
Alga tersenyum senang sekarang. Sungguh Alga sangat beruntung kali ini. Ternyata dibalik ujian yang menimpa dirinya. Ada sisi yang berpihak dan menguntungkan dirinya.
Alga bisa bersatu dengan Almira dengan rasa cinta yang sudah Alga miliki sejak masih sekolah dan juga sekaligus menjaga amanah dari sang ayah untuk menjaga Almira.
Alga berjalan mendekat ke arah Almira. Meraih kalung indah yang diberikan Alga dari tangan Almira.
"Berbaliklah." Perintah Alga.
Almira pun membalikkan tubuhnya dan membiarkan Alga menyibakkan rambut panjanya untuk memasangkan kalungnya itu di leher Almira.
Almira melihat berlian berbentuk hati yang ada di tengahnya. Sangat indah dan berkilau. Pikirnya.
Alga membalikkan tubuh Almira. Memegang bahu Almira dan menatap kedua mata Almira lekat. Menghela nafasnya pelan.
"Apa kamu suka?" Tanya Alga. Almira menjawab dengan mengangguk cepat dan tersenyum.
"Almira, bolehkah aku berbicara serius padamu sekarang?" Tanya Alga meminta izin lebih dulu agar pembicaraannya lebih tenang dan serius.
__ADS_1
"Apa?" Tanya Almira balik.
"Apapun yang sudah terjadi belakangan ini. Baik tentang kedua ayah kita ataupun orang tua kita. Itu sudah masa lalu. Sekarang mereka sedang melihat kita dari atas sana." Ucap Alga seraya menunjukkan jari telunjuknya ke arah langit biru yang indah di hadapan mereka.
Almira tersenyum dan mengikuti arah tunjukkan Alga. Bulir bening pun terjun bebas dari sudut matanya. Lalu, kembali menatap Alga.
"Mereka mengawasi kita dan juga menunggu kita untuk bahagia di dunia. Anggap saja yang sudah terjadi adalah ujian dari tuhan untuk menjadi semangat hidup dan masa depan adalah kehidupan kita yang sebenarnya." Lanjut Alga lagi.
"Dasar tidak usah sok puitis, Alga." Almira memukul dada bidang Alga yang berada di hadapannya. Alga hanya membalasnya dengan senyuman.
"Tinggal kita berdua sekarang. Bagaimana cara kita menentukan rencana masa depan kita menjadi lebih baik dan tertata. Tanpa bantuan kedua orangtua kita. Bisakah kamu dan aku untuk tetap saling percaya dan mendukung satu sama lain?" Tanya Alga pada akhirnya dengan serius.
"Baiklah, kita berjanji ya untuk tetap kuat dan menjalani semuanya bersama. Sampai kita benar-benar bisa bersatu. Satu lagi aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu." Ucap Alga mendekatkan wajahnya dengan wajah Almira.
Almira mulai tidak fokus sekarang. Debaran jantungnya semakin tidak teratur dan makin kencang.
"Alga, terima kasih. Tapi, kamu tahukan kita masih di bawah umur. Jadi, jangan macam-macam ya." Ucap Almira yang memperingati Alga.
__ADS_1
"Haha…, iya. Aku mengerti." Ucap Alga paham.
Alga menarik pinggang Almira dan membawanya dalam dekapannya. Berpijak pada pasir putih yang bersih dan indah. Hembusan angin yang menerpa kulit mereka.
Kawanan burung yang terbang di udara sambil berkicau. Terpaan air pantai dengan ombak kecil mengenai dua manusia yang tengah berbahagia dan telah menerima kenyataan yang ada.
Bahwa mereka akan memulai kehidupan yang baru di belahan dunia yang baru. Dengan melupakan masa lalu dan memulai masa depan.
"I Love You Almira. Aku tidak ingin cinta kita seperti cinta monyet seperti orang lain ya." Ucap Alga mengelus punggung Almira dengan lembut.
"Hemm…, kita lihat saja nanti." Jawab Almira.
Alga dan Almira pun meregangkan sedikit pelukannya untuk menatap satu sama lain. Mereka pun kembali berpelukan setelah saling melempar tatapan dan senyuman bahagia mereka.
Tamat.
Terima kasih semua yang sudah membaca karya-karyaku. Termasuk Love "A" Double ini. 😊🙏
__ADS_1
Aku cinta kalian para readers... 😚💞
Tunggu info berikutnya dariku yaa... 😉