
BOCAH SKIP
18+
Ray mengangkat tubuh Yara tanpa melepaskan tautan bibir mereka, di baringkan nya tubuh itu dengan pelan seolah Yara adalah kaca yang rentan pecah jika di letakan secara kasar
Yara merasa pasokan oksigen nya menipis kerna Ray terus menuntut lidah nya untuk bergulat di dalam sana
Terlepas dari ciuman itu Ray menatap Yara yang berada dalam kungkungan nya, bibir Yara tampak lebih merah dan berisi di buat nya. Tak berhenti sampai di situ Ray turun ke leher putih Yara dan menyesap nya hingga meninggal kan banyak bekas di sana
Tangan Ray bermain main liar di tubuh sang gadis. Kalian mengertilah ke mana arah tujuan nya
Yara menggeliat kenikmatan, sentuhan Ray benar benar gila padahal permainan yang sebenarnya belum di mulai. Suara Yara membuat Ray bergerak tidak sabar dengan cepat Ray meneggal seluruh benang yang menempel di tubuh Yara juga di tubuh nya
Pergulatan panas pun terjadi cukup lama dengan berbagai macam gaya yang membuat kedua nya kelelahan. Yara bahkan sampai lemas di buat nya, laki laki ini benar benar bernafsu, lantai di bawah ranjang terdapat beberapa ko*dom yang kotor kerna Ray beberapa kali menggantikannya agar tidak bocor
"istirahat lah" Ray menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. ia benar benar puas dengan adik tirinya sendiri tidak pernah rasanya ia sepuas ini
Pagi pukul 06.00
Yara terbangun duluan, ia menatap Ray yang masih terpejam. Kejadian tadi malam membuat Yara langsung merona, Benar benar panas bahkan Yara sendiri tidak menyangka kalau dirinya bisa menggila menggerakkan tubuh nya di atas Ray tadi malam
"Hais malu nya" Yara kembali menyembunyikan diri di balik selimut sambil cengengesan membayangkan bertapa hot nya Ray
Setengah jam kemudian Ray membuka matanya, sudah ia dapati Yara menatap dengan tatapan polos membuat Ray terkekeh lalu di susul dengan kecupan singkat di bibir Yara
__ADS_1
"Selamat pagi" Sapa Ray
"Pagi" Yara tersenyum, ia berusaha mengikis kecanggungan nya
"Sakit?" Tanya Ray
"Sedikit" Jawab Yara mengerti apa yang du maksud Ray
Tak bicara lagi, Ray langsung mengangkat tubuh Yara ke arah kamar mandi
"Udah ah kak dosa" Yara mendorong kepala Ray yang berada di dadanya
"Dosa?" Ray terkekeh
Bisa bisanya Yara berkata dosa setelah apa yang ia lakukan selama ini, apa dia baru mengingat tuhan sekarang?
__ADS_1
"Kenapa kaka malah tertawa?"
"Dosa sangat nikmat bukan?"
"Ahahah iya juga ya, baiklah kalau gitu Yara udahan dulu kalau kaka masih mau berendam, berendam saja sendiri" Yara berdiri dengan tubuh polos nya, tidak ada lagi malu jika itu di depan Ray
"Mau kemana?" Tanya Ray
"Bentar lagi pasti mama memanggil" Yara pun berlalu pergi tinggal lah Ray sendiri yang masih menikmati hangat nya air.
**Tbc**.
...**Si pendosa di tanyain dosa😐**...
...Wahai kalian para pendosa, jangan pelit like sialan!! komen juga, sepi amat hampa kaya hidup lo!...
...Bab ini udah sekian kali ditolak, sampai author jengah di buat nya......
__ADS_1
...Banyak banget yang harus di buang, bahkan Bab 72 malah lebih dulu Up, Pening....