Love "A" Double

Love "A" Double
Beradaptasi


__ADS_3

Kembali ke kantor yang dimana sudah dijadikan sebagai pusatnya dari Perusahan Double Alfa Group lainnya. Alga dan Almira kembali berkutat dengan pekerjaannya masing-masing. 


Tring!!!  


Bunyi ada notifikasi masuk ke dalam ponsel Almira. Almira meliriknya sekilas. 


"Almira, keruanganku sekarang." Pesan yang dikirim dari Alga. 


Almira mengerti pasti dirinya sedang dibutuhkan sekarang oleh Tuan Presdir muda. Almira pun berdiri dan beranjak ke ruangan Alga yang ada di sebelahnya. 


Mengetuk pintu lebih dulu. Setelah ada sahutan dari dalam. Barulah Almira membuka pintu dan masuk. 


"Ada apa?" Tanya Almira. 


"Bantu aku menyusun beberapa dokumen itu." Tunjuk Alga kepada dokumen yang berantakan di meja sebelah Alga. 


"Baiklah." Jawab Almira.


Tanpa menunggu lama. Almira pun merapikan dan mengurutkan dokumen-dokumen itu. Alga sesekali memperhatikannya dan tersenyum. 

__ADS_1


Semoga keputusan ku yang satu ini adalah keputusan yang tepat. Pergi ke negara lain untuk menghindari ancaman pamanku. Entah berapa lama kita akan aman berada di sini. Aku tidak bisa menentukannya. Aku ingin kita sudah bersatu setelah kembali dari sini. Aku akan sangat menantikan hari itu tiba. 


"Almira." Panggil Alga menoleh ke sampingnya melihat Almira yang masih sibuk dengan beberapa dokumen itu.


"Hemm." Gumam Almira. 


"Bagaimana perasaanmu bekerja di perusahaan ku?" Tanya Alga. 


"Masih sangat asing bagiku bekerja di sebuah perkantoran seperti ini." Jawab Almira sambil menata setiap dokumen yang ada di hadapannya.


"Aku rasa kamu sangat cepat beradaptasi." Ungkap Alga. 


"Oh iya?" Almira tidak percaya. Dia tetap melakukan tugasnya tanpa melihat wajah Alga. 


"Begitukah? Terima kasih." Jawab Almira sedikit cuek. 


"Kamu kenapa?" Alga menjadi heran melihat sikap Almira yang sepertinya sedikit tidak peduli dengannya. 


"Tidak apa-apa." Jawab Almira. 

__ADS_1


"Yakin?" Tanya Alga memastikan. 


"Iya." Jawab Almira singkat. 


"Tapi, aku tidak yakin. Apa kamu masih bisa melayangkan tangan mu untuk memukul para lelaki yang menyentuhmu seperti saat kita masih sekolah?" Alga mengatakan itu sambil mempraktekkannya. 


Tangan Alga terulur menyentuh pipi Almira dan membelainya. Almira membulatkan matanya. Menatap Alga tajam. Lalu, menepis tangan Alga kasar. 


"Alga, jangan main-main." Kesal Almira. 


"Haha…, kenapa? Aku hanya mengetesmu." Ucap Alga diselingi dengan tawa paksaan. Supaya tidak membuat Almira marah. 


"Aku tidak suka." 


"Hemm…, iya, iya. Sudahlah lanjutkan saja dulu." Alga pasrah tidak ingin melanjutkan pembicaraannya lagi. 


Ada apa dengannya kenapa moodnya bisa berubah begitu. Biasanya kalau di sekolah cowok lain menyentuhnya. Pasti dia menampar orang itu. Kenapa aku tidak. Apa dia masih takut denganku yang merupakan Tuan muda Gautama, anak dari atasan ayahnya. Hahaha…, biarkanlah begitu juga tidak apa. 


Alga tersenyum memikirkan itu sambil menggelengkan kepalanya. Almira yang melihat Alga seperti itu menatapnya dengan tatapan aneh. 

__ADS_1


Dasar aneh! Memang laki-laki itu tidak akan bisa memperhatikan wanita yang sedang datang bulan. Bukannya membuat hatiku bahagia dan senang malah membuatku kesal. Untung aku bisa menahan amarahku. Kalau tidak sudah ku banting dokumen yang ada di tanganku ini. Daripada harus menamparnya yang ada aku dipecat kan 


Bersambung. 


__ADS_2