Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 38


__ADS_3

“Retno,” panggil seseorang dari belakang yang mengejar Retno saat ia berlari tadi.


“Ngapain kau lari lari?” tanya Linda.


“ini ada orang yang menjatuhkan barangnya, aku ingin mengembalikan tapi mereka malah hilang.”


“Kaca mata dan topi baret? Aku jadi teringat seseorang” ujar Linda sambil mengamati benda itu.


“Siapa?”


“Yara. Dulukan pas pertama kali masuk SMA dia memakai kacamata dan topi baret. Aku ingat saat itu kau mengomentari kacamatanya hingga berujung kalian tidak akur.”


“Eh?!” Retno terdiam dan berpikir keras.


“Seandainya dia masih hidup mungkin kau dan Yara akan terus berdebat bahkan untuk hal yang kecil sekalipun,” tambah Linda.


“Mata itu?” gumam Retno mengingat kembali.


“Mata apa?”


“Mata Yara!! iya gadis tadi matanya mirip mata Yara, bahkan kulit putih pucatnya juga sama!” teriak Retno tiba tiba sambil mengguncang tubuh Linda.


“Maksudmu ada orang yang mirip Yara?”


“Benda ini?” Retno memperhatikan topi dan kacamata tersebut. “Benda ini mirip dengan punya Yara, ini terlalu kebetulan! benda yang sama dan mata yang sama, hanya tinggi badannya saja yang berbeda, yaa! Ini sudah tiga tahun pasti dia juga tambah tinggi kan?” ucap Retno kembali.


“Maksudmu kau bertemu Yara?”


“Aku tidak yakin, kerna ia sangat tertutup tadi bersama dengan seorang pria yang wajahnya aku juga tidak lihat.”


“Apa itu berarti Yara masih hidup, Retno!?”


“Sudah kubilang aku tidak yakin. Tapi... Ah sudahlah mungkin memang kebetulan,” putus Retno merasa pusing.


__ADS_1



“Sakit kak! lepasin tangan Yara,” ucap Yara memberontak.



Ray menghentikan langkahnya di tempat yang sekiranya tidak ada CCTV yang mengawasi mereka. “Siapa cewek tadi?” tanya Ray.



“Itu adik kelas mu dulu.”



“Apa yang dia katakan tadi?”



“Tidak ada apa apa selain meminta maaf kerna menabrakku, kaka tenang saja dia tidak mengenali Yara,” ucap Yara meyakinkan.




Yara duduk berdampingan dengan Ray di bangku terdepan, Ray tampak menikmati tontonannya yang bergenre action drama dan romantis. Sedangkan Yara lirik sana sini dengan menggerakan sedikit saja kepalanya agar Ray tidak curiga kalau dia sedang mencari celah.



“*Bodohnya aku padahal itu Retno, kenapa aku berharap dia mengerti maksudku dan segera menolong untukku kabur dari kak Ray? Aku ingin hidup bebas dan segera melupakan perasaan sialan ini* ,” ucap Yara dalam hati dengan tingkah yang mulai gelisah.



Hingga akhirnya selesai film pun Yara tidak menemukan celah untuk kabur. Matahari akan tenggelam sebentar lagi sudah waktunya Ray kembali membawa Yara ke huniannya di hutan.


__ADS_1


Selagi berjalan menuju mobil, Yara melihat ada kaka kelasnya dulu yang tengah mengobrol yang berjalan di depannya.



“Katanya keluarga mu ingin ke pernikahan Poppy, apa tidak jadi?” ucap salah satu dari mereka.



“Mana mungkin keluarga ku tidak pergi, om Celvin itu rekan kerja papa ku”



“Akhirnya jadi juga dia sama Gilang.”



Yara sekarang mengerti siapa yang mereka bicarakan, Yara mendongak menatap Ray meminta penjelasan.



“Kaka ku akan menikah?”



“Kenapa memangnya kalau dia menikah? Kau juga mau nikah?” ketus Ray.



“Boleh kita pulang besok saja? Aku ingin melihat pernikahan kakaku walaupun dari jauh, kumohon,” pinta Yara dengan berlutut sambil menggenggam tangan Ray.



Ray pun berbaik hati menyetujui permintaan kecil Yara yang menurutnya besar, tapi ia menyetujuinya hanya untuk mengintip dari kejauhan, bukan sebagai tamu undangan ataupun keluarga.


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2