
Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa sudah menginjak satu tahun umur pernikahan Yara dan Ray. Bohong jika selama itu mereka mengatakan tidak pernah bertengkar, nyata nya rumah tangga tidak semudah hayalan
Sosok wanita tengah duduk di bangku dalam keramaian, ini adalah hari kelulusan Ray tentu saja Yara hadir bersama papa mertuanya yang baru sampai semalam
Yara dan Red menyaksikan pidato Ray di depan sana kerna pria itu menjadi lulusan terbaik dengan nilai yang sangat tinggi. Yara merasa bangga, apalagi Ray terlihat menakjubkan di depan sana
"Pah lihat lah suami ku sangat hebat"
"Itu putra ku"
"Papa bulan depan aja ya pulang nya"
"Tidak bisa nak papa banyak pekerjaan, lain kali saja ya"
"Yaudah deh"
Usai acara Ray langsung menghampiri Yara dan Red dengan senyum mengembang di bibir nya, di peluk nya ke dua orang itu
"Aku berhasil" Ucap nya
"Selamat ya nak, papa tau kau akan berhasil maka dari itu papa sudah menyiapkan hadiah, tidak begitu berarti sih tapi papa harap kau suka"
Red mengeluarkan sebuah pisau belati emas dari tas nya, Yara yang melihat membulat kan mata nya sempurna dia sangat terkejut sekarang, dengan sigap Yara mengambil belati itu
"Apa maksudnya pah? kenapa memberikan benda tajam ini pada suami ku? papa ingin dia jadi pembunuh lagi" Ujarnya sambil menyembunyikan belati di belakang nya
"Pah? Ray tidak ing-"
"Hei kalian berdua jangan salah paham, itu pisau belati peninggalan kakek mu Ray. Dia sempat menitipkan itu sebelum meninggal, sejak lama dia ingin bertemu dengan mu tapi gak pernah kesampaian, dan dengan tangan nya sendiri ia buat belati itu dengan nama mu di gagang nya"
Perlahan Yara menyerah kan kembali benda tajam yang ia pegang pada Red, ini hadiah yang di bawa Red tentu saja Ray harus mengambil nya dari tangan Red
Setelah sampai di tangan Ray, pria itu memperhatikan gagang pisau nya, dan benar saja ada nama Ray berlapis emas putih serta beberapa berlian kecil
"Terimakasih pah"
"Kau suka?"
"Sangat suka, ukiran kake sangat indah apa kake pecinta seni?"
"Ya begitulah kake mu, dia emang penggila seni terutama yang berbentuk ukiran 4 dimensi"
"Jadi Yara hadiah apa?"
Yara jadi gugup di buat nya bahkan hampir menangis
"Hais Yara ragu apakah ini bisa di jadikan hadiah"
"Emang nya apa?"
"Hais malu ada papa" Ucap nya langsung berjongkok menutup wajah nya dengan kedua tangan
"Emang nya apa sehingga Yara malu sama papa?" Tanya Red yang ikut penasaran
__ADS_1
"Aku hamil" Masih dengan posisi yang sama Yara berkata
Sejenak Red dan Ray terdiam sembari bertatap tatapan bahkan mata mereka berkedip serempak
Satu..
Dua..
Tiga..
"HAMIIL!" Ujar mereka berbarengan
Ray langsung menarik Yara ke dalam pelukan nya, bahkan air matanya menetes, ada rasa bahagia dan juga sesak. Bagaimana tidak sesak? Ray teringat akan anak pertamanya di rahim yang sama telah ia renggut sendiri nyawa nya. Ray menangis tersedu sedu sambil meminta maaf
"Maaf Yara maaf"
"Kenapa kaka malah meminta maaf?"
"Kaka senang mendengar kau hamil, tapi kaka sedih kerna seharusnya anak ini memeiliki seorang kaka. Aku ayah yang kejam"
"Kenapa kaka malah mengingat kan hal itu lagi? aku jadi ikut sedih" Tangis nya
"Maaf, maafkan aku yang bodoh ini kaka janji akan menjadi suami dan ayah yang baik"
Hari hari Yara jalani, Ray sekarang sibuk dengan pelatihan sebelum menjadi pilot tapi walaupun demi kian pria itu selalu pulang cepat dan menghabiskan waktu nya untuk Yara. Yara sangat bahagia sekarang
Beberapa bulan kemudian Ray berhasil menjadi pilot, waktu kerja nya seorang pilot memiliki maksimal jam terbang, 30 jam dalam waktu 7 hari, 110 jam untuk 30 hari, dan 1050 jam dalam satu tahun.
Terlebih Pilot maskapai penerbangan komersial biasanya termasuk cukup panjang saat bekerja, karena dalam sebulan biasanya mereka akan libur antara 9 hingga 15 hari. Dengan kata lain Ray memiliki banyak waktu dengan Yara, bahkan gaji Ray juga tidak main main hingga mencapai 175 jt perbulan. Ray seorang jutawan di usia muda, sempurna sudah hidup Yara.
...END...
Untuk para Readers terimakasih sudah menyempatkan waktu kalian singgah ke lapak MWS
MWS selesai di sini ok, kerna author takut kalau di lanjutkan semakin panjang malah jadi hambar.
__ADS_1
Untuk selanjutnya author bakal buat cerita tentang Agha, kalian bisa bertemu Yara dan Ray lagi di sana bersama anak mereka yang tak sempat author bahas di sini. Tentu saja bakal berfukus ke Agha, kerna gantian dia yang jadi tokoh utama dengan judul "i love you mr. detective"
Terimakasih atas segala respon kalian yang menyemangati author hingga menyelesaikan MWS, Oh iya jika berkenan bisa singgah juga di novel author yang satu lagi "Pertemuan Kehidupan Selanjutnya"
Bye bye\*\*...

**Ini Abang pilot kita, mukanya biasa aja bang jangan galak galak nanti penumpang nya terjun**

**Si cantik Yara**

**Abang Ray ganteng banget**

**Tumben nih bocah hantu pake baju merah**

**Bonus satu lagi bang Agha makan jajan**

__ADS_1