
Yara tidak menyangka saat ia memejamkan mata untuk memanjakan mata nya yang terasa berat, setelah bangun Yara sudah berada di ibu kota, kota yang sangat ia hindari setidaknya untuk sementara
Dan apa ini? Jimmy bilang ia sudah izin pada Reva untuk membawa Yara ke rumah paman Jimmy yang beralamat di ibukota. Cukup sudah Yara menurut, tidak segan segan ia memarahi Jimmy di depan umum
"Kenapa kau membawa ku sampai jauh ke sini!" Marahnya
"Duduk lah dulu Yara kita makan dulu ya" Jelas Jimmy sambil manarik tangan Yara untuk duduk
"Tidak mau!" Yara menghempas tangan Jimmy kasar
"Yara malu di lihat orang ayo duduk" Ucap nya dengan suara pelan
"Bagaimana bisa aku tenang? aku tidak tau apa apa tentang ini. Lagian untuk apa aku bertemu paman mu? sama sekali tidak penting! kau pergilah ke rumah paman mu sendiri aku mau ke kantor kak Agha saja" Yara beralih mengambil tas nya lalu melangkah untuk keluar dari tempat itu
Baru beberapa langkah Yara berjalan tangan nya sudah di cekal oleh Jimmy guna menahan gadis itu
"Lepaskan!" Lagi lagi Yara menghempas tangan Jimmy, tak menunggu lama lagi Yara langsung lari ke luar
"Yara tunggu!"
Puk"
Belum sempat Jimmy mengejar Yara, ada sebuah tangan yang menepuk bahu nya hingga pergerakan Jimmy berhenti
Jimmy berbalik dan mendapati seorang pria memakai hoodie abu abu serta masker yang menutupi mulut nya
"Siapa kau?" Tanya Jimmy heran
__ADS_1
Ray tidak menjawab, ia kembali berjalan ke mejanya untuk menikmati makanan yang sudah datang
Jimmy acuh akan pria itu, ia kembali menoleh untuk mencari keberadaan Yara tapi gadis itu sudah hilang entah kemana
"Sial!" Umpat Jimmy
Dengan langkah besar Jimmy menggebrak meja pria yang mengganggu nya tadi
"Gara gara kau pacar ku lepas!" Marah nya sambil menunjuk wajah Ray
"Pacar? kalau kau tak ingin mati mulai sekarang jauhi gadis itu"
"Punya hak apa kau? orang tua kami berdua menjodohkan kami berdua asal kau tau!"
"Oh"
Dengan langkah cepat Jimmy kembali ke mobilnya. Tak mungkin Jimmy menyusul Yara jika gadis itu bersama Agha, bisa bisa ia di tembak mati oleh Agha
"Kak" Panggil Yara menghampiri Agha di ruangan nya
"Yara kenapa kau di sini?" Tanya Agha
__ADS_1
Yara pun duduk sebelum akhirnya ia menceritakan semua nya pada Agha. Tak di pungkiri Agha sedang menahan emosinya setelah mendengarkan cerita Yara
"Hanya kerna dia anak CEO dari tempat papa bekerja, bagaimana bisa dengan mudah nya mama membiarkan mu di bawa oleh nya" Geram Agha, terkadang mama nya itu terlalu banyak tingkah
"Tidak tau" Sendu Yara
"Kaka akan mengantarkan mu pulang besok ok, untuk sekarang di sini saja bersama kaka. Kalau si breng\*sek itu datang kaka akan menghajarnya"
"Tapi kak kalau kau menghajarnya bisa saja papa di pecat dari kantor"
"Peduli setan tantang itu, kaka tidak setuju jika kau di jodohkan dengan pria yang hanya berlindung di balik nama orang tua nya saja, bagaimana bisa dia melindungi mu jika seperti itu? mental pengecut!" Hina Agha terlampau tidak suka dengan pemikiran kuno orang tua nya.
**Tbc**
__ADS_1