
Di suatu tempat yang gelap bau dan kotor bekas mansion tua yang sudah lama di tinggalkan oleh entah siapa pemilik nya, di situ lah Yara bersembunyi selama ini.
Tentu Yara tidak sendiri, ia bersama kucing nya yang sedang lemah, Moco sedang sakit dan Yara sangat sedih akan itu, tidak ada obat obatan dalam mansion ini bahkan luka yang Yara dapat akibat kecelakaan kering dengan sendirinya
"Moco jangan tinggalkan aku ya, aku takut" Tangis Yara memeluk kucing nya
"Meong" Sahut Moco yang seakan dia berkata baik baik saja
"Mau makan? Tapi aku takut keluar lagi, terakhir kita di kejar ular. Tapi tempat ini sangat menyeramkan, wahai mahluk halus aku hanya menumpang untuk berlindung tolong jangan menampakkan diri kalian" Ujar Yara,
Ya sebenarnya selama seminggu di mansion ini Yara merasa dirinya sedang di awasi tapi bukan oleh manusia tapi mahluk lain, percaya? mahluk seperti itu memang ada. Walaupun Yara takut tempat ini satu satu nya yang ia temui untuk berlindung
Trang"
"Astaga!"
Sebuah gelas besi jadul jatuh dari meja membuat Yara merinding kernanya
"Moco apa mereka tidak setuju? bagaimana ini Moco apa kita harus pergi dari sini sekarang?"
Syuuu~~~
Entah datang dari mana angin di ruangan tertutup itu, tapi Yara melihat sosok wanita berambut panjang tergerai yang melintas tak menyentuh lantai hanya dress putih nya saja yang terseret
__ADS_1
"Maaf menganggu kalian" Ucap Yara mengambil Moco lalu kemudian berlari keluar sebelum penunggu nya semakin marah
Sepanjang kaki Yara melangkah menuruni tangga ia mendengar suara dentingan piano dengan lantunan merdu hingga kaki nya kemudian sulit melangkah kerna sekarang ia berada di ruangan yang sama dengan sosok yang membelakangi nya
"Heem~~ Heem~~ Lalala~"
Astaga lantunan merdu itu mengingat Yara pada diri nya sendiri, ia mengingat dirinya sering bernyanyi seperti itu di tambah dress putih itu tidak jauh beda dengan nya
"Ternyata mahluk yang seperti ini memang ada" Ucap Yara dalam hati kemudian ia melangkah pelan melanjutkan perjalanan menuju luar
Yara benar benar di uji saat ini, selesai dengan wanita piano sekarang ia di sambut dengan pasangan yang berdansa di lantai dasar, Mereka tidak memperdulikan Yara dengan begitu Yara tetap nekad melangkah
BRAK"
Pintu utama pun tertutup begitu saja, membuat Yara harus mencari jalan lain
Hal yang sama terjadi lagi, setiap Yara menemukan pintu maka pintu itu akan tertutup secara tiba tiba
Hingga kemudian Yara menemukan pintu kecil yang biasanya di gunakan untuk anjing lewat, dari situ lah Yara berhasil keluar
__ADS_1
Yara berhasil keluar sampai ke depan pagar tua jauh dari gerbang utama, ia langsung berlari menjauh dari mansion itu kerna para penghuni nya mengentip nya dari jendela
"Ia aku pergi" Kemudian Yara membungkuk "Terimakasih sudah membiarkan ku menetap selama seminggu" Ucap nya kemudian pergi sambil melambai
Setelah Yara menjauh 40 meter di bantu oleh cahaya rembulan yang baru saja muncul, Yara dapat melihat dari kejauhan bahwa mension itu ternyata sudah di kepung oleh orang orang yang bersembunyi di balik pohon dan semak
Mereka tidak menyadari kalau Yara sudah keluar dari mansion itu kerna tadi nya sinar rembulan tertutup awan serta jalan yang Yara melewati tidak terjangkau oleh pandangan mereka
Yara menutup mulut nya sendiri sambil menangis "*Mahluk mahluk itu ternyata membantu ku*" Ucap nya dalam hati dengan segala rasa terharu, lalu kemudian Yara menjauh sejauh jauh nya dari tempat itu.
Tbc.
__ADS_1
*Mahluk seperti itu emang kadang membantu gais bahkan author pernah mengalami nya*.