Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 31


__ADS_3

Di pesawat Ray terisak menangis sambil melihat awan-awan dari jendela pesawat yang sudah lepas landas sejak beberapa jam yang lalu.


“Heh anak kecil berhentilah menangis, kau itu laki-laki apa kau tidak malu?” tanya pria itu tegas.


“Ibu,” gumam Ray memikirkan bagaimana nasib ibu angkatnya.


“Ibu mu sudah mati, jangan tangisi orang yang sudah mati, itu hanya akan membuat mu capek kerna dia tidak akan kembali sekalipun kau menangis darah.”


Bebrapa menit kemudian Ray terdiam, ia berpikir kenapa paman itu membawanya pergi juga, bukankah dia bisa kabur sendiri?


“Kau ingin membawaku ke mana paman?” tanya Ray.


“Italia.”


Setelah sampai di tujuan, Ray dibawa ke suatu tempat dengan bangunan yang sangat megah.


Di salah satu ruangan terdapat segerombolan orang yang duduk di kursi dengan rapi sedang membicarakan sesuatu.


Ray melihat seorang pria yang sepertinya seorang pemimpin tengah menghisap cerutu dengan beberapa orang di sana yang terlihat menghormati pria itu.


“Anak siapa yang kau bawa Vito!?” tegas sang pemimpin.

__ADS_1


“Maaf tuan Benvilio, saya hanya ingin menjadikan anak ini tumbal untuk misi selanjutnya,” jelas Vito menunduk hormat kerna orang-orang yang duduk di sana adalah para petinggi yang ada di dalam organisasi kriminal itu.


“Vito anak itu untukku saja.” Jawab salah satu petinggi.


“Tapi tuan Diego-”


“Aku membelinya darimu, setuju!”


“Terimakasih tuan Diego, saya menerima tawaran anda. Oh iya, saya datang ke sini untuk memberikan file yang Anda minta.” Vito memberikan sebuah flashdisk lalu berpamitan pergi sedangkan Ray di situ terdiam.


“Siapa nama mu, nak?” tanya Diego.


“Frey Grayson.”


...***...


“Huweeek,” muntah Ray.


“Jangan berhenti! Bedah lebih dalam lagi, atau kau yang akan kubedah,” teriak Diego memkasa Ray untuk membedah mayat. Itu adalah salah satu latihan Diego untuk mendidik Ray.


2 tahun kemudian.

__ADS_1


Dalam waktu dua tahun, Ray menghabiskan waktunya dilatih oleh Diego untuk menjadi seseorang yang tidak kenal takut dan hebat.


Di usia 14 tahun, Ray menjadi mata-mata dan menjadi salah satu orang yang berbahaya di dalam kelompok organisasi kriminal yang masuk dalam daftar 5 organisasi mafia berbahaya di dunia.


Saat usia Ray menginjak 16 tahun, Ray meminta untuk kembali ke negara asalnya untuk merasakan kehidupan sekolah.


Para petinggi sempat tidak rela melepaskan Ray mengingat Ray adalah kondidat calon petinggi yang ditunjuk langsung oleh Benvilio selaku pemimpin utama.


Akhirnya mereka setuju dengan syarat Ray harus mengirim organ tubuh manusia setiap 1x sebulan, itu mereka lakukan agar Ray tidak lupa kalau ia adalah salah satu anggota mereka.


Flashback End


Yara tidak bersuara sama sekali saat mendengar cerita Ray, ia mendengarkan dengan seksama setiap kata yang Ray sampaikan.


“Setelah sampai ke tanah asal, kaka langsung mencari kuburan ibu Sena dan menemukannya berkat bantuan tetangga sebelum mereka pindah ke kota, kaka mendaftar SMA tanpa ijazah SMP berkat bantuan koneksi organisasi. Itulah alasan kenapa kaka membunuh dan mengambil organ untuk di kirim ke Italia agar mereka yakin kalau kaka masih dipihak mereka,” jelas Ray lalu menarik napas panjang kerna capek ngomong sejak tadi untuk menceritakan masa lalunya pada Yara.


“Tapikan orang yang kaka bunuh itu tidak bersalah,” sanggah Yara.


“Kaka tidak sekejam itu Yara, rata-rata orang yang kaka bunuh itu adalah kriminal yang terbebas dari tuduhan yang benar-benar mereka lakukan.”


“Tapi kaka juga membunuh polisi waktu itu.”

__ADS_1


“Itu namanya perlindungan diri, siapapun yang menghalangi akan kaka singkirkan tidak perduli siapapun itu. Setidaknya niat awal kaka hanya untuk melarikan diri tanpa mengorbankan siapapun, tapi kerna keadaannya mendesak jadi ya terpaksa lah,” ucap Ray dan Yara pun hanya bengong bingung mau mengatakan apa lagi.


Tbc.


__ADS_2