Love "A" Double

Love "A" Double
Persiapan Liburan


__ADS_3

Karena, pesawat pribadi milik Tuan Besar Gautama sedang dipakai oleh ayahnya melakukan perjalanan bisnis. Jadi, Alga memakai pesawat komersil. Sebenarnya, Devan sudah menawarkan pinjaman pesawat pribadi yang dimiliki oleh orang tuanya. Namun, Alga menolaknya karena tidak ingin merepotkan siapapun. 


Beberapa pelayan pun juga akan diikutkan dalam perjalanan mereka. Bersama tiga pengawal lainnya. Devan dan Danisa juga membawa satu pengawal untuk diri mereka masing-masing. Mau bagaimana lagi. Devan dan Denisa juga memiliki orang tua yang bisa apa saja. Pasti mereka akan khawatir dengan anaknya yang akan berpergian jauh. Jadilah dijaga oleh pengawal suruhan orang tua mereka.


Tapi, Almira cukup senang dengan adanya beberapa pengawal dan pelayan yang ikut. Karena, pasti akan membuat liburannya semakin ramai. Tidak sepi jika harus berempat saja. Yang ada hanyalah pertengkaran adu mulut yang memusingkan kepala.


Besok harinya. Di pagi hari yang bersinar. Alga dan Almira sudah bangun juga sudah mandi. Mereka sedang bekerja sama untuk merapikan beberapa barang mereka. Dan juga mulai menaruh koper mereka di area ruang tamu. Supaya di saat pagi esok harinya. Tinggal berangkat saja tidak perlu mengurusi masalah barang-barang lagi.


"Almira." Panggil Alga saat melihat Almira yang baru saja membawa kopernya ke ruang tamu.

__ADS_1


"Barang-barangmu sudah semua?" Tanya Alga di ruang tamu. Menoleh ke arah Almira.


"Iya sudah semua. Kamu?" Almira tanya balik sambil menghela nafas. Lelah rasanya.


"Sudah. Istirahat lah jika kamu sudah merasa lelah." Alga yang memperhatikan gerak-gerik Almira. Tahu kalau wanita yang dulu dianggapnya bocah di sebelahnya ini sudah merasa lelah.


"Hemm..., baiklah." Almira pun berjalan kembali ke arah kamarnya. Untuk berbaring sebentar. Meninggalkan Alga sendiri lagi di ruang tamu. Sudah biasa pikirnya.


Alga sudah berada di ruang makan. Menunggu Almira yang tidak kunjung datang ke ruang makan untuk makan siang. Berbeda dengan Almira yang langsung makan duluan tanpa menunggu. 

__ADS_1


Alga pun berdiri lagi dari duduknya di kursi meja makan. Beranjak ke kamar Almira. Diketuknya kamar Almira santai beberapa kali. Tidak ada sahutan juga dari dalam setelah beberapa kali ketuk. 


Apa dia sangat merasa lelah. Apa dia lagi tidur ya sekarang. Sudahlah, biarkan saja. 


Alga memutuskan makan sendiri tanpa Almira. Selama ia makan pun Almira tidak kunjung datang juga. Berarti memang benar Almira sudah merasa sangat lelah.


Saat hari sudah mulai sore. Barulah Devan dan Danisa datang kembali ke rumah Alga bersama pengawal mereka. Pengawal mereka menginap di rumah Alga bergabung dengan pengawalnya Alga. Almira juga sudah bangun dan sedang makan siang di kamarnya. Tidak apalah makan siang telat dikit.


Perlengkapan termasuk koper Devan dan Danisa pun digabungkan dengan milik Alga dan Almira. Ditaruh berjajar di ruang tamu. Besok pagi pun mereka hanya tinggal menyiapkan diri saja.

__ADS_1


Saat malam hari Almira merasa lapar. Tapi tidak ingin makan berat. Almira pergi ke dapur. Meninggalkan sahabatnya yang lain makan malam bersama di meja makan. 


Bersambung.


__ADS_2