Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 37


__ADS_3

Bahkan jika Agha yakin dengan tebakannya ia tetap tidak bisa menemukan adiknya yang sudah tiga tahun ini hilang. Payah! Agha merasa dirinya tidak berguna, FR adalah satu satunya pelaku yang tidak bisa ia ungkup identitasnya hingga sekarang.


Semua orang sudah menganggap Yara mati kecuali dirinya, papanya juga sudah tidak menanyakan tentang perkembangan pencarian Yara sejak tahun lalu, tapi dapat terlihat dari raut wajah orang tuanya mereka sudah mengikhlaskan kepergian Yara walaupun berat di awal.


“Gha,” panggil Javer memecahkan lamunan Agha. “Jangan ngelamun gitu, besok pernikahan adik kamu si Poppy itu kan?”


“Iya.”


“Di umur 21 tahun aja adikmu udah nikah, kamu kapan?” ejek Javer menyenggol bahu Agha sambil tersenyum menggoda.


“Ck kaukan juga belum nikah.”


“Tapi kan aku punya pacar, sedangkan kau? lebih baik kau cari pacar ikhlasin kepergian adikmu.”


BRAK!


Agha memukul meja sebagai isyarat untuk berhenti mengatakan adiknya sudah mati, perkataan itu menjadi tabu untuk Agha dengar.


Javer menutup mulutnya dengan tangan menyadari perkataan yang baru saja keluar dari mulutnya , sungguh ia tidak sengaja. Netranya menangkap sosok Agha yang mukanya merah padam menahan emosi.


Dengan langkah besar Agha meninggalkan Javer di ruangan dengan rasa penyesalan Javer. “Aduh, aku salah sebut,” benak Javer berucap.

__ADS_1


...----------------...


Dengan langkah yang terlihat gembira, Yara berjalan di jalanan kota khusus pejalan kaki, keramaian ini membuat Yara kembali merasa bahwa dirinya di ciptakan tidak seorang diri, banyak orang di sekitarnya. Niat untuk melarikan diri semakin membara terpancar di matanya yang berkaca kaca.


“Mau kemana?” Sedari tadi Ray memperhatikan kebahagiaan Yara yang seakan memiliki sayap untuk terbang bebas.


“Kuliner!” jawab Yara semangat.


Satu persatu jajanan kuliner Yara cicipi diberbagai tempat, Ia sangat menikmati kebebasannya hari ini. Kakinya menapak bebas tidak ada keraguan akan ketakutannya seperti di hutan yang menjadi tempat ia di asingkan.


Yara mengelus perutnya yang kekenyangan. “Kak habis ini kita nonton ya?” ajak Yara, Rai hanya membalas dengan anggukan saja.


“Kaka pergilah beli popcorn biar Yara yang mengantri menunggu tiket di sini.”


“Tidak” jawab Ray cepat.


“Biar cepat loh kak.”


“Masih panjang waktu sebelum Film di mulai, tidak perlu buru buru.”


“Sial! Dia sulit sekali di kibuli,” geram Yara berucap dalam hati.

__ADS_1


BRUK.


Tak sengaja seorang gadis menyenggol bahu Yara saat mengantri membeli popcorn. “Eh maaf aku tidak sengaja,” ucap nya.


“Retno!” batin Yara terpekik melihat sesok gadis yang selalu mengomentarinya dulu.


Retno memicingkan matanya merasa kenal dengan seseorang yang ia tabrak barusan “Matamu terlihat familiar, bisa buka masker mu?” tanya Retno.


Ray menarik kasar tangan Yara menjauhi Retno, tapi sebelum itu Yara menjatuhkan dua benda dari tasnya.


Retno memungutnya lalu berusaha mengejar tapi mereka sudah hilang dibalik tikungan.


“Siapa pria itu? kenapa menarik tangan seorang gadis begitu kasar?” Jelas Retno tidak mengenali Ray sang senior masa SMA nya dulu, itu kerna Ray juga memakai masker serta hoodie yang menutupi kepalanya.


“Terus, kuapakan kaca mata dan topi baret ini?” tanya Retno pada dirinya sendiri.


Tbc.


...Like dan Komentar ...


...Kalau perlu Vote dan Follow. ...

__ADS_1


__ADS_2