Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 30


__ADS_3

Flashback


Sepuluh tahun yang lalu saat Ray kabur dari rumah keluarga Yara, ia pergi membawa uang tabungannya menaiki Bus ke ibu kota untuk mencari keberadaan papa kandungnya.


Tapi sesampainya Ray di rumah yang dulu ia tempati, ternyata rumah itu sudah bukan rumah milik papanya lagi melainkan sudah beralih tangan ke orang lain.


Ray kebingungan harus kemana ia pergi? Saat malam tiba, ia tidur di bawah pohon atau pun teras dari rumah yang tidak berpenghuni untuk berlindung dari hujan selama beberapa hari.


“Nak kau ngapain di sini,” ujar wanita yang umur nya sudah 40 tahun, ia melihat Ray meringkuk kedinginan di bawah pohon. Saat wanita itu ingin mengorek tong sampah untuk mencari barang bekas yang laku dijual.


Ray hanya diam menatap wanita itu dengan ketakutan, ia mengira wanita itu adalah penculik anak dengan karung.


“Tidak apa apa jangan takut,” pujuk wanita itu. “Di mana rumahmu hmm, apa kau tersesat?”


“Aku tidak punya rumah,” jawab Ray menunduk.


“Kalau gitu ikut lah dengan bibi, bibi juga tidak punya siapa-siapa di rumah.”


“Apa bibi penculik? Kata mama jangan percaya dengan orang asing.”

__ADS_1


“Jadi di mana mamamu sekarang? biar bibi bantu kau mencarinya.”


“Dia sudah meninggal.” Jawaban Ray membuat wanita itu jadi iba, dengan lembut ia meyakinkan Ray untuk ikut tinggal bersamanya. Akhirnya Ray setuju apalagi uang tabungan juga sudah tidak ada lagi untuk kebutuhan pangan.


Wanita itu membawa Ray ke pinggiran kota yang sangat kumuh, rata-rata orang yang tinggal di situ adalah pemulung dan pengemis.


“Sekarang rumah ini adalah tempat pulangmu, kau bilang tadi namamu Ray, kan? Namaku Sana, mulai sekarang Ray memanggilku ibu, ya,” pinta sana kerna sejak dulu ia ingin memiliki seorang anak tapi takdir berkata lain, suaminya meninggal kerna penyakit.


Ray memperhatikan rumah berukuran 3x2 itu, ia baru melihat ada rumah yang sekecil itu bahkan kamar mandinya dulu lebih besar dari pada rumah Sana.


“Ayo masuk apa yang kau tunggu” Ajak Sana dan Ray pun mengangguk.


4 tahun kemudian.


Selama ini Ray hidup bahagia apa adanya dengan ibu angkatnya itu, walaupun terkadang hanya makan 1x sehari, tapi kasih sayang Sena lah yang membuat Ray kenyang.


Hari-harinya Ray selalu membantu Sena untuk mengumpulkan pundi-pundi uang, walaupun Ray putus sekolah ia tetap belajar dari buku yang ia pungut.


Hingga akhirnya tibalah dimana terjadi aksi kejar kejaran antara polisi dan pembandar narkoba di kawasan kumuh itu.

__ADS_1


“BERHENTI!!” teriak polisi menembak kaki sang buronan.


Ray dan Sena terkejut langsung ke luar melihat apa yang terjadi.


GREP


Sana ditarik sang buronan untuk menjadi sandera. “Diam, jangan memberontak atau kubunuh kau,” bisik pria itu pada Sena.


“IBUUU!!” Teriak Ray menarik-narik pria untuk menjauh dari Sena.


“Lepaskan!!” bentak Sana memberontak dengan menyikut perut pria itu, yang mendekapnya dari belakang.


Sena berhasil lepas dan berlari membawa Ray, tapi usaha Sena sia-sia, baru saja beberapa langkah ia berlari, pria itu berhasil menarik Sena kembali lalu menyayat lehernya hingga darah bercucuran membuat Ray yang di bawahnya bermandikan darah Sena.


“Ibuuu,” teriak Ray menangis, ia menampal koyakan leher Sena dengan tangannya sendiri agar darah berhenti keluar.


Melihat polisi yang siap dengan aksinya, si buronan menarik Ray untuk di jadikan Sandra selanjutnya. “Letakan senjata kalian, atau anak ini yang akan jadi korban selanjutnya,” ancam si pria, sedangkan Ray diam membeku ketakutan.


Polisi pun mengikuti perkataan si buronan kerna perkataannya tidak main-main setelah melihat pria itu membunuh seorang wanita yang tadi melawan.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2