Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 42


__ADS_3

Ray masuk ke dalam rumah nya, rumah yang selalu tampak bersih dan rapi itu selalu membuat Ray merasa nyaman, di tambah dengan kehadiran seorang gadis yang suka sekali memakai dress berwarna putih sangat kontras dengan kulit nya yang bersih


Ray menatap lekat gadis yang tengah berusaha memecahkan jawaban dari buku teka teki silang yang biasanya mengisi waktu suntuk di kala gadis itu tidak tau harus melakukan apa lagi


"Mana yang susah? sini kaka bantu" Tawar Ray yang langsung baring telungkup di lantai seperti posisi Yara


"Jam berapa ini? kenapa kaka sudah pulang?"


"Kenapa emang nya?"


"ini kan hari senin, di hari ini biasanya kaka pulang malam"


Ray hanya tersenyum tipis lalu mengambil pena yang di genggam Yara "Kita jawab ganti gantian dengan begitu kau akan bisa menebak jawaban selanjutnya dengan mudah" Ray mulai menulis jawaban yang membuat Yara tadi garuk garuk kepala


"Oh jadi jawaban nya itu ya? kenapa Yara tidak kepikiran ya?"


"Kau bodoh" Jawab nya dengan tangan nya menyentil dahi Yara


"Aw sakit" Ringis Yara

__ADS_1


"Ah panas nya" Ray membuka sweater merah yang membungkus nya lalu melempar ke sembarang arah


"Jangan buang sembarangan! taruh di tempat nya" Ucap Yara kesal, ia capek capek membersihkan rumah sedang kan Ray dengan seenak jidatnya menyerakan barang barang


"Nanti saja" Jawab Ray enteng


Yara mendengus kesal lalu berdiri mengambil sweater Ray untuk di taruh ke keranjang baju kotor


Setelah Yara kembali lagi Ray hanya tersenyum tanpa merasa bersalah, pria itu memang tidak tau malu.


"Giliran mu Yara" ia menarik tangan Yara untuk kembali bertelungkup di lantai bersamanya


"Apa itu yang merah merah di leher kaka?" Tanya nya dengan meneliti


"Bukan apa apa"


"Bukannya itu ******? aku pernah melihat yang seperti ini di film" Tuduh Yara sambil menarik kerah baju Ray


"Sudah tau kenapa nanya?"

__ADS_1


"Kaka melakukan hal yang seperti itu?!" Kejut Yara sambil menutup mulut nya dengan tangan kerna merasa tak percaya


"Hei kenapa kau terkejut seperti itu?" Ray merasa tersinggung dengan reaksi Yara yang menurut nya berlebihan


"Dengan kak Maya?"


"Itu hal yang pribadi untuk apa kau menanyakan nya? anak kecil tak perlu tau"


"Siapa yang anak kecil? umurku hanya lebih muda dua tahun dari kaka"


Ray malas meladeni pertanyaan Yara yang menurut nya tidak penting, berdiri ia melangkah santai ke ruangan rahasia tempat ia menyimpan semua organ korbannya


Sesak yang Yara rasakan di dadanya, ia merasa takut sekaligus kecewa. Padahal Yara tau kalau Ray terkenal playboy hanya saja ia tidak mengira bahwa Ray melakukan hal yang sejauh itu


"Apa dia sering melakukan hal itu? terus bagaimana kalau kak Maya hamil? apa dia akan membawa kak Maya ke sini atau malah mencari rumah di kota dan hidup bahagia berdua meninggalkan ku yang sendiri terasingkan di hutan. Tidak tidak!! aku takut, pokoknya itu tidak boleh terjadi" Ucap Yara dalam hati merasa prustasi


Yara tidak ingin di tinggal sendiri di sini, jika cintanya hanya sepihak setidaknya biarkan Yara keluar dari tempat ini dan mencari kebahagiaan nya sendiri


Hanya ada dua pilihan, Pertama Ray menerima Yara dan ke-dua Ray melepaskan Yara. itulah yang ada di pikirkan Yara untuk membuat nya bisa menerima kenyataan. Terus bagaimana dengan Ray? semua keputusan ada di tangan nya.

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2