
"Wah cantik nya" Ujar Maya girang berlari ke taman bunga yang ada di halaman rumah Ray "Kau yang menanam semua ini Ray?" Tanya nya namun hanya di tanggapi senyuman oleh Ray
Maya berlarian di area bunga bunga itu juga memetik nya kerna geram akan kecantikan tanaman tersebut, bahkan Maya tidak sengaja menendang bibit yang baru di tanam tiga minggu yang lalu
"Maya sudah cukup, ayo masuk" Tawar Ray. Dia menyadari tanaman Yara bisa rusak semua kalau membiarkan Maya pecicilan di area itu
"Nanti saja Ray, aku masih ingin main di sini" Tolak Maya halus
"Masuklah Maya, sebentar lagi ada srigala" Tipu Ray menakuti Maya
Maya langsung berlari mendekati Ray, sebelum masuk Ray menyuruh Maya untuk tunggu di teras
"Kau tunggu lah dulu di sini" Ujar Ray kemudian masuk, tak lupa juga ia mengunci pintu
Dengan langkah cepat Ray memeriksa keberadaan Yara sekarang, hingga akhirnya ia ke ruangan tersembunyi milik nya dan mendapati gadis itu tengah tertidur di atas sofa
Ray tersenyum tipis mendekati gadis itu hingga mengelus kening Yara lalu berjongkok untuk menatap nya lebih dekat
Napas nya begitu halus dan hangat menerpa wajah Ray yang berjarak hanya beberapa centi saja "Kenapa tidak tidur di ruang persenjataan saja hmm?" Ucap Ray terkekeh geli mengingat beberapa tahun lalu kaki Yara gemetaran hanya dengan melihat darah, tapi liat lah sekarang? gadis ini sudah terbiasa
Tak ingin membangun kan Yara, Ray menulis pesan nya di kertas. Lagian belum tentu Yara ingin berbicara dengan Ray seperti hari hari sebelumnya
"Moco kau temani Yara di sini ok" Ucap Ray pada Moco yang menatap nya dengan mata polos
"Meong" Sahut kucing itu
Setelah menulis pesan nya baru lah Ray keluar menemui Maya yang masih di depan pintu
__ADS_1
"Lama banget! ngapain sih?" Protes Maya memanyunkan bibir nya ketika melihat Ray sudah membuka pintu
"Memastikan rumah ini rapi atau enggak"
"Santai saja, kalau berantakan biar aku yang beresin" Ucap Maya
"Yaudah ayo masuk"
"Kau rajin sekali ya Rai" Ucap Maya, ia mendaratkan pantat nya di sofa empuk tidak ada noda sedikitpun
"Kau suka tempat ini?" Tanya Rai
__ADS_1
"Suka, tapi sangat sepi"
"Bagaimana kalau setelah menikah kita tinggal di sini saja"
"Di tengah hutan ini? tempat nya memang cantik tapi aku tidak bisa ngapa ngapain selain di rumah saja. Aku tidak mau, itu sama saja seperti tahanan, aku tidak bisa hidup tanpa internet" Jujur Maya membuat Ray terdiam
"*Pasti Yara sangat kesepian selama ini di sini*" Tiba tiba Rai teringat tentang Yara yang terjebak di sini selama lebih dari 3 tahun dengan dirinya yang sering pergi keluar
Maya yang menurut Ray sederhana saja tidak mau. Terus bagaimana dengan Yara yang merupakan anak orang berada bisa bertahan?
"Ray kenapa kau bengong?" Tegur Maya membuat lamunan Ray buyar
"Tidak apa apa, kau capek? sebaiknya istirahat saja tapi mandilah dulu" Ucap nya
Ray mengantarkan Maya ke kemar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu barulah ia istirahat.
__ADS_1
**Tbc**.