pura-pura tidak mengerti.
"Mundur sedikit." Ucap Almira lagi memperjelas.
"Apanya yang mundur?" Alga sengaja memajukkan duduknya sehingga tepat menempel dengan tubuh Almira. Seperti dipeluk.
"Alga, mundur sedikit duduknya." Almira yang semakin merasa tidak nyaman.
"Oh, baiklah." Alga pun memundurkan duduknya lagi. Tapi, hanya sedikit.
"Lagi, mundur lagi sedikit lagi." Pinta Almira lagi.
"Sudah cukup nanti aku jatuh." Ucap Alga yang sebenarnya masih bisa duduk lebih mundur lagi.
__ADS_1
Ah, ya baiklah. Terserah saja.
Bersambung.