Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 97


__ADS_3

Seperti dugaan Yara, dalam dua hari ternyata rumah ini sudah di temukan oleh orang orang yang Yara tidak tau siapa mereka


Sesok wanita nampak panas mengetahui bahwa rumah berbahan kayu ini adalah rumah Ray yang dulu tinggal bersama Yara setelah melihat foto Yara dan Ray terpajang nyata di dinding kamar


"Apa apaan ini" Marahnya dengan membanting foto tersebut


"Cari gadis itu, pasti dia berada di rumah ini" Titah nya


Suruhan nya pun berpencar mencari ke segala arah mau di luar ataupun di dalam


Disisi lain Yara menikmati mie instan yang baru saja ia masak, ada rasa takut di benak nya ketika menyadari segerombolan orang sudah berada di rumah itu


Yara berdiam diri, ia yakin bahwa dirinya berada di tempat yang aman tak terjangkau oleh mereka


"Meong"


"Aku tidak takut Moco, kita aman di dalam sini aku yakin itu" Ujar nya dengan tersenyum kikuk, ia sedang menyemangati dirinya sendiri agar tidak takut




Matahari sudah terbenan tapi Ruby tidak menemukan Yara di manapun setelah seharian mencari



"Aku akan tinggal di sini untuk seminggu" Ucap Ruby


__ADS_1


"Baiklah nona kami akan memilih beberapa orang untuk menemani anda"



"Tidak perlu, aku sendiri saja di sini. Tenang saja tempat ini sepertinya di jauhi oleh hewan buas jadi aku aman"



"Tapi nona Ruby-"



"Tidak ada tapi tapi! turuti saja perintah ku, minggu depan jemput lah aku di sini. Aku hanya ingin menikmati tempat tinggal mendiang Ray" Ucap Ruby, memang benyak hal yang menarik di rumah tersebut maka dari itu Ruby ingin tinggal setidaknya seminggu



Dengan berat hati mereka pun menuruti perkataan Ruby setelah mengisi stock mankanan persediaan untuk nona mereka. Kini tinggallah Ruby sendiri di rumah tersebut




Suasana begitu mencekam menurut wanita yang menyesali keputusan nya. Melihat area sekitar gelap dan suara hewan meraung di luar sana membuat nya merinding ingin menangis menyadari ia hanya sendiri



"Aku tidak mau di sini, aku mau pulang" Rengek Ruby menangis, walaupun ada lampu tetap saja ia ketakutan


__ADS_1


Di sisi lain Yara bersiap keluar dengan membawa pisau serta senjata api laras pendek, air mata tak berhenti mengalir dari pelupuk matanya sejak sedari tadi hingga matanya bengkak



Perlu di ingat ruang persembunyian Yara tersebut memiliki alat yang bisa menangkap suara di luar jadi ia mengetahui pembicaraan yang terjadi



"Apa maksudnya mendiang kak Ray? apa itu alasan kak Ray tidak pernah menghubungi ku lagi? Jadi apa wanita itu yang membunuh kak Ray?" Ucap Yara penuh tanya dengan nada yang getir serta tubuh nya yang terasa gemetaran



"Aku yakin kaka masih hidup dia pasti akan kembali seperti janji nya, iyakan Moco?"



"Meong"



Mendapat sahutan Moco bukan nya tambah tegar Yara merasa pertahanan nya runtuh begitu saja, ia semakin menangis berharap apa yang ia dengar tadi hanya bualan belaka



"Untuk apa aku menangis? kak Ray kan masih hidup" Ucap nya berusaha menolak kenyataan yang entah benar atau pun tidak "Dari pada kita bingung lebih baik kita tanyakan pada wanita di atas sana ya kan Moco"



Setelah bergelut dengan pemikiran nya sendiri Yara pun akhirnya berjalan keluar, niat nya ingin membuat nasib wanita yang berlindung di balik para bodyguard itu bernasib sama seperti Maya selagi wanita itu sedang sendiri.

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2