Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 98


__ADS_3

Suara langkah kaki yang menapak di keadaan sunyi nya malam menambahkan kesan horor bagi Ruby yang merasa sendiri


Mendekat dan semakin mendekat suara langkah nya semakin jelas di pendengaran wanita yang tengah berkeringat dingin tersebut


Kreeek~~


Pintu terbuka perlahan, pintu yang semula nya kecil tampak lebar dan luas dengan sosok wanita yang berjalan di tengah nya di pandangan Ruby yang menangkap jelas sosok tersebut



"K-kau?" Gagap Ruby setelah orang yang langkah nya saja membuat Ruby takut menampakkan diri keluar dari bayang bayangan


"Ternyata kau yang meneror ku wanita Eropa?" Tegur Yara, akhirnya ia melihat hujud wanita yang menginginkan nyawanya


"Ahaha akhirnya kau menampakkan diri juga, di mana kau sembunyi hah?" Seketika rasa takut Ruby hilang mendapati Yara di hadapan nya


Yara terkekeh, jelas saja wanita ini tampak meremehkan dirinya. Lihatlah seberapa arogan nya dia sekarang? kemana rasa takut tadi? mungkin tampang Yara yang seperti malaikat berhati lembut membuat penilaian Ruby salah tentang nya


"Kak Ray, di mana dia sekarang?" To the point Yara


"Kau mencari kekasih mu?.. dia sudah mati tenggelam di danau"


"Bohong!"

__ADS_1


"Aku tidak berbohong gadis manis, semua gara gara kau! seandainya dia menerima ku pasti dia masih hidup sampai sekarang" Gertak Ruby menyalahkan Yara


Yara kembali berpikir, apakah Ray memang sudah mati?


"Kau siapanya kak Ray?"


"Dia tunangan ku"


"Jangan ngelantur! katakan siapa kau" Gertak Yara


"Kau pikir kau siapa bisa menggerta-"


Seketika Ruby terdiam melihat Yara mengeluarkan pisau dari belakang nya, matanya membola kerna gadis itu mengacungkan benda tajam itu ke arah nya


"Aku takut darah kaka tapi aku takut kaka juga membunuh ku" Rengek Yara dengan air mata di pelupuk matanya


"Tidak, kaka tidak akan membunuh mu. Sini pisau nya dan kita bisa bicara baik baik"


Baru saja Yara ingin melangkah mendekat Ruby menghentikan langkah nya kerna takut


"Stop di situ, lempar saja pisau nya ok" Ucap nya lembut


Yara menurut dan melempar pisau yang ia pegang ke lantai hingga sekarang Ruby yang memegang kendali atas benda itu

__ADS_1


Tawa keras terdengar di ruangan itu sedangkan Yara hanya menatap polos


"Dasar gadis bodoh, padahal kau tau niat ku membunuh mu kenapa kau melepaskan senjata mu" Ejek Ruby terus tertawa


Ruby berjalan mendekat ke arah Yara dan Yara pun perlahan lahan mundur, senyum tak pudar dari bibir Ruby


"Akhirnya aku membunuh mu" Ucap nya bersiap menikam


Dan.....


DOR!


"AHHHHHHK~


Ruby berteriak sambil memegang tangan kirinya yang tadi nya memegang senjata tajam yang sekarang terjatuh tak berguna di lantai


"Maaf kaka aku lupa memberitahu mu kalau aku punya senjata api juga" Balas Yara kemudian memungut kembali pisau di lantai "Sekarang aku punya senjata api dan juga senjata tajam, jujur saja aku tidak pandai membidik jadi ku biarkan kaka mendekat dulu biar gak meleset"


Yara berjalan melewati Ruby lalu duduk di kursi sambil menyaksikan Ruby yang menangis meraung raung hanya kerna lubang di telapak tangan nya


"Kau belum menjawab pertanyaan ku kaka" Sindir Yara dengan tatapan datar nya, ia sengaja ingin menginterogasi dahulu.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2