Love "A" Double

Love "A" Double
Tidak Ditemukan


__ADS_3

"Kau tahu kan saat ini hidup ku dan Almira sedang terancam." Jelas Alga marah. 


"Iya saya tahu, tuan muda. Saya mohon kasih saya waktu untuk berbicara." 


"Apa?!" Tegas Alga. 


"Tuan muda, Bukti kuat tidak ditemukan. Karena, Seluruh orang-orang yang disuruh untuk mengantarkan paket, orang yang meneror tuan muda selama ini, orang yang berada di dalam cctv maupun video. Baik orang yang berada di video pertama maupun kedua sudah dibunuh Tuan. Sehingga tidak tertinggal jejak apapun. Untuk darah yang ada di kemeja juga, itu hanyalah darah palsu. Untuk saat ini belum ada bukti kuat Tuan muda. Kematian Tuan besar dan Tuan Wisnu juga masih terus diselidiki." Jelas orang di seberang sana panjang lebar. 


"Sudahlah tidak perlu diselidiki lagi. Saat ini hanya perlu mempertahankan berita Gautama Group bangkrut." Perintah Alga. 


"Baik Tuan muda." Jawab Orang diseberang sana. 


"Aku ingin kau uruskan masalah nama belakangku untuk diganti sementara. Ganti saja dengan nama belakang ibuku atau nama tengahnya." Perintah Alga sebelum mengakhiri panggilannya.


"Kenapa diganti Tuan muda?" Tanya Orang di seberang sana bingung. 


"Anggap saja dengan ini bisa mengurangi resiko pengalihan perusahaan karena paman ku tidak tahu kalau Double Alfa Group adalah Gautama Group." Jelas Alga memberitahukan rencananya lagi. 

__ADS_1


"Baik Tuan muda akan segera saya lakukan." Ucapnya orang di seberang sana. 


"Bagus. Baiklah, terima kasih." Ucap Alga mengakhiri teleponnya. 


Harapan ku hari ini paman tidak akan tahu kalau Gautama Group telah diganti nama. Aku ingin yang paman tahu adalah Double Alfa adalah perusahaan rintisan ku sendiri. Ayah aku berjanji akan mengembalikan kondisi perusahaan semuanya seperti awal saat sudah aman. 


"Alga, makan malam sudah jadi!" Teriak Almira dari luar ruang kerjanya. 


Alga menghela nafasnya mendengar suara Almira. Menepuk dahinya pelan. 


Wanita mana coba yang berteriak malam-malam begini. 


"Banyak sekali. Kamu masak sendiri?" Tanya Alga menatap Almira. 


"Tidak, aku dibantu sama pelayan disini juga." 


"Oh, baiklah." 

__ADS_1


Alga dan Almira pun memakan makan malam mereka. Satu ekor ayam utuh yang dibakar pun tidak semuanya dibakar. Ada beberapa yang disisihkan untuk tetap disimpan. 


Karena, anggota keluarga utama hanya ada dua orang. Jadi, pastinya tidak akan habis. Selesai makan malam mereka berdua langsung kembali ke kamar mereka masing-masing. 


Almira duduk di sofa yang ada di kamarnya. Ia membuka kembali buku yang diberikan Alga kepadanya. 


Walaupun ia tidak terlalu suka dengan isi bukunya. Ia tetap harus mempelajarinya juga kan. Karena, buku itu merupakan sebagian dari tanggung jawabnya sekarang. Tanggung jawabnya sebagai seorang sekretaris di perusahaan. 


Seketika Almira teringat dengan ayahnya yang selalu mendampingi dan membantu setiap pekerjaan Ayah Gautama. Sekarang posisi dirinya tidaklah berbeda jauh dengan ayahnya. 


Semoga aku bisa menjadi orang yang bekerja keras dan membanggakan ayah di atas sana. Ayah lihat cara bekerja aku ya. Aku akan selalu mendampingi Alga disini. Sama seperti yang ayah lakukan pada Ayah Gautama. 


Setelah selesai membaca setengah buku. Almira merasa mengantuk dan sudah sangat lelah. Almira pun beranjak dari sofa ke tempat tidur. Almira menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. 


Huh, lelah sekali rasanya hari ini. Aku harus mulai terbiasa mulai sekarang. 


Karena, tempat tidurnya yang benar-benar nyaman langsung membuat Almira yang lelah terlelap dalam seketika. 

__ADS_1


Bersambung. 


__ADS_2