
Kini Yara berada di kantor polisi berhadapan dengan orang yang menginterogasi nya, sedangkan Agha duduk menemani Yara di samping nya sekaligus mendengar kronologi
"Jadi wanita itu adalah orang yang merencanakan kecelakaan mu dan juga Agha?" Tanya nya dan di balas anggukan oleh Yara
"Iya Pak"
"Apa anda sebelum nya terlibat masalah dengan nya?"
"Ah ini masalah cinta pak, dia mencintai pacar saya bahkan saya baru mengenal nya belum ada sebulan dengan wanita itu"
"Jadi kenapa dia bisa terbunuh dengan cara mengenaskan begitu?"
"Saya tidak tau pak, dia mendorong saya ke sungai dan setelah saya sadar kalian sudah berkumpul di area itu"
Pak detektif pun terdiam sejenak mencoba memikirkan kemungkinan yang terjadi. Yara yang di interogasi tapi Agha yang tegang, sang kaka takut Yara salah sebut kerna ini semua berdampak untuk reputasi keluarga nya juga
"Pukul berapa sekiranya anda tenggelam di sungai?"
"Sekitar pukul dua malaman"
__ADS_1
"Jam segitu? emang kenapa anda berdiri di tepi sungai di jam yang sangat rawan terlebih lagi di hutan yang terdapat banyak hewan buas"
"Pak saya ini target mereka untuk di bunuh, wajar saja saya keliaran jam segitu untuk menyelamatkan diri"
Yara mulai kesal, pertanyaan yang di tanyakan terus di ulang ulang seolah mencoba untuk menyudutkan nya. Sejenak ia menatap Agha untuk membantu nya lepas dari pertanyaan yang menjemukan itu tapi sang kaka hanya mengangguk sambil menepuk bahu Yara pelan
"Kaka percaya pada mu" Ucap nya menenangkan Yara yang kepalang menahan emosi
Yara kembali beralih pada si pengintrogasi yang terdiam entah apa yang ia pikirkan
"Mereka? berarti dia tidak sendiri, kami sudah mencari tau identitasnya dia turis yang berasal dari Italia hanya itu tidak ada lagi. Jadi kemana rekan rekan nya?"
Mata nya memicing mencari kebohongan di mata Yara, entahlah tapi pak tua ini mencurigai sosok di balik Yara ataupun Yara itu sendiri
"Ada bekas tembakan di telapak tangan kirinya itu berarti pelaku memiliki senjata api tapi kenapa memilih menggunakan kapak?"
"Dasar sialan tembakan itu aku yang lakukan tapi tidak dengan memenggal kepala nya" Batin Yara lalu kemudian ia menjawab dengan tenang "Saya tidak tau soal itu pak, saya kan pingsan"
"Terus di mana pacar mu?"
__ADS_1
"Udah meninggal pak satu tahun yang lalu"
"Good" Ucap Agha dalam hati mendengar jawaban Yara, adik nya itu ternyata cukup cerdas agar tidak terjebak oleh pertanyaan perangkap
Mereka pun diam sebentar lalu setelah nya Yara di perbolehkan untuk pulang. Agha menyuruh Yara menunggu di ruangan nya sementara ia berbicara dengan atasan nya terlebih dahulu
"Hais Agha ku kira pacar adik mu yang membunuh wanita itu"
"Kenapa bapak berpikir seperti itu"
"Entahlah itu hanya insting ku saja, ternyata pacar adik mu sudah meninggal aku sangat terkejut soal itu. Oh iya kau kenal dengan pacar adik mu?"
"Iya, dia orang Italia dan meninggal juga di Italia jadi data nya sama sekali tidak ada di negara ini selain pasport mungkin, bapak mau?"
"Untuk apa? orang nya juga sudah meninggal"
Setelah sekiranya 15 menit mengobrol Agha pun undur diri untuk pergi
Sampai di ruangan nya Agha melihat Yara yang tampak lebih ceria dari sebelumnya tengah memberi makan Moco yang baru keluar dari rumah sakit hewan semalam.
__ADS_1
Tbc.