
"Baik, mengerti Tuan muda." Jawab mereka serempak.
"Baguslah. Kalian boleh mulai bekerja lagi mulai besok. Hari ini istirahat lah saja. Pakaian dan kebutuhan kalian akan ku minta seseorang untuk menyiapkannya dan menyerahkannya kepada kalian nanti." Lanjut Alga lagi.
"Siap, Tuan muda." Jawab mereka paham.
"Baiklah kalian boleh bubar." Ucap Alga.
Mereka semua pun bubar. Meninggalkan halaman depan dan masuk ke area rumah sebelah kanan yang terdiri dari tiga lantai.
Sedangkan, Alga mengajak Almira yang dari tadi menunggu sambil berdiri di samping Alga untuk masuk ke dalam rumah utama yang ada di area tengah.
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah utama melalui pintu besar. Suasananya seperti rumah besar bernuansa amerika klasik. Jadi, lebih berbeda dengan nuansa yang ada di negara asal.
"Alga, perutmu bicara tidak?" Tanya Almira menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Alga.
"Perut berbicara?" Alga mengernyitkan dahinya.
"Iya, bicara tidak?" Tanya Almira lagi.
__ADS_1
"Memangnya perut bisa berbicara?" Tanya Alga mengangkat satu alisnya.
"Ih, maksudku itu kamu lapar tidak? Begitu doang masa tidak mengerti si." Kesal Almira.
"Oh, bilang langsung saja kalau lapar. Ayo makan dulu." Ajak Alga menarik tangan Almira ke arah ruang makan.
Sambil berjalan Almira memperhatikan sekelilingnya. Ia merasa sedikit aneh. Karena, dari setiap perkakas rumah yang ada di dalam. Tampaknya sangat bersih dan apalagi guci-guci mahal yang juga bersih mengkilap.
"Alga, sepertinya barang-barang yang ada disini masih bersih sekali." Ucap Almira sambil berjalan.
"Ada beberapa orang yang ditugaskan untuk mengurus rumah ini. Jadi, mau ada penghuninya atau tidak. Rumah ini akan tetap bersih." Jawab Alga lugas.
"Oh, begitu." Almira mengerti.
"Siapa yang menyiapkan makanan ini. Bukankah kita baru saja datang." Almira heran.
"Inisiatif yang tinggi dibutuhkan kalau ingin bekerja dengan Keluarga Gautama." Jawab Alga. Almira mengangguk paham.
"Oh iya, apa yang harus aku lakukan disini? Aku kan tidak mungkin hanya menumpang dan membuntuti mu setiap saat." Tanya Almira.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kamu menjadi sekretaris ku saja?" Tanya Alga memberi saran.
"Sekretaris?" Almira mengernyitkan dahinya.
"Iya, kenapa?" Alga balik bertanya.
"Bukannya kamu pergi ke negara ini dengan meninggalkan perusahaan yang ada di negara asal. Bagaimana bisa aku menjadi sekretaris? Melamar kerja di perusahaan yang ada di negara ini saja belum. Apalagi aku juga masih dibawah umur dan belum kuliah. Kamu juga sama." Jawab Almira tidak percaya.
Huh!
"Aku memang meninggalkan perusahaan keluarga ku yang ada disana. Tapi, Gautama Group memiliki beberapa cabang perusahaan di negara lain. Termasuk di negara ini. Untuk sementara ini aku sudah mengatur semuanya." Ujar Alga menjelaskan.
"Mengatur semuanya apa?" Almira penasaran.
"Besok kita akan mulai bekerja. Jadi, kamu bisa tahu semuanya besok."
"Terserah sajalah."
Mereka berdua pun melanjutkan makannya. Setelah selesai. Alga memberitahu Almira kamar yang bisa digunakannya. Kamar mereka bersebelahan dengan jarak sedikit jauh. Karena ukuran dalam kamarnya yang begitu luas.
__ADS_1
Mereka sama-sama masuk ke Kamar masing-masing untuk merebahkan tubuhnya yang terasa pegal-pegal di atas tempat tidur yang empuk dan nyaman. Karena, terlalu lama di atas udara. Dan juga menggunakan waktunya untuk istirahat.
Bersambung.