
Lihat lah malam ini begitu gelap, sedangkan Calvin mengusak kasar surai nya. ia baru saja di pecat dari pekerjaan nya kerna berita penolakan lamaran Jimmy putra nya menjadi bahan lolucon di media sosial hingga membuat Teon merasa malu
"Pah jadi bagaimana ini?" Tanya Reva khwatir, akan kah kehidupan mewah ini akan segera berakhir? itu membuat Reva takut
Yara terdiam merasa bersalah "Siapa yang menyebar kan berita itu?" Gumam Yara, merasa janggal
"Maaf pah, semua ini pasti kerna Yara"
Tidak ada jawaban, Calvin masih pusing untuk sekedar merespon Yara sedangkan Reva kini ketakutan kehilangan segala kemewahan yang di miliki nya
"Jimmy! aku yakin ini ulah nya" Geram Yara. Dengan tergesa-gesa ia melangkah pergi ke kamar nya
Yara mengganti pakaian nya menggunakan dress hitam lalu membuka laci dalam nakas mengambil belati yang di tinggalkan Ray di sana "Ok anak mami kita lihat seberapa besar mental mu di hadapan senjata tajam"
"Meong"
"Untuk kali ini kau tinggal dulu ya moco, bulu mu berwarna putih bisa saja setetes darah akan mengotorinya nanti" Yara mengusap kening Moco lalu kemudian pergi keluar tanpa di sadari oleh siapapun, perhatian orang seisi rumah ini tengah teralih pada Calvin dan Reva yang duduk di sofa, hal itu membuat Yara dengan mudah keluar
Di balik pohon depan mansion megah, Yara memperhatikan dan berpikir bagaimana caranya agar ia bisa masuk ke bangunan mewah itu
"Bagaimana ini? banyak sekali penjaga nya" Gumam Yara
Tak menunggu beberapa lama setelah itu, Yara melihat Jimmy keluar dengan mobil Bugatti Chiron biru milik nya
__ADS_1
"Yah! dia mau kemana?" Yara berdecak kesal sekarang ia kehilangan target nya
Dua jam berlalu, sedari tadi Yara hanya mutar mutar menggunakan taxi mencari keberadaan Jimmy
"Sebenarnya mau ke mana sih dek?" Pak supir
"Udah lah pak nyetir aja, nantik bayaran nya bisa di bicarakan deh"
"DEK BAYARAN NYA" Teriak nya
"Berapa pak biar saya aja yang bayar" Ujar seorang pria menghampiri sang sopir kerna mendengar teriakan si bapak
"Tuan, wanita pesanan anda sudah menunggu di kamar no 021" Ujar pelayan Club. Jimmy emang sering memesan layanan special jika datang ke tempat seperti ini
__ADS_1
Jimmy pun beranjak dari duduk nya untuk pergi ke kamar nya
Krek"
Pintu pun terbuka, tapi Jimmy tidak mendapati siapa siapa di dalam sana
"Hei wanita di mana kau?
"Di sini"
Yara muncul dari balik pintu dengan belati di tengan nya
"Yara?!" Sontak Jimmy, ia semakin di buat kaget dengan benda yang di pegang gadis itu
"Apa apaan benda itu!"
Langkah Yara begitu menantang ia dengan cepat menusuk lengan atas Jimmy hingga banjir darah
Pria itu sontak teriak kesakitan atas serangan mendadak itu
"Kau sendiri kan yang menyebar berita itu?" Geram Yara, mengacungkan belati yang sudah basah di hadapan wajah Jimmy
Jimmy semakin merinding di buat nya, pria itu menangis bahkan sampai terke*cing dalam celana
"Dari mana kau tau?"
Yara terkekeh sekarang ia mendapat jawaban yang ia inginkan "Kau sengaja ingin membuat papa ku di pecat kan? Ok tidak apa apa, kalau gitu aku akan membuat mu melamar kerja di akhirat" Tangan Yara sudah siap menikam leher Jimmy
__ADS_1
"AMPUUUUN" Jerit Jimmy, dia tidak bisa bergerak bahkan kakinya terasa seperti jelly yang tidak memiliki tulang.
Tbc.