
Waktu terus berlalu tidak terasa sudah sebulan Yara hidup tanpa kehadiran Ray. Walaupun ia di kelilingi oleh orang yang menyayangi nya tapi di hati Yara merasakan kekosongan
Yara duduk di balkon sambil termenung, tidak pernah sekalipun ia keluar dari rumah kerna takut Ray akan memburunya
Yara mencintainya tapi Yara juga takut padanya. Setelah membunuh Maya pasti Ray sedang menargetkan Yara untuk menjadi target selanjutnya, itulah yang selalu menghantui pikiran Yara
"Yara" Panggil suara berat dari belakang nya
Yara berbalik dan menemukan Agha yang beru ia lihat setelah sekian lama tidak bertemu
Agha memeluk tubuh Yara, ia sangat merindukan sosok ini
"Kenapa kaka baru datang?" Tanya Yara. Agha memang tidak pulang saat itu walaupun ia ingin. Tapi pekerjaan menunda niat nya dan bersabar untuk bertemu sang adek
"Maaf, banyak pekerjaan yang belum kaka selesai kan saat itu" Agha dan Yara pun duduk berdampingan di balkon, mereka sama sama terdiam sesaat kerna merasa sedikit canggung
"Apa saja yang di lakukan F pada mu?" Tanya Agha memecah kesunyian
"F?" Bingung Yara yang tidak mengerti maksud Agha
__ADS_1
"F itu sebutan dari pembunuh yang menculik mu, itu kode nama yang di pakai nya"
"F untuk Frey, ternyata kak Ray menggunakan huruf depan dari namanya untuk berkomunikasi dengan rekan nya" Ucap Yara dalam hati
"Jadi?" Tanya Agha kembali, ia berniat menggali informasi dari adik nya
Yara kebingungan harus menjawab apa ini sama persis seperti dugaan Ray, kaka nya benar benar menyakan tentang Ray pada Yara. Ray emang sudah membuat Yara sakit hati tapi tak di pungkiri Yara takut kehilangan Ray
"Kenapa diam? Dia tidak membuat mu trauma kan?"
"Bagaimana kalau kak Ray di tangkap terus di beri hukuman mati? Tidak! Aku tidak mau" Pekik Yara dalam hati
"Terus kucing itu?" Tunjuk Agha ke Moco yang ada di pangkuan Yara
"Ini teman ku saat kesepian, dia datang entah dari mana makanya aku membawanya ikut kabur"
"Kau ingat di mana tempat kau di tahan?"
"Yara tidak ingat" Jawab Yara langsung "Apa kaka datang menemui ku hanya untuk menanyakan hal itu? Kalau gitu kaka pergilah" Usir Yara
__ADS_1
"Kenapa kau berkata sepet itu? Kaka hanya ingin melindungi mu Yara. Kau satu satunya orang yang di tangkap tapi tidak di bunuh oleh nya, kaka rasa dia sedang mengintai mu sekarang. Maka dari itu dia harus cepat cepat di tangkap" Jelas Agha kerena merasa kesal di usir oleh Yara
"Maafkan Yara kak, tapi Yara tidak mengetahui apa apa" Lagi lagi Yara berbohong. Padahal di sini yang jadi taruhan nya adalah dirinya tapi perasaan sialan itu membuat nya ragu
"Kaka mengerti, ingat jangan keluar rumah sendirian"
Yara mengangguk sambil tersenyum, semua orang sedang mengkhawatirkan nya walaupun gadis itu sudah bersama mereka kembali.
"Kaka dengar kau belum ada keluar, benarkah?"
"Em" Mengangguk
"Mau jalan jalan? Kaka akan menemani mu"
"Yara takut"
"Kaka akan melindungi mu, percayalah kau aman bersama kaka"
"Baiklah" Akhirnya Yara setuju dan bersiap siap untuk keluar, sebenarnya ia juga bosan di rumah saja.
__ADS_1
Tbc.