Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 47


__ADS_3

Hujan sangat deras di luar sana, Yara mengamati dari jendela bagaimana jutaan atau bahkan lebih tetesan air membasahi bumi


Sudah seminggu semenjak kejadian hari itu, Yara menyadari bahwa dialah yang duluan menggoda Ray tapi hal itu Yara lakukan di luar kendali nya


Yara kebingungan, dia takut sesuatu yang lebih buruk terjadi, tapi apa yang harus ia lakukan? ia tidak bisa melakukan apa apa di sini. Benar benar tidak berdaya bahkan untuk kabur saja takut


Sejam kemudian hujan berhenti, dan saat itulah Yara melihat Ray yang hendak pergi


"Kaka mau kemana?" Tanya nya


"Jenguk Maya dia lagi sakit"


"Oh benarkah? kalau gitu titipkan salam ku katakan padanya semoga cepat mati"


"Ck kaka pergi dulu, kau baik baiklah di rumah" Akhirnya Ray pergi, ia mengabaikan perkataan kasar Yara


"Di sana dia yang sakit sedang kan di sini aku yang hancur" Gumam Yara meratapi nasib


"Huek"


Yara berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan rasa mual nya kepalanya juga terasa pusing


"Aku tidak hamil kan?" Gumam Yara yang langsung berfikir ke arah sana mengingat jika dirinya telah melakukan hal itu tanpa pengaman


"Bagaimana cara aku memeriksa nya? di sini tidak ada testpack" Lanjut Yara, apakah ketakutan yang menghantuinya selama seminggu penuh ini menjadi nyata?


......................


Di sisi lain Ray memeluk Maya sambil baring untuk memberikan nya kehangatan, Kerna Maya sedang demam ia merasa kedinginan dengan suka rela Ray menawarkan dirinya sebagai selimut


"Ray aku pernah bilang kan kalau aku pingin sekali ke rumah mu" Ujar Maya


"Kenapa kau begitu ingin ke rumah ku?"


"Aku hanya ingin mengetahui kehidupan dan lingkungan seperti apa yang kau jalani"


Ray terdiam sejenak ia berfikir keputusan apa yang akan dia ambil

__ADS_1


"Ku mohon sekali saja bawa aku ke rumah mu" Mohon Maya


"Baiklah aku akan membawa mu minggu depan"


"Benarkah?"


"Hem, kau senang sekarang?"


"Sangat senang terimakasih Ray"


Ray tersenyum lalu mengecup kening Maya sayang, mungkin hanya Maya yang mendapatkan perlakuan lembut seperti itu




![](contribute/fiction/4976371/markdown/34079461/1656836867267.jpg)




"Yara" Panggil Ray, Yara pun mendongak untuk melihat orang yang memanggilku



"Apa?"



"Kau banyak melamun akhir akhir ini"



"Jadi aku harus tertawa dengan nasib ku sekarang gitu?"


__ADS_1


"Maaf" Ray terdiam sebentar lalu berkata lagi "Minggu depan Maya akan ku bawa ke sini, saat itu tiba aku mau kau sembunyi di ruang rahasia ku. Kaka akan membantu mu mengemasi barang nanti, kaka mohon pada mu jangan keluar selama dia di sini hanya untuk tiga hari saja"



"Tolong belikan aku testpack" Yara mengalihkan pandangan nya ke bunga bunga merah kerna merasa malu dengan permintaan nya



"Kau hamil?!" Kejut Ray padahal ia belum selesai bicara tapi permintaan Yara membuat nya tersentak



"Tidak tau, tapi ku rasa iya"



Ray mengusap wajah nya kasar, lalu tanpa bicara lagi Ray kembali pergi padahal ia baru sampai rumah



"Sial! lihat lah moco beratapa brengs\*k nya tuan mu".



**Tbc**



...**Tolong Vote setiap hari senin**!!...



Readers tolong ya di biasakan sebelum membaca itu like ataupun komentar apa saja boleh.


Sesulit itu kah? lebih sulit lagi membuat alur novel, jika kalian terus seperti ini author bisa berhenti kerna merasa tidak di hargai.


**BYE!!! 💢🔥**

__ADS_1


__ADS_2