Married With Stepbrother

Married With Stepbrother
Bab 52


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


"Kau mau kemana?" Tanya Yara saat melihat Kelly yang memasukkan barang barang nya ke dalam tas


"Aku harus kembali, anak ku sedang sakit di rumah"


"Bisakah kau membawa ku pergi juga?"


Kelly terhenti sejenak "Maaf Yara" Ucap Kelly, Yara pun mengerti dan kembali terdiam. Melihat gadis itu terdiam Kelly mendekatinya untuk mengelus surai panjang nya


"Aku tidak pernah berpikir Ray akan melepaskan mu, sudah berapa hari kalian tidak berkomunikasi?" Tanya Kelly


"Entahlah, di mana dia sekarang?"


"Keluar tadi, oh iya kata Ray kau sembunyi lah di ruangan nya mulai sore ini. Pacar nya akan menginap selama tiga hari di sini" Kelly menatap kasihan Yara, gadis itu tampak sedih saat Kelly mengatakan 'Pacar Ray'


"Apa kau mencintai Ray Yara?" Tanya Kelly tiba tiba


Yara terkejut dengan pertanyaan Kelly, jantung nya berdetak kencang seolah ia melakukan kesalahan besar

__ADS_1


"Ti-tidak!" Tegas Yara dengan sedikit gugup "Untuk apa aku mencintai pembunuh itu? apa di dunia ini tidak ada pria lain?" Sakit rasanya mengatakan kebohongan itu padahal kenyataan nya Yara mencintai Ray sebagai lawan jenis. Namun bagaimana dengan janin nya yang telah gugur? Yara merasa berdosa kerna masih menyimpan perasaan itu setelah apa yang terjadi baru baru ini


"Hmm begitu ya? bagus lah setidaknya kau tidak perlu menanggung rasa sekit lebih dalam lagi"


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar


"Siapa?" Tanya Yara dengan suara pelan pada Kelly


"Siapa lagi kalau bukan Ray"


"Bukan nya tadi katamu dia pergi ya?"


Mendengar hal itu Yara langsung berlari memeluk Kelly dan mengabaikan keberadaan Ray yang hanya bisa diam menatap nya


"Hei jangan berlari dulu kaki mu belum sepenuhnya sembuh" Tegur Kelly tapi ia tetap membalas pelukan Yara yang banjir air mata "Jangan menangis cecunguk itu tidak akan berani membunuh mu" Sambung Kelly


"Aku tidak takut mati di tangan nya hanya saja aku merasa kesepian di sini" Ujar Yara


Kelly mengelus surai gadis itu kerna ia juga tidak bisa melakukan apa apa untuk membantu Yara selain mengobati luka nya. Profesi nya hanyalah sebagai seorang dokter bukan lah seorang pembunuh seperti Ray walaupun ia juga termasuk kriminal di bawah naungan yang sama

__ADS_1


"Sudah ya aku pergi dulu"


Kelly akhirnya pergi bersama Ray, Yara mengantar kepergian nya hanya sampai pintu. Melambaikan tangan nya sebagai bentuk tanda perpisahan


Setelah keberadaan mereka sudah tidak terlihat baru lah Yara masuk mengunci pintu.


"Aku sendiri lagi" Gumam Yara


"Meong" Tiba tiba Moco datang dari dapur, dia habis makan sepertinya


"Moco kau makan terus lihat lah badan mu samakin gendut" Yara menghampiri Moco lalu mengangkat nya ke ruangan Ray yang akan menjadi tempat persembunyian nya dari Maya



"Huh kau berat sekali" Setelah sampai ke ruangan itu Yara menurunkan Moco dari gendongan nya


"Lihat lah seberapa banyak senjata yang ia simpan, aku lebih suka melihat mata yang di dalam toples dari pada ini. Sebaiknya kita ke ruangan sebelah yang lebih enak di pandang" Yara sepertinya sudah gila, bagaimana bisa dia bilang ruangan yang penuh organ manusia enak di pandang? mungkin dia telalu lama bergaul dengan Ray.


Di sinilah Yara berada, di ruangan yang tidak berprikemanusiaan dan aneh. Dengan santai nya ia berbaring di atas sofa bersama Moco yang ikut baring di atas meja, ini sudah biasa bagi Yara.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2