Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 45


__ADS_3

"Siapa kau? Ku mohon jangan bunuh aku" Ujarnya melihat pisau pria itu sudah siap menikam nya



"Tidak! Tidak ku mohon jangan"


JLEB"


"Ahhhkk!!"


...----------------...


"Gha apa kau sudah dengar?" Ucap Javer kemudian duduk di hadapan Agha


"Hmm sudah" Jawab Agha singkat


"Kali ini apa lagi?"


"Korbannya adalah seorang pengusaha prodak kecantikan yang menggunakan bahan berbahaya untuk usahanya"


"Benarkah?" Seru Javer sambil mengangguk anggukan kepala nya mencerna perkataan rekan nya "Kau tidak ingin ikut menyelidiki nya? mana tau kali ini ada petunjuk iyakan? kalau kau berhasil menemukan nya bisa dapat promosi jabatan"


"Aku tidak begitu tertarik dengan jabatan, yang aku inginkan hanyalah adik ku kembali"

__ADS_1


"Em aku mengerti. Eh tapi ku dengar pelaku nya menggunakan obat perang*sang untuk menyiksa korban nya"


"Iya, tapi dia tidak melakukan apapun pada wanita itu, ku rasa dia hanya ingin melihat wanita itu menderita dengan rangsangan kuat yang tidak terpenuhi" Tambah Agha


......................


Yara memperhatikan baju Ray yang penuh darah, menarik napas nya sejenak lalu melepas baju Ray paksa untuk langsung di cuci


"Sudah ku bilang mencuci noda darah itu sangat sulit! bisakah kaka telan*jang saja saat membunuh? kalau kayak gini Yara yang repot, lagian ngapain bunuh orang lagi? bukannya stock kaka masih banyak" Ucap Yara sambil menggerutu


Ray tidak mendengarkan omelan Yara dengan tanpa rasa bersalah Ray pergi ke kamar untuk langsung mandi tapi sebelum itu ia pergi ke dapur


TAK"


Setelah dahaga nya lega barulah ia pergi mandi


20 Menit kemudian...


"Ak sial aku meninggalkan nya di atas meja" Ray berlari ke luar hanya menggunakan handuk yang tergulung di pinggang nya


Deg!


Jantung Ray berdebar kencang saat mendapati Yara yang terduduk di lantai dengan keringat yang bercucuran di dahi nya, napas Yara terengah engah seakan menahan sesuatu

__ADS_1


"Kak Ray tolong" Ucap Yara dengan air matanya


Ray melihat botol air yang ia taruh di atas meja tadi kini berpindah ke tangan Yara, Ray mengerti apa yang terjadi dengan Yara


"Sial! kenapa aku membawa minuman yang sudah di beri obat perangsang itu" Ray merutuki kebodohan nya, air itu adalah bekas korban nya tadi sore. Rencananya ingin di buang di hutan tapi ia lupa lalu membawa nya pulang


Yara terlihat tersiksa dengan menggeliat liat bahkan dengan napas yang memburu Yara menggigiti jari nya secara sensual


"Yara hentikan!" Ray menahan tangan Yara yang bahkan ingin menyentuh dadanya sendiri


"Minum" Perintah Ray sambil menyerah kan air putih


Ray tau itu tidak banyak membantu tapi setidaknya minum banyak air putih bisa menghilangkan rang*sangan dalam beberapa jam lagi. Tapi apakah Yara sekuat itu?


Kerna Yara tidak tahan lagi, ia menarik handuk Ray hingga pria itu polos di hadapan nya


"Yara kaka tak ingin kau menyesal" Ujar Ray menahan tangan Yara yang meraba dada bidang nya


"Kak ini sakit" Yara mencakar lengan nya sendiri hingga berdarah akibat kuku nya yang panjang


Ray menahan tangan Yara agar gadis itu tidak menyakiti tubuh nya sendiri lebih dari itu


"Ahhhhk!" Teriak Yara prustasi berusaha menarik tangan nya yang di tahan Ray "Tolong bantu aku kak, Yara tidak tahan ini sangat menyiksa" Ucap Yara memohon.

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2