Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 65


__ADS_3

Mata Yara membulat sempurna, dapat ia rasakan bunyi detak jantung nya sendiri berdebar begitu kencang


Seseorang tidur dengan nya semalaman bahkan tangan nya melingkar sempurna di pinggang ramping Yara. Hangat nya deru napas yang meyapu leher nya hingga membuat Yara tidak berani bergerak kerna takut membangunkan seseorang yang masih lelap tersebut


Yara dapat dengan mudah mengenalinya bahkan hanya dengan melihat tangan nya saja


"Kak Ray?" Gumam Yara


Ray, entah bagaimana caranya ia masuk tapi kenyataan nya pria itu lah yang sedang memeluk Yara dengan pulas nya


Sudah satu jam Yara tidak bergerak, ia teramat takut. Malaikat maut nya sudah menjemput, pikiran nya sudah mengarah bahwa hari ini adalah hari terakhir nya hidup


"Selamat pagi" Ucap Ray masih dengan posisi yang sama


Yara terkejut, akhirnya Ray terbangun dengan dirinya yang bahkan tidak berani bergerak. Wajah Yara langsung berubah pucat pasi sungguh ia tidak berani berkata


Terdengar kekehan Ray, pria itu menyadari kalau Yara sedang ketakutan dari dingin nya tangan Yara secara tiba tiba


"Jangan takut, aku tak akan membunuh mu" Ujar Ray


Yara pun memberanikan diri untuk duduk lalu menatap Ray yang masih terbaring yang juga menatap Yara


"Kaka tidak marah?" Ucap Yara ragu


"Marah, tapi sayang nya kaka tidak bisa membunuhmu"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Entah"


"Terus kenapa kaka ke sini?"


"Hanya rindu saja" Ucap Ray sambil memainkan alisnya turun naik untuk menggoda Yara, seketika Yara merasa tersipu dan beralih berbalik badan


"Pergilah" Usir Yara mencoba menutupi kegugupan nya


Cup"


Ray duduk mengecup leher Yara menyampingkan rambut nya serta membawa Yara duduk di pangkuan nya


Yara? dia pasrah, perlakuan Ray membuat nya terlampau terkejut hingga membuat nya tidak bergeming. Sungguh pria buaya ini bisa melumpuhkan siapa saja


BRUK"


Yara langsung mendorong tubuh Ray hingga pria itu kembali terbaring


"Kau iblis! sebaiknya pergi dari sini. Bukannya kata mu tadi kita impas? apa yang kaka tunggu? pergilah sekarang" Usir Yara kembali, Jujur saja Yara masih sakit hati walaupun ia sudah membalaskan dendamnya dengan nyawa di bayar nyawa


Reaksi Ray sungguh membuat Yara kecewa, hal yang ingin Yara lihat adalah kesedihan Ray kerna kehilangan kekasih tercintanya. Tapi apa ini? bahkan Ray terlihat segar seperti tidak memiliki masalah apapun


Ray tidak mendengarkan ucapan Yara bahkan dengan santai nya ia menarik selimut untuk berbaring dengan nyaman nya "Jangan berhubungan dengan laki laki manapun" Ucap Ray tiba tiba

__ADS_1


"Kau tidak punya hak untuk mengatur ku, terserah aku mau berhubungan dengan siapapun itu"


"Kaka masih berbaik hati Yara, jangan membuat ku berbuat lebih"


TOK TOK TOK


"Yara bangun" Panggil Reva dari luar


"Iya ma Yara udah bangun" Jawab Yara


"Tumben pintu nya di kunci? buka pintunya Yara" Ujar Reva kembali


Yara melirik Ray, ia mengerti siapa pelaku yang mengunci pintu nya


"Mama duluan aja nanti Yara nyusul"


"Yaudah cepat ya, udah itu bantuin mama nyiapin sarapan" Akhirnya Reva pergi dari kamar Yara


"Bagaimana cara kaka masuk ke kamar ku?"


"Manjat lewat jendela" Jawab Ray enteng


"Tapi jendelanya Yara kunci"


"Membuka kunci itu mudah saja bagiku"

__ADS_1


"Maling!" Ucap Yara sebelum akhirnya ia ke kamar mandi.


Tbc.


__ADS_2