Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 34


__ADS_3

Pagi ini embun cukup tebal menutupi pepohonan yang lebat di luar sana, sambil duduk di bangku teras Yara ditemani dengan roti prancis dan juga segelas kopi yang menjadi favoritnya.


CKLEK


Yara menatap seorang pria yang baru saja keluar dari pintu dengan tatapan heran.


“Bukankah sekolah masih libur? Kak Ray mau kemana?” tanya Yara ketika mendapati Ray memakai jaket lepis hitam serta sepatu jordan. Gayanya tampak keren.


“Mau ketemu Maya,” jawab Ray.


“Bukannya kalian sudah putus, ya?”


”Kaka tidak pernah memutuskan nya sama sekali, kaka sangat mencintainya”


“Tapi-


Belum sempat Yara menyelesaikan perkataannya, Ray terlebih dahulu berlari pergi dan hilang di balik embun.


“Aku ditinggal lagi,” keluh Yara mengehela napasnya panjang. “Bagaimana kabar kak Poppy sekarang ya? Apa dia tau kalau kak Ray masih menjalani hubungan dengan kak Maya?” pikir Yara sambil menyeruput kopinya.


Di sisi lain, Agha menatap air sungai yang tampak keruh akibat dilanda hujan semalam dari tepi jembatan, mengacak rambutnya prustasi kerna belum mendapatkan jejak keberadaan adik bungsunya. Sedangkan Celvin sibuk menuntut akan Yara pada Agha.


“Yara di mana kau, dek?” Setetes air mata jatuh tanpa disadari membuatnya dengan cepat menghapus tanda kesedihan berbentuk cair itu.

__ADS_1


Drrrrt...Drrrrt.. Drrrt


Agha berdecak kesal dengan getaran HP yang mengusik kesendirian nya yang tengah berpikir keras


“Gha aku sudah mengumpulkan informasi yang kau minta, di mana kau sekarang?” tanya Dario di sebrang sana


“Aku ke sana sekarang, kau tunggu aku.”


TUT” Agha mematikan panggilan dan langsung bergegas menuju gedung kantor polisi.


Sesampainya di kantor Agha langsung keruangannya untuk menemui Dario.


“Dar,” panggil Agha.


Agha pun duduk berhadapan dengan Dario. “Aku sudah mengecek latar belakang dari beberapa korban pembunuhan yang menculik adikmu itu, masing masing dari mereka memiliki riwayat tuduhan kriminal.” Dario berhenti sejenak lalu melihat tatapan Agha yang mulai serius.


“Kenapa kau diam? lanjutkan,” titah Agha.


“Nardo umur 36 tahun mayat yang kita temukan di tepi sungai lalu. Dengan catatan kriminal tuduhan pedofilia, setelah kami mendatangi korban dari Nardo akhirnya beberapa anak mengaku kalau Nardo benar-benar melecehkan mereka setelah mengetahui Nardo sudah wafat.”


“Selanjutnya Herry seorang laki laki berumur 29 tahun, mayatnya ditemukan di hotel tempat ia menginap dengan catatan kriminal penipuan jutaan dolar.”


“Untuk korban yang berikutnya saling bertaut, mereka adalah pasangan mata-mata bernama Maka dan Jerry, berusia sama sama 38 tahun dari organisasi kriminal California yang dikirim untuk menangkap musuh dari organisasi mereka yang menetap di sini.”

__ADS_1


Agha seketika berdiri seolah menemukan sedikit celah. “Siapa musuh mereka?”


“Tak banyak hal yang menggambarkan tentang siapa yang ingin mereka tangkap, tapi kami menemukan saksi yang sempat mendengar obrolan pasangan itu sebelum meninggal.”


“Apa yang mereka katakan?”


“Saksi itu bilang mereka menyebutnya dengan sebutan target FR. Hanya itu, tidak ada yang lain. Mau kubacakan korban selanjutnya?” tawar Dario.


“Letakan dokumen itu di atas meja, aku akan membacanya nanti. Aku yakin FR lah dalang dari semua kematian itu,” ucap Agha menarik kesimpulan.


“FR? maksud mu mata-mata itu mati di tangan target nya sendiri?”


“Dari laporanmu dapat di simpulkan Mala dan Jerry meremehkan musuh mereka dengan bekerja hanya berdua. Tebakanku FR adalah seorang remaja yang umurnya masih belasan tahun.”


“Kenapa kau berfikir seperti itu Agha?” tanya Dario bingung dengan pemikiran temannya.


“Keponakanmu sangat nakal bukan? Apa kau butuh bantuanku untuk menghukumnya?” tanya Agha tiba-tiba.


“Tidak perlu, aku bisa sendiri.”


“Jadi begitulah kira kira contoh nya. Orang dewasa tidak butuh banyak orang untuk menghukum anak kecil, apa kau mengerti yang aku maksud?”


“Oooh!!” Teriak Dario kemudian bertepuk tangan. Apapun yang Agha katakan akan terdengar masuk akal di telinga Dario, itu kerna Dario malas mikir.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2