Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 21


__ADS_3

Pukul 23.40 malam, Yara duduk di balkonnya kerna belum mengantuk, tak hanya itu, Yara sebenarnya menunggu Poppy pulang.


Kerna mengetahui rahasia Ray, Yara jadi takut dan selalu berpikir negatif kalau Poppy akan dibunuh Ray dan selanjutnya adalah dirinya sendiri.


Tak lama kemudian sebuah motor sport dongker datang memasuki perkarangan kost.


“Huh,” Yara mengehela napas lega, kemudian ia keluar dari kamar untuk menghampiri Poppy yang sudah berjalan ke arah tangga.


“Kak,” panggil Yara, mereka bertemu di tangga dan Yara menghalangi jalan Poppy.


“Ada apa?” tanya Poppy


“Kaka dari mana? kok malam banget balik nya?”


“Bukan urusanmu, Yara.”


“Bukannya kak Poppy pacaran sama kak Ray? Kok masih jalan sama cowok lain?”


“Ray hari ini katanya sibuk makanya aku jalan sama Gilang, lagian kami cuman teman.” Poppy melangkah melewati Yara tapi tangannya dicekal membuat langkahnya terhenti.


“Apa lagi hah!” bentak Poppy menepis tangan Yara.


“Lebih baik kaka putus dengan kak Ray,” pringat Yara dengan menatap dalam mata kakanya.


Poppy merasa tatapan Yara kali ini begitu tajam seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa kerna suatu alasan.


Dengan cepat Poppy mengalihkan pikirannya itu. “Kenapa emang nya? kau juga menyukai Ray, ya?” tuduh Poppy.


“Bukan begitu, tapi dia adalah pem-,” Yara menutup mulutnya hampir saja ia mengatakan sesuatu yang besar.

__ADS_1


“Pem apa?” tanya Poppy.


“Tidak ada.” Yara langsung berbalik arah dengan cepat ia berlari menuju kamarnya.


“Ada apa dengan anak itu?” icap Poppy melihat Yara yang tiba tiba berlari.




Paginya Yara berangkat sekolah dengan rasa malas. Dalam Bus, Yara duduk sambil melamun di samping seorang ibu-ibu yang membawa anaknya.



Anak ibu itu terus menatap Yara yang berdiam seperti patung. “Ibu kaka itu seperti hantu,” bisik gadis kecil itu.




“Dek kau sakit?” tanyanya.



“Eh? enggak, buk,” jawab Yara tersenyum kikuk.



“Kaka seperti boneka hantu kalau diam seperti itu,” sambar gadis kecil itu kembali, sang ibu pun menutup mulut anaknya untuk diam.

__ADS_1



“Maaf, ya. Anak ini emang suka berbicara yang aneh-aneh, ” ujarnya.



“Tidak apa apa buk, ini bukan pertama kalinya saya di katain hantu sama anak kecil, apalagi kalau saya keluar malam dengan pakaian putih.” Tawa Yara, ibu itu juga ikut tertawa mendengar penuturan Yara.



“Kulit mu sangat putih, dari pada hantu kau lebih cocok di bilang vampir,” candanya, Yara hanya tertawa setidaknya ia tidak bengong saja seperti tadi.



Tiba di halte Yara turun duluan sedangkan ibuk itu melanjutkan perjalanannya. Yara berjalan mendekat ke arah mobil yang terparkir tak jauh dari sana lalu bercermin di kacanya.



“Cantik gini kok di bilang hantu, tapi emang kulitku sepertinya terlalu putih,” ucap Yara ambil memegang wajah nya lalu kemudian pergi



“Cantik banget seperti bukan manusia,” sahut Ray. Ternyata dia ada di dalam mobil yang tadi Yara gunakan untuk bercermin, bahkan bertatap dengan Yara, kerna kaca nya gelap Yara tidak tau kalau ada orang di dalam yang melihatnya.



Tbc.


__ADS_1


Like sebelum lanjut, jangan jadi pembaca goib yang gak meninggalkan jejak.


__ADS_2