Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 57


__ADS_3

Yara berjalan di tengah tengah di antara mereka berdua, dua pria itu memandang Yara seakan pernah melihat nya


"Rasanya aku pernah melihat mu" Ucap Ivan sambil berpikir keras


"Ku pikir ini pertemuan pertama kita" Jawab Yara


Rico pun berkedip beberapa kali, ia merasa seperti melewatkan sesuatu yang penting. Dengan terus berpikir akhirnya Rico bersuara


"Aku ingat!" Teriak nya tiba tiba, Yara dan Ivan pun menghentikan langkah nya menunggu jawaban dari Rico


"Kau Ivy Ayyara anak dari direktur Calvin!! Berita tentang kau yang di culik buron polisi sempat viral dulu" Ujar Rico


"Benar! baru aku ingat sekarang. Tapi katanya gadis ini sudah mati ya? Kau benaran hantu kan?!" Tuduh Ivan


Rico juga menatap Yara sama seperti Ivan, kecurigaan mereka tentang Yara adalah hantu kembali lagi


Yara mendengus kesal, ia lelah selalu di tuduh hantu. "Untung aku masih butuh kalian untuk keluar dari sini. Kalau enggak sudah ku tendang pantat kalian berdua" Ucap Yara dalam hati

__ADS_1


"Aku di tawan oleh pembunuh itu, sekarang aku sedang kabur darinya. Maka dari itu kita harus cepat keluar dari hutan ini sebelum pembunuh itu menyadari kepergian ku" Jelas Yara. Rico dan Ivan hanya mengangguk angguk paham.


...***...


Ray baru saja sampai di rumah nya, sebelum masuk ia duduk dulu di teras "Maya pasti bakal ngambek nih" Gumam nya


Setelah selesai menenangkan pikiran nya yang sempat pusing akibat terlalu banyak pikiran yang di sebabkan oleh rekan rekan nya yang ceroboh, baru lah ia beranjak untuk membuka pintu


KREEK"


Sungguh sambutan yang luar biasa, baru saja Ray membuka pintu ia di suguhi sebuah kepala yang bergantung tepat di depan nya


PUK"


Saat Ray melangkah, tak sengaja ia menginjak tubuh tanpa kepala di bawah kaki nya


Suara teriakan menggema hingga ke luar, Ray menangisi kekasih nya yang tidak lagi bernyawa. Di peluk nya erat erat tubuh itu sambil terus terisak merasakan pedih di hatinya

__ADS_1


"Siapa penyusup yang masuk ke rumah ku?" Gumam Ray sambil menyeka air matanya


"Yara?" Panik Ray mengira gadis itu juga bernasib sama seperti Maya. Berlari Ray menuju ruang tersembunyi milik nya untuk memastikan, saat ia sampai pintu yang tadinya ia kunci kini terbuka lebar


"Tidak tidak tidak ku mohon jangan" Ray semakin panik ketika berpikir kalau dugaan nya benar. Sesampainya dia di sana, ia tidak melihat Yara di manapun


"YARA!" Panggil Ray berlari ke sana kemari mencari keberadaan nya


Ray berlari kembali ke dekat mayat Maya, baru ia sadari kalau Maya di bawa ke depan pintu dengan cara di seret. Di ikuti nya jejak darah di lantai hingga sampai lah ia ke kamar nya


Darah di dalam kamar itu tercecer ke mana mana, sudah di pastikan pelaku membunuh Maya di dalam kamar ini


"Yara! di mana Yara?" Lanjut Ray mencari Yara


"Kapak ini?" Ray terdiam dan mengeraskan rahang geram, sekarang ia mengerti siapa pelaku yang sebenarnya


Kapak yang seharusnya ada di ruang senjata kini tergeletak di kamar nya, siapa lagi yang membawa benda itu selain Yara? hanya gadis itu yang mengetahui seluk beluk rumah itu selain dirinya

__ADS_1


"Yara awas saja kau" Ray bergegas mencari Yara di luar. Ray sendiri tidak menyangka kalau Yara seberani itu sekarang, Ray mengakui kebodohan nya kerna berpikir Yara akan terus menurut pada nya, lihatlah sekarang gadis itu membalas kan dendam nya seperti apa yang Yara katakan beberapa hari yang lalu.


Tbc.


__ADS_2