Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 74


__ADS_3

Yara tertawa sambil terjongkok menertawakan reaksi Jimmy yang tidak mampu melawan, oh iya jangan lupakan celana basah nya itu


Sekarang Yara mengerti apa yang di rasakan Ray ketika mengancam seseorang, ternyata rasanya semenyenangkan ini pantas saja Ray betah


"Ahahaha baiklah aku akan mengampuni mu, tapi dengan satu syarat"


"Ka-katakan aku akan menuruti semuanya" Jawab Jimmy, ia merasa ada peluang untuk hidup


"Buat papa ku kembali bekerja, bilang pada papa mu kalau kau sendiri yang mempermalukan pak Teon. Satu lagi jangan pernah beri tahu tentang ini pada siapapun, atau aku akan datang lagi menjemput mu"


"Iya akan ku lakukan, aku janji" Jimmy benar benar tak menyangka di balik sosok Yara bak malaikat ternyata tersimpan sisi gelap yang tidak di ketahui orang lain


Yara tersenyum, ketika ia berbalik untuk pergi ternyata ada satu penonton yang duduk di atas kursi


"Apa sudah siap main mainnya?"


"Kak Ray?!"


Ray menarik tangan Yara untuk pergi dari situ, pria itu membawa Yara masuk ke dalam mobil nya


Jimmy memasang wajah bodoh nya, ia kembali bertemu dengan orang yang sama di kafe lalu


"Siapa dia?" Ucapnya, ketika melihat kedua manusia itu telah meninggal kan nya




"Kenapa kaka ada di tempat seperti ini? KAKA NYEWA JAL-



Belum sempat Yara menyelesaikan perkataan nya, Ray langsung menyumpal mulut gadis itu dengan bibir nya


__ADS_1


"Jangan nuduh sembarangan, lagian siapa tadi yang turun dari taxi main lari aja tapi gak di bayar?"



Yara terdiam sejenak



"Ah aku lupaaaa, mana pak taxi nya?"



"Udah kaka bayarin tadi. Sekarang tolong jelas kan tentang belati itu" Ray mengangkat tubuh Yara naik kepangkuan nya, bahkan sangking dekat nya, napas mereka saling menyapu wajah masing masing



"Iya ini punya kaka"



"Siapa yang menyuruh mu menggunakan nya?"




"Itu sangat berbahaya Yara, kaka tau kau hanya mengancam nya tapi bagaimana kalau dia melawan tadi? Kaka yakin dia bisa menumbangkan mu dalam sekejap, hanya saja ia tidak memiliki nyali"



"Maka dari itu Yara berani mendatangi nya"



"Tidak boleh! kau tidak punya kemampuan di bidang itu. Hanya bermodalkan nekat saja tidak cukup"

__ADS_1



Seketika mood Yara berubah jadi bete, Ray memarahinya kerna hal tadi. Ray menahan tubuh Yara yang ingin beranjak dari pangkuan nya, gadis itu memberontak



"Lepasin!"



"Yara dengar kan kaka" Intonasi bicara Ray terdengar begitu halus, cukup mudah bagi nya menetralkan emosi gadis nya



"Kalau ada apa apa kau bisa bilang pada kaka, jangan bergerak sendiri. Cukup tangan kaka saja yang penuh darah, tangan mu jangan lagi. Kau harus mengerti Yara kaka tak ingin terjadi sesuatu pada mu"



Yara terdiam menatap dalam mata Ray, pria itu begitu tulus. Ia kira Ray akan bangga padanya tapi nyata nya tidak, pria itu seperti iblis tapi ia tidak ingin Yara sama sepertinya, ia ingin Yara hidup normal sebagaimana mestinya, Yara harus hidup damai dan nyaman itulah yang Ray inginkan



"Yara tidak akan mengulangi nya lagi kak, Yara sadar Yara tidak sekuat itu maafkan kecerobohan gadis bodoh ini"



"Siapa yang bilang kau bodoh? Bahkan nilai ijazah SMA mu A\+ semua"



"Itu bukan nilai ku" Cibir Yara



Ray hanya terkekeh saja, nyata nya menurut Ray ini lucu.

__ADS_1



**Tbc**.


__ADS_2