
"Kaka balik ke kamar kaka dulu ya Yara. Kaka ipar mu pasti udah nungguin tuh"
"Mau ngapain tuh?" Goda Yara
"Anak kecil gak perlu tau" Ejek Poppy lalu kemudian ia pergi
Yara pun dengan segera mengunci pintu, senyum langsung hilang dari wajah nya. Dengan langkah cepat Yara pergi ke kamar mandi
BRAK"
Lagi lagi Yara membanting pintu, membuat sang penghuni yang sejak tadi menunggu manatap nya dengan raut penuh tanda tanya
"Kali ini apa lagi?" Ujar Ray
Yara tidak menyaut, ia langsung saja meninggalkan Ray
"Hey sayang ada apa hmm?" Pujuk Ray
Tidak menyaut lagi, bahkan ia melepaskan tangan Ray yang memeluk pinggang nya dari belakang
"Bicaralah, kalau gini kaka bingung harus apa?"
"Kaka pernah meniduri kak Poppy kan?"
Ok Ray sekarang mengerti apa yang membuat gadis ini marah, dan ia menyesalinya sekarang ada rasa takut yang tiba tiba datang membuat nya jadi gugup untuk mengatakan kenyataan
Ray membuang napas nya pelan, kembali menatap Yara yang wajahnya terlihat jelas kalau ia sedang kecewa berat
"Iya pernah" Jawab Ray
"Berapa kali?"
"Hanya sekali, percayalah"
Bulir bening menetes dari pelupuk mata Yara, Ray menangkup wajah itu menatapnya dalam sembari terus meminta maaf
"Yara tau kaka sering tidur dengan wanita lain di luar sana sebelum nya, tapi Yara kecewa berat kaka meniduri kak Poppy juga" Isak Yara di banjiri air mata
"Maaf Yara kaka tidak menyangka akan memiliki hubungan dengan mu juga"
"Ini memalukan sekali, kami kaka beradik sudah kaka cicipi semua. Untung lah ada kak Gilang yang mau menerima kak Poppy apa adanya"
__ADS_1
"Bagaimana apa sudah selesai?" Tanya Gilang ketika melihat Poppy masuk ke kamar
"Iya sudah"
"Jadi apa kata Yara?"
"Dia meminta ku untuk melupakan segala konflik di antara kami berdua"
"Lihatlah dia begitu baik, kedepannya kau juga harus mendukungnya jika Yara dalam masalah"
06.00 Pagi
Ray sudah bangun sejak tadi, ia memperhatikan Yara yang masih pulas tidurnya. Mata gadis itu terlihat bengkak akibat dari menangis semalaman
"Kaka benar benar bajingan ya Yara" Aku Ray, di elus nya mata Yara hingga gadis itu terusik dan mulai mengerjap matanya perlahan menerima cahaya yang sedikit demi sedikit masuk
"Kak Ray" Gumam Yara
__ADS_1
"Pagi sayang" Di kecup nya jidat gadis yang masih mengumpulkan nyawa untuk sadar sepenuhnya
"Kau masih marah?" Tanya Ray kerna gadis nya terdiam kembali
"Apa yang harus kaka lakukan agar kau tidak marah lagi hmm?"
"Minta maaf lah dengan kak Poppy dengan cara yang benar, jika kak Poppy memaafkan maka Yara akan maafkan juga"
"Baiklah jika itu mau mu, kaka akan meminta maaf dengan Poppy"
"Bukan atas kemauan ku tapi atas kesadaran kaka akan kesalahan ingat itu" Jelas Yara, permintaan maaf itu seharusnya dari hati bukan atas dasar seseorang yang menyuruh nya
"Iya kaka mengerti"
"Ok Yara akan mengatur pertemuan kaka dengan kak Poppy, oh iya satu lagi sama kak Gilang. Kaka juga harus meminta maaf pada mereka berdua"
"Gilang juga? salah ku apa dengan Gilang?"
"Jangan lupakan kaka lah yang pertama menyentuh istri kak Gilang, bukankah itu seharusnya hal kak Gilang" Tunjuk Yara ke wajah Ray
Ray pun mengangguk pasrah tanda setuju, entah iklas ataupun tidak siapa yang tau? yang jelas tujuan utama Ray adalah membuat Yara tidak marah lagi dengan nya.
__ADS_1
**Tbc**.