Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 62


__ADS_3

Dengan langkah yang terkesan buru buru, Ray menuruni tangga hingga menampakkan seorang Diego yang tengah menyeruput kopinya di depan perapian


Butiran salju di luar sana terus turun, sudah waktunya musim dingin tiba. Setelah mendengar ancaman Diego semalam Ray memutuskan untuk kembali ke negara asalnya secepat mungkin


"Mau kemana kau?" Ujar Diego melihat Ray yang hendak membuka pintu


"Kau tau tujuanku" Singkat Ray kembali melangkah. Supir di depan yang sedari tadi menunggu pun membukakan pintu untuk tuan mudanya bersiap mengantarkannya ke bandara


Diego hanya menatap datar kepergian Ray, nyatanya Ray sangat sulit di kendalikan oleh nya. Ray melakukan apapun yang ia inginkan dengan bebas, tidak seperti anggota yang lain nya bergerak berdasarkan printah atasan


Hari ini adalah penerbangan terakhir, Ray sempat melihat berita cuaca yang katanya di perkirakan besok akan ada badai salju dan sejumlah penerbangan akan di batalkan


...***...


"Yara kamu gak bosan apa di kamar terus?" Tanya Reva menghampiri Yara yang tengah memberikan Moco cemilan


Yara pun menoleh melihat sang Mama yang berdiri di depan pintu kamar nya


"Enggak mah" Jawab Yara


"Emm itu di depan ada Jimmy, katanya mau ngajak kamu jalan" Reva terlihat antusias bahkan ia berjalan ke lemari baju Yara dan menaruh pakaian yang ia pilih di atas kasur "Pakai lah" Suruhnya


"Untuk apa?"


"Untuk jalan jalan sama Jimmy lah"


Yara menatap Mama nya datar "Ck Yara tidak mau jalan, suruh saja dia pulang" Ujarnya

__ADS_1


"Gak boleh gitu dong nak, dia jauh jauh datang ke sini masa di usir sih? kamu mau papa mu di usir dari perusahaan nya?"


"Dia mengatakan hal itu?"


"Tidak, tapi mama"



Yara terpaksa ikut jalan bersama Jimmy, di dalam mobil ia terus diam tanpa menoleh. Bahkan Moco hanya tidur saja di pangkuan Yara



"Kenapa kau diam saja?" Ujar Jimmy




"Tidak apa apa tidak usah canggung, anggap saja aku teman mu"



"Apa tujuan mu membawa ku jalan?" Tanya Yara, Padahal Yara tau Jimmy tertarik dengan nya hanya saja Yara ingin lihat bagaimana respon Jimmy



"Aku dengar kau jarang keluar rumah maka dari itu aku berinisiatif untuk membawa mu jalan agar tidak bosan"

__ADS_1



"Tidak usah repot repot, sebenarnya aku lebih merasa aman di rumah"



"Aku mengerti, kau pasti merasa trauma yakan? maka dari itu biarkan aku membantu mu"



"*Siapa yang trauma*?" Ucap Yara dalam hati, dan kemudian ia hanya diam saja membiarkan Jimmy terus berbicara seolah ia sangat perhatian "*Oh Tuhan cobaan apa lagi ini*" Sambung nya



Ray baru saja sampai, sebelum ia kembali ke rumah nya yang di hutan, Ray singgah di sebuah kafe untuk sekedar makan


Sembari menunggu pesanan Ray hanya duduk sambil melihat lihat orang di sekitar yang tampak sibuk menikmati makanan masing masing


Atensi Ray beralih pada seorang gadis yang tengah marah marah di meja seberang sana


"Kenapa kau membawa ku sampai jauh ke sini!" Marahnya


"Duduk lah dulu Yara kita makan dulu ya" Jelas Jimmy sambil manarik tangan Yara untuk duduk


"Tidak mau!" Yara menghempas tangan Jimmy kasar


Ya orang yang tak sengaja Ray lihat adalah Yara yang sedang bersama laki laki lain. Ray mengepalkan tangan nya, sungguh pemandangan yang membuat panas, gadis yang ia biarkan lepas kini tengah bersama pria lain.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2