Love "A" Double

Love "A" Double
Terlihat Tampan


__ADS_3

Keesokan harinya. Hari ketiga di minggu yang sama. Pekan ulangan masih berlangsung sampai hari kelima nanti. Setelah itu siswa kelas tiga sudah dibebaskan. Dan juga persiapan untuk lanjut ke perguruan tinggi bagi beberapa siswa yang ingin melanjutkan saja.


Almira sudah berada di kelas pagi ini, ia masih sendirian di kelas karena akan ia gunakan waktunya untuk belajar lagi. Almira memang tidak pernah bosan dalam halnya belajar selagi itu memiliki tujuan. Tujuan hidup Almira adalah memperbaiki hidup keluarganya di waktu yang akan datang. Jadi, ia sangat berusaha dengan sungguh-sungguh.


Satu orang datang masuk kedalam kelas dan duduk di depan Almira. Siapa lagi kalau bukan Alga. Alga menoleh kebelakang dan melihat Almira yang sedang belajar membuat dirinya tidak mau kalah. Ia pun membuka bukunya juga untuk mengulas materi. 


Seiring waktu berjalan, kelas sudah ramai. Bel sekolah juga sudah berbunyi yang menandakan ujian akan dimulai sebentar lagi.


Selama ujian tidak ada hal apapun yang menjadi pusat perhatian setelah hari kemarin. Ya, antara Danisa dan Alga. 


Sampai waktu sudah menunjukkan saatnya pulang semua berjalan seperti biasanya. Hari-hari tanpa ada gangguan. Tentu saja membuat Almira lebih tenang dan bisa lebih fokus untuk menyelesaikan ujiannya.


Besok harinya. Kegiatan yang dilakukan hari ini masih sama. Sampai dimana besok adalah hari terakhir ujian.


Saat Almira yang sudah berdiri untuk beranjak dari tempat duduknya hendak ingin pulang dihentikan oleh Alga. 


"Apa?" Tanya Almira biasa saja yang tidak ingin mencari masalah.


"Besok ayah ingin mengajakmu makan malam dirumah. Aku akan menjemputmu. Jangan besar kepala aku hanya disuruh bukanlah kemauanku." Ucap Alga yang langsung berlalu pergi meninggalkan Almira.


Bilang saja kamu mau mencari kesempatan untuk dekat denganku. Haha..., Dasar tuan muda gengsian! Batin Almira.


Almira mulai berjalan lagi untuk pulang kerumah karena tidak ada kegiatan apapun lagi setelah sekolah. 


Hari ini adalah hari terakhir ujian sebelum hari kelulusannya nanti. Almira berangkat dengan penuh semangat di akhir ujian ini sama seperti sebelumnya, namun hari ini tampak berbeda saja karena hari terakhir bisa merasakan duduk di sekolah yang tidak lama lagi ia akan lulus. 


Almira berangkat seperti biasa naik bus ke sekolah. Kali ini tidak ada sahabatnya yang berada di bus yang sama dengannya. Jadi, ia sendiri saja karena Almira juga hanya mempunyai sahabat satu. 


Busnya berhenti tepat di pemberhentian biasanya, ia berjalan ke arah gerbang sekolah dan masuk ke dalam kelasnya. Ia duduk di kursinya lalu mengeluarkan buku dari dalam tasnya, tidak ada bosannya ia langsung memulai membaca lagi materi yang harus dipelajari. 

__ADS_1


Karena merasa haus ia mengambil botol air minum yang ia bawa di tasnya lalu meneguknya. Tidak sengaja ia melihat Alga yang baru datang. Alga dengan tubuh atletisnya hampir terlihat jelas dibalik seragamnya dilengkapi dasi warna ibu dan juga celana warna abunya yang cocok dengan kakinya yang panjang. Almira yang melihat Alga hari ini tidak tahu mengapa, jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. 


"Hei, bocah bodoh!  Kenapa kamu melihatku seperti itu?" Tanya Alga yang berbicara kepadanya sambil menghadap belakang jadi mereka berhadapan. 


"Siapa yang melihatmu, aku punya mata jadi bebas ingin melihat apa saja." Jawab Almira dengan berani. 


"Bilang saja tidak mau mengakui kalau aku tampan." Ucap Alga dengan sombongnya. 


"Terserah." Amelia mencoba acuh dan melanjutkan membaca bukunya. 


"Ingat ya nanti malam, aku tidak mau menunggu terlalu lama saat menjemputmu." Alga yang memperingatkan untuk acara makan malam nanti. 


"Hemm." Jawab Almira tanpa menoleh ke arah Alga.


Ku biarkan saat ini tidak suka denganku. Tapi, ku pastikan kamu akan mengejarku suatu saat nanti. Haha..., Batin Alga. 


Ujian hari ini berlangsung dengan lancar. Almira juga tidak ada kendala apapun. Saat waktu pulang sekolah sudah tiba, ia pun pulang segera ke rumahnya. 


Ia mencoba melihat-lihat macam-macam pakaian yang ada di dalam lemarinya. Ia teringat akan pakaian ibunya dan ia mencoba membuka lemari bagian pakaian ibunya dan di dalam sana Almira melihat satu buah dress panjang selutut warna hitam lengan panjang. Ia pun mencoba memakainya dan ia merasa cocok untuk menggunakannya, ia pun menggunakan pakaian itu dan sedikit memberi riasan di wajahnya. 


Setelah itu seperti yang sudah orang yang ingin menjemputnya katakan untuk tidak lama. Jadi ia sudah siap di ruang tamu keluarganya untuk menunggu kehadiran orang itu. 


Setelah tiga puluh menit menunggu, ia mendengar suara  ketukan pintu rumah dengan sedikit kencang. Ia pun memutuskan untuk membuka pintu dan melihat siapa yang mengetuk pintu itu. Terlihatlah sekarang orang yang mengetuk pintu itu adalah yang tak lain orang yang akan menjemput Almira. 


"Kenapa lama sekali?!" Tanya Alga kepada Almira. 


"Oh iya, kamu yakin pertanyaan itu untukku?" Almira yang memastikan karena sebenarnya dialah yang menunggunya. 


"Oh, maksudmu aku yang telat, begitu?" Alga yang sudah kesal dibuat oleh Almira. 

__ADS_1


"Tidak. Lelah aku kalau harus berdebat denganmu." Ucap Almira sambil berlalu meninggalkan Alga ke arah mobil yang dibawa Alga. Sedangkan, Alga masih berdiam di tempat. 


Lalu, dia pergi begitu saja tanpa menutup pintu rumahnya. Apa dia mau rumahnya, saat dia pulang sudah kosong semua. Batin Alga yang merasa kesal dan aneh dengan wanita yang sedang ia jemput. 


Alga pun menghampiri Almira yang sudah menunggu di samping mobilnya. 


"Masuk!" Perintah Alga. Almira pun mengangguk. 


Almira yang sudah disuruh masuk, ia pun masuk karena memang itu yang dari tadi ia tunggu. Alga juga masuk ke dalam dan melajukan mobil itu ke rumahnya. Almira yang melihat Alga memakai kemeja putih dengan jas hitam rapi merasa terpukau dengan orang yang ada di sebelahnya. 


Kenapa hari ini dia begitu berbeda. Batin Almira. 


Alga yang merasa diperhatikan memunculkan senyum kecilnya. 


"Aku rasa kamu sedang terpanah dengan ketampananku." Ucap Alga tanpa malu. 


"Biasa saja." Jawab Almira mencoba menutupi keterkagumannya. 


"Lalu, kenapa kamu diam saja. Tidak memakai sabuk pengamanmu. Kamu mau kita berurusan dengan polisi?!" Alga meninggikan suaranya.


"Coba saja, kalau berani." Jawab Almira dengan santainya sambil menggunakan sabuk pengaman yang lupa ia pakai. 


Mobil yang dikendarai Alga pun sudah sampai di depan gerbang rumah utama milik Alga. Alga memasukkan mobilnya dan memarkirkannya dengan asal. Alga dan Almira keluar dari mobil. Lalu, Alga menyerahkan kunci mobil itu kepada pelayan laki-laki rumah itu. 


"Parkirkan mobilku." Perintah Alga kepada Pelayan laki-laki. 


"Baik Tuan muda." Jawab pelayan itu sopan sambil menundukkan kepalanya. 


Alga pun masuk ke dalam rumah melewati Almira yang masih berjalan dengan santai. 

__ADS_1


"Lambat." Sindir Alga. 


Apa?! Lambat. Kenapa jadi aku yang salah dan kenapa dia terlihat begitu marah sekarang? Batin Almira. 


__ADS_2