Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 100


__ADS_3

Pukul 05.00 Pagi


Suara bising di area sekitar membangunkan Yara yang tengah lelap, ia buka matanya perlahan dan mendapati orang orang yang berkeliaran ke sana ke mari


"Hmm" Lenguh Yara meregangkan tubuh


"Sudah bangun?"


Mendengar suara pria Yara pun berhasil tersadar sepenuhnya, sejak tadi kepalanya di pangku membiarkan dirinya yang masih tertidur


"Kak Agha?" Sontak Yara yang langsung duduk


"Tak apa tidurlah lagi" Senyum nya hangat mengelus surai Yara


Yara kembali bingung, situasi macam apa ini? bukan kah ia semalam tenggelam? sekarang kenapa dia terbaring di atas rumput


Terdiam sejenak, Yara berusaha mengingat kejadian semalam


"Yara semalam tenggelam kak, apa kaka yang menyelamatkan Yara?" Tanya Yara


Agha menggeleng, nyata nya emang bukan dia yang menolong Yara


"Kaka dapat panggilan telepon dari no yang tidak di kenal, ia mengirimkan lokasi menuju ke sini dan berpesan bahwa ada kau di sini"


"Siapa dia? apa itu kak Ray?"

__ADS_1


"Tidak tau, kaka tidak mendengar suara nya dia langsung mematikan telpon saat kaka jawab kemudian pesan pun masuk"


"itu pasti kak Ray kak? Yara tak mungkin salah lihat, dia semalam datang menyelamatkan Yara" Keukeuh Yara sambil menggoncang kaka nya


"Entahlah, tapi lihat itu" Tunjuk Agha pada mayat yang di kerubuni oleh para penyelidik


Kerna tak dapat melihat jelas Yara pun ingin melangkah mendekat tapi tangan nya di cekal oleh Agha


"Jangan ke sana nanti kau bisa muntah" Ujar Agha


"Emang nya ada apa di sana?"


"Mayat wanita yang mengobrol dengan mu saat di supermarket waktu itu, keadaan nya sangat parah bahkan kepalanya di temukan dengan kondisi bergelantungan di pohon" Jelas Agha


Yara tersenyum dan kini keyakinan nya semakin kuat bahwa Ray lah yang melakukan semua itu, Ray masih hidup Yara yakin itu


"Menyingkir kalian, aku mau lihat" Ucap nya menerobos kerumunan


Dapat Yara lihat kepala itu masih bergelantungan, polisi belum menyentuh nya kerna ingin mendapatkan setidaknya sedikit bukti seperti sidik jari misalnya


"Ahahaha" Suara tawa Yara begitu renyah di dengar, membuat seluruh atensi teralih kan padanya termasuk Dario yang tengah muntah di kejauhan tiga meter sana


Agha berlari menghampiri adik nya dan menyeret nya keluar dari kerumunan


"Yara!" Bentak Agha berniat menghentikan tawa adik nya tapi percuma Yara bahkan sampai terduduk sambil memegang perut nya entah apa yang lucu

__ADS_1


"Yara hentikan!! kau bisa di curigai sebagai pelaku nanti" Tekan Agha sekali lagi


Yara terdiam lalu ia menarik Agha untuk berbisik di telinga nya


"Apa ada kapak sebelum nya kak?"


Agha menyeringit, bagaimana Yara tau padahal kapak itu sudah di amankan terlebih dahulu


"Bagaimana bisa kau tau?"


"Dulu aku membunuh kekasih nya kak Ray menggunakan benda itu dan cara membunuhnya juga sama, hanya kak Ray saja yang tau soal itu. Lihatlah Ruby dia bernasib sama seperti kekasih kak Ray dulu, tapi bedanya dia mati bukan dari tangan ku" Bisik Yara


Agha terkejut bukan main, sungguh tak ia sangka adik nya sekejam itu pantas saja tak ada rasa takut saat melihat mayat di kerumuni orang orang di sana


"Yara kau-"


Perkataan Agha di potong oleh atasan nya yang datang menghampiri


"Yara bisakah kau memberikan kesaksiaan? tapi jika anda masih shock kami bisa menunggu anda sampai tenang" Ujar nya


"Oh iya tentu pak" Balas Yara


Agha tak dapat berkata lagi tapi satu hal yang ia dapat tangkap, Ray membuat kematian yang sama persis dengan apa yang di lakukan Yara, guna untuk memberi tau bahwa ia masih hidup dan tunggulah sebentar lagi, ya hanya Ray yang tau tentang itu bukan? jadi siapa lagi pelaku nya kalau bukan Ray


Agha di buat prustasi oleh pasangan gila yang satu ini, dan bodoh nya ia tak bisa berkata apapun untuk mengungkap semua walaupun ia tau segalanya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2