Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 69


__ADS_3

Menoleh ke kanan dan kiri, Yara lihat mamanya tengah memilih baju di seberang sana. Melihat situasi sepertinya Reva akan lama memilih baju, ini kesempatan Yara ke toko pakain *alam laki laki tanpa di ketahui ibu nya


Yara memilih milih merk yang bagus bahkan ia mengambil 3 Box dengan merk yang sama, kerna kata si penjual merk itu adalah yang terbagus dan ternyaman


"Udah tiga ini aja" Ujar Yara pada si penjual


Usai membeli ****** ***** Yara kembali melihat ibunya yang masih sibuk memilih pakaian, Kini ia melangkahkan ke toko piyama


Mata Yara berbinar, banyak sekali piyama couple yang sangat menggemaskan. Tanpa berpikir panjang Yara mengambil pasangan demi pasangan piyama itu, tapi aneh nya kenapa semuanya berwarna putih? hanya corak dan gambar nya saja yang terlihat berbeda


"Ternyata di sini kau" Tegur Reva yang sudah berada tepat di belakang Yara


"Mama sudah selesai?"


"Belum, tapi kerna mama tak melihat mu di sekitar membuat mama jadi panik takut kau di culik lagi. Kau tau? mama hampir menangis tadi"


"Maaf ma, Yara cuman dekat kok"


"Kenapa gak bilang dulu tadi"


"Maaf ma"


"Yaudah jangan di ulangi lagi, itu kamu beli piyama?" Reva melihat pakaian yang di pegang Yara


"Iya"


Reva menepuk jidatnya pelan, tak habis pikir dengan kegilaan Yara terhadap pakaian bewarna putih. Apa itu bentuk obsesi?


"Udah bayar?" Reva pasrah, di larang pun juga percuma


"Belum, nih baru mau di bungkus" Ucap Yara, Reva tidak mengetahui kalau pakaian yang Yara pilih semua adalah couple, itu kerna pakaian nya semua bewarna sama tentu saja hal itu tidak di sadari




Sepulang habis dari jalan jalan, Yara dengan semangat membawa tentengan paper bag nya ke kamar. Kaki nya begitu lincah menapaki susunan anak tangga


__ADS_1


BRAK "



Yara membuka pintu kamar nya dengan kasar



"Kak Ray ini pesanan mu" Yara melempar belanjaan nya ke kasur tak lupa juga dengan Moco lalu di susul oleh dirinya yang melompat ke arah yang sama hingga membuat barang barang dan kucing nya ikut melambung



"Kenapa semangat sekali? apa kau habis memenangkan lotre?"



"Ini pakaian dalam kaka, ini baju untuk Moco dan sisanya adalah piyama kita"



"Kita?"




"Iya itu juga bagus" Ray pasrah saja, tapi sebenarnya ia juga setuju dengan apa yang di katakan Yara. Pikiran nya sudah bercabang ke mana mana



"Jadi kon\*om nya mana?"



"Kaka benaran ingin main dengan ku?"



"Kaka tidak bercanda"

__ADS_1



"Boleh saja, asalkan kaka tidak bermain dengan wanita lain selain Yara,bagaimana?"



Ray terkejut, apakah ini Yara yang ia kenal? kenapa berubah sederastis ini "Kau serius?" Ujar Ray dengan segala keterkejutan nya



"Yara tidak bercanda" Ucapnya meniru perkataan Ray sebelum nya



Oh God Kini jantung Ray yang berdetak tak karuan, kenapa malah dia yang salting? tidak biasanya seorang Ray si manusia keji di buat merona seperti ini



Yara meringkuk tertawa sambil memegang perut nya, demi apapun Ray ternyata ada sisi manis nya juga



"Ini kon\*om nya" Kejutan apa lagi ini? ternyata Yara benar benar membeli barang itu



Saat hendak meraih benda itu, dengan cepat Yara manarik nya kembali "Kaka kira semudah itu?"



"Hah?" Lagi lagi Ray melongo



"Yara akan izinkan kaka menyentuh Yara asalkan kaka menjadi pecar Yara, mau?"



**Tbc**.

__ADS_1


__ADS_2