
Gaun putih yang cantik menjuntai indan terseret di lantai, gadis itu berjalan anggun di dampingi oleh papa nya menuju altar untuk bersanding dengan sosok pria tampan yang tersenyum di sana
Tatapan kekaguman tamu undangan jatuh pada pasangan yang luar biasa elok nya. Air mata bahagia jatuh dari pelupuk masing masing orang tua mempelai, jangan lupakan Diego yang ikut serta di undang acara atas permintaan Ray
Diego duduk di kursi istimewa kerna dia juga berperan penting dalam membesarkan Ray serta mendidik nya
"Sial kenapa air mata ku menetes" Batin Diego ketika kata kata sakral keluar dari mulut Ray yang tandanya sekarang Yara dan Ray sudah sah menjadi pasangan suami istri
SKIP MALAM
Yara dan Ray sudah berada di kamar pengantin, tampak Yara yang terkapar di ranjang kerna merasa kelelahan
"Ra mandi dulu" Ujar Ray
"Nanti kak mata Yara rasanya berat banget"
Tak berucap lagi Ray langsung saja menggendong Yara ke kamar mandi
"Ih kak aku gak mau mandi!"
"Shuut diam"
Beralih Ray melepas gaun Yara kemudian mencemplungkan nya ke dalam bathup bersama dirinya juga yang sudah polos
Mereka berendam berdua dengan di temani kegiatan panas (You know lah)
Usai nya melakukan beberapa ronde barulah Ray kembali mengangkat tubuh Yara kembali ke ranjang, Yara benar benar lemas sekarang bahkan Ray yang memasang kan dirinya pakaian
"Sudah selesai ayo tidur ini udah sangat malam" Ucap nya dengan tersenyum lembut
Seminggu kemudian...
Ray memutuskan untuk membeli sebuah apartemen dekat ibu kita agar ia mudah pulang balik kampus. Apartemen yang sangat besar untuk di tinggali berdua saja dengan Yara
"huh" lengus Yara ketika baru saja melihat apartemen yang akan menjadi tempat tinggal nya ini
"Ada apa?" Tanya Rai
"Ini terlalu besar bagaimana cara ku membersihkan nya sendiri!"
__ADS_1
"Sewa maid aja kali ya?"
"Eng kak kaka sekarang kerja apa?"
"Jual organ"
"Serius kak"
"Kaka belum kerja Ra, tapi tabungan kaka cukup untuk 10 tahun kedepan. Jangan khwatir kan tentang itu"
Ray memperlihatkan buku tabungan nya, mata Yara membulat sempurna ketika melihat deretan dijit di dalam nya, benar benar panjang
"Yaudah kaka fokus saja belajar jangan kerja, kerjanya nanti saja kalau sudah selesai menyelesaikan study"
"Emm Dua saja untuk bersih bersih yang masak biar Yara saja"
"Ok akan kaka carikan"
Beruntung sekali Ray memiliki tabungan yang banyak walaupun itu hasil kerja ilegal, tapi setidaknya ia bisa fokus study penerbangan untuk mewujudkan cita cita nya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
Esok nya Yara bangun pagi pagi sekali untuk membuat sarapan kerna Ray ada jadwal pagi hari ini
"Sayang masak apa?"
__ADS_1
"Sup jamur"
"Em kayak nya enak, udah lama gak makan itu"
Cup~
Pasutri emang romantis ya, pagi pagi udah cium cium aja
"Kak Ray tunggu di meja jangan ganggu di sini"
"Ok istri ku" Kekeh nya
Yara tertawa geli mendengar nya, tak di pungkiri Ray semakin mesum sehabis menikah, bahkan tangan nya sekarang memainkan dada Yara yang tengah memasak padahal sudah di suruh menunggu saja di meja makan
"Sayang nanti siang pembantu nya datang"
"Em ok, aku akan menunggu. Kau sudah membicarakan gaji dengan mereka?"
"Kau saja yang bicarakan dengan mereka nanti"
"Tua atau muda?"
"Umur 30 an sudah punya anak dan suami kau tenang saja, suami mu ini tau apa yang kau khwatir kan"
"Good job"
__ADS_1
Tbc.