
Di dapur, seorang gadis sedang memotong sayur dengan perasaan yang termat senang. Bahkan Reva berhalusinasi ada bunga yang berterbangan di sekitar putrinya itu
"Apa yang membuat mu sesenang ini Yara?" Tanya Reva penasaran. Gadis itu tampak tak mendengarkan nya dan sibuk dengan pemikiran nya sendiri lalu tiba tiba tertawa lompat lompat tidak jelas
Reva semakin heran dengan sikap Yara, tapi hal itu malah membuat nya semakin penasaran
"YARA" Teriak Reva memanggil agar gadis itu tidak sibuk dengan pikiran nya sendiri dan memberi sedikit cerita untuk nya
"Apa sih mah? kok teriak teriak?"
"Gimana gak teriak? orang kamu di panggili gak dengar"
"Emang nya mama perlu apa?" Kesal rasanya di saat asik membayangkan hal yang menyenangkan tapi malah di ganggu
"Kau seperti orang gila, emang nya apa yang membuat mu sesenang itu?"
"Kepo"
"Hais anak ini, eh tunggu apa itu merah merah di leher mu?" Reva sedikit melihat kerna tidak sengaja selendang yang Yara pakai di lehernya sedikit tersibak
"Gak tau mah, ada serangga yang gigit makanya Yara tutupi takut ada yang salah paham"
"Beneran serangga? coba mama lihat"
"Jangan mah, kalau kenak angin rasanya perih" Yara menghindar dari Reva yang ingin menarik selendangnya. ibu yang satu ini emang terlewat kepo
"Yaudah nanti mama carikan obat nya di apotek atau kita langsung ke rumah sakit saja?"
"Di apotek aja ma, bilang sama apoteker nya salep untuk bekas gigitan serangga" Tipu Yara pada mamanya, kan tak mungkin ia cerita kan tentang tadi malam pada mama nya
"Yaudah, kau ikut?"
"Enggak mah nanti semakin perih kalau kenak angin di luar"
__ADS_1
"Oh iya benar juga, tapi apa kamar mu kotor Yara sehingga ada serangga?"
"Tadi malam Yara lupa tutup jendela"
"Oh gitu, makanya lain kali jangan ceroboh"
Beruntung nya Yara kerna Reva mempercayai nya, dasar gadis nakal
Setelah usai sarapan bersama keluarga nya Yara kembali ke kamar nya dengan membawa manpan berisi makanan, siapapun di rumah ini tidak curiga kerna menurut mereka hal itu wajar
Sesampainya di kamarnya Yara langsung mengunci pintu
"Tidak juga"
Yara duduk di samping Ray, melihat pria itu makan adalah hal yang menyenangkan bagi nya
"Bagaimana?"
__ADS_1
"Kenapa bertanya? masakan kan mu selalu enak" Puji Ray, emang dasar nya buaya
"Meong"
"Oh astaga! aku lupa dengan mu Moco, maafkan aku" Yara beranjak untuk memberikan Moco makan
Emang ya kalau lagi kasmaran tu beda
**Pukul 10.00** Siang
Ray tampak sedang bersiap siap untuk pergi, ia ada kelas sekitar jam 14.00 nanti. Dari kota ini ke ibu kota memakan waktu kurang lebih tiga jam setengah menggunakan roda empat dengan kecepatan di atas rata rata
"Kaka pulang ke sini lagi nanti?" Tanya Yara
"Mungkin tengah malam" Jawab Ray, ia tengah sibuk mengikat tali sepatu nya "Yaudah Yara kaka pergi dulu ya" Mengecup kening Yara singkat, lalu ia lompat dari jendela lantai dua kamar Yara. Tenang saja Ray jago parkour, bahkan penjaga pun tidak menyadari keberadaan Ray
Yara hanya menatap kepergian Ray dari balkon, ia akui pacar nya itu sangat keren. Sekarang ia sendiri lagi di temani sepi tapi untung lah ada Moco.
__ADS_1
**Tbc**.