
Ray bersembunyi menyaksikan orang yang menghubungi nya tadi di tarik paksa oleh FBI "Ck aku terlambat" Gumam Ray
Ray melempar kerikil kecil untuk mendapatkan notice dari rekan nya "Jangan buka mulut mu apapun yang terjadi" Ucap Ray menggunakan bahasa isyarat, dan pria itu pun mengangguk. Sepertinya dia akan mendapatkan siksaan untuk membuka mulut nanti nya tapi apalah daya dari pada keluarga nya yang di bunuh oleh Diego mending ia mati
Drttt.. drttt.. drttt
Ray mengangkat HP nya yang bergetar di saku "Diego?" Gumam Ray
"Berapa orang?" Ucap Diego to the point
"Delapan" Jawab Ray, mengerti kalau Diego menanyakan berapa orang yang di tangkap FBI
"Yang sudah tertangkap biarkan lah, salah mereka sendiri kerena ceroboh. Kau sudah mengamankan bukti?"
"Dasar bodoh! di sini masih berserakan petugas, kalau aku amankan sekarang sudah pasti aku akan ketahuan. Sudahlah, ini urusan ku lebih baik kau bobok manis saja bersama j*al*ng mu"
TUT
Ray memutuskan panggilan nya sepihak, dan beralih kembali mengawasi pergerakan para agen yang mondar mandir di kawasan sekitar
"Agha" Gumam Ray ketika melihat keberadaan kaka kandung Yara di sana tengah berbicara dengan beberapa orang
Lari
Lari
dan lari
Kaki kecil milik seorang gadis berkulit putih itu tak berhenti menapak entah kemana arah tujuan nya, yang jelas Yara memilih jalur sembarang arah yang pastinya bukan arah di mana pernah ia lalui bersama Ray
Gelap nya hutan tak membuat tekad nya ragu, lolongan srigala tak meruntuhkan nyali nya, segala pikiran nya tentang hantu, binatang buas ataupun monster hanya membuat nya menangis dalam diam.
"Aku siap, apapun yang terjadi aku siap" Gumam Yara
Entah keberuntungan dari mana hingga menjelang subuh Yara tidak menemukan mahluk menakutkan seperti yang ada di pikiran nya

__ADS_1
Keadaan hutan sudah mulai terang dengan embun tebal di sekitar nya. Yara berjalan dengan keadaan wajah pucat dan langkah yang pelan kerna kecapean
"Moco kau tau ini di mana?"
"Meong"
"Apa di sini tidak ada sungai? aku haus, pasti kau juga kan?. Bodohnya kenapa aku tidak membawa air sih" Rutuk Yara pada diri sendiri
Tiba tiba...
"Ku dapatkan kau" Ucap seorang pria memasukan Yara ke dalam karung besar dari belakang
"Aaa apa ini!?" Teriak Yara memberontak
"Bro lihat! hantunya udah ketangkep" Teriaknya
"Bro lepasin Bro kaya nya memang bukan hantu, lihat tu ada kucing nya"
Pria itu pun menarik karung nya dari Yara
1 detik
2 detik
3 detik
__ADS_1
Waktu seakan berhenti dan pergerakan Yara seakan slowmo di mata dua pria yang terkagum akan sosok di hadapan nya
"Kalian siapa?" Tanya Yara, Tapi mereka tidak menjawab sama sekali dan sibuk bengong memperhatikan Yara
"Halo?" Yara melambaikan tangan nya ke wajah mereka dan akhirnya mereka pun bergerak
"Kau penunggu hutan yang cantik" Ucap nya
"Hais lagi lagi aku di kira hantu" Ujar Yara dengan nada kesal
"Kalau bukan hantu ya apalagi? mana ada seorang gadis berkeliaran di tempat seperti ini"
"Aku sudah tinggal di hutan ini lebih dari tiga tahun, you know?"
"HAH!!"
"Kalian ngapain di sini?" Tanya Yara
"Aku Roni dan ini teman ku Ivan, kami berdua adalah pemburu hantu. Hutan ini sangat terkenal angker makanya kami datang ke sini" Ucap Roni
"Oh benarkah? bagus lah kalau gitu, aku ikut kalian keluar dari sini boleh? anggap saja sebagai permintaan maaf kalian atas kejadian tadi ok"
Dua pria itu saling bertatap tatapan lalu saling mengangguk tersenyum, tanda setuju. Akhirnya Yara pun ikut mereka berdua.
\*\*Tbc
...Like 50...
...Komentar 50...
__ADS_1
...Baru author Up...
...Kalau enggak, Yaudah nunggu aja tiga hari atau seminggu...