
Pukul 08.00 Pagi
"Selamat pagi cantik, apa tidur mu nyenyak" Sapa Kelly ketika melihat Yara terbangun
Yara merasa perut nya sakit, panyudara yang serasa bengkak dan tidak nyaman bahkan ia merasa tidak punya tenaga, kakinya juga di penuhi balutan perban
"Kau istirahat saja jangan melakukan apapun, katakan apa saja yang kau mau padaku. aku ada di sini untuk merawat mu" Ucap Kelly
"Hem?"
"Ada apa?"
"Kenapa rasanya aku seperti memakai pembalut? apa aku datang bulan?"
"Emm i-ituu" Kelly tampak gugup dan merasa bersalah, mulut nya serasa kelu
Yara mengerti apa yang terjadi, tiba tiba Yara teriak dan mengamuk bahkan infus di tangan nya ia lepas paksa hingga mengeluarkan darah, teriakan dan makian keluar begitu saja dari mulut nya
Ray yang mendengar teriakan dari kamar pun langsung berlari menghampir. Yara terlihat seperti orang kesurupan, ia melempar barang bahkan mencakar wajah Kelly
"Ray tolong tahan tubuh nya!" Pinta Kelly dan Ray pun sigap memeluk Yara dan mengunci pergerakan gadis itu
Kelly menyiapkan suntikan bius penenang selagi Yara di tahan Ray
"BIADAP KALIAN BERDUA!!" Teriak Yara, sebelum akhirnya ia di suntik dan kembali tertidur
"Emosinya tidak stabil mungkin setelah bangun nantik dia lebih bisa menenangkan diri" Ucap Kelly sambil mengobati luka di wajah nya akibat cakaran Yara
__ADS_1
"Dia pasti sangat membenci ku sekarang" Ray menatap kosong ke arah jendela, ingatan nya tentang amukan Yara masih terngiang di otak nya
"Kau akan mendapatkan karma mu suatu hari nanti"
"Mungkin"
"Aku akan di sini untuk beberapa hari setelah memastikan gadis malang itu sembuh baru aku kembali"
"Jadi kapan kau akan membebaskan gadis itu?" Tanya nya. Kelly sendiri merasa bingung kenapa Ray menahan Yara terus di sisinya padahal Yara sudah pasti tidak akan membongkar rahasia Ray
Terdiam membisu, Ray tidak menjawab pertanyaan Kelly yang ia sendiri juga ragu dengan jawabannya
"Hei jawab, tidak sopan mengabaikan pertanyaan orang tua"
__ADS_1
"Sebaiknya kau diam Kelly jangan ikut campur urusan ku, tugas mu di sini hanyalah sebagai dokter selebihnya bukan urusan mu" Tegas Ray
"Aku hanya berta-
"Diam! atau ku bunuh kau" Ancam Ray membuat Kelly langsung terdiam seribu bahasa. Ray orang yang berbahaya kerna ia di besarkan oleh Diego si pria yang tidak memiliki belas kasihan
"Aku akan melihat Yara" Kelly berlalu pergi ke kamar dari pada berhadapan dengan Ray lebih lama
...----------------...
Di kamar terlihat Yara masih tertidur pulas, sebagai seorang wanita yang memiliki anak Kelly merasa bersalah kerna menuruti perintah Ray yang menodai harga dirinya sebagai seorang ibu
"Aku sudah biasa menangani aborsi tapi itu atas kehendak dari pasien itu sendiri, Yara aku merasa hina telah berpartisipasi mengambil anak mu padahal kau sendiri ingin mempertahankan anak itu. Maafkan aku, aku tidak bisa melawan si baji\*ngan itu kalau aku menolaknya dia tidak akan segan segan membunuh ku walaupun kami dari organisasi yang sama, dia sangat kejam Yara" Ucap Kelly di hadapan Yara
"Kau sangat cantik pantas saja Ray tidak ingin melepaskan mu, apa dia mencintaimu atau hanya untuk menjadikan mu pajangan di rumah ini? aku tidak mengerti. Tadi aku bertanya tentang hal itu dan kau tau apa yang dia katakan? dia mengancam ku makanya aku cepat cepat ke dekat mu kerna aku yakin dia tidak akan membunuh ku jika bersama mu" Kelly terus berbicara meskipun Yara tidak mendengar nya, itu lebih baik dari pada berbicara dengan Ray di depan sana.
__ADS_1
**Tbc**..