
Tengah malam Yara terbangun, di lihatnya ke arah samping ternyata ada Ray yang sedang tertidur
Di elus nya perut nya sendiri sembari terisak mengingat dia gagal mempertahankan nyawa tidak berdosa
Ray terbangun kerna mendengar suara isakan dan pergerakan di ranjang, di peluk nya gadis itu untuk menenangkan nya "Shuut jangan menangis lagi" Ucap Ray
"LEPAS!" Dengan kesar Yara mendorong tubuh Ray agar menjauh dari nya
"Yara kaka tau yang kaka lakukan ini salah tapi itu demi kebaikan mu juga"
"Kebaikan apa maksud mu hah?! sejak awal kau menculik ku ke sini juga salah, kau menyakiti ku kak. Lihat saja aku akan membalas perbuatan mu hingga kau berpikir untuk membunuh ku, aku sudah siap untuk mati asalkan aku puas melihat jeritan penderitaan mu" Ancam Yara kemudian dia beranjak dari kasur dengan berjalan pelan kerna merasa sakit
"Yara kau mau kemana?" Tanya Ray. Bahkan ia menganggap ucapan Yara tadi hanyalah omong kosong belaka
Tok tok tok
"Siapa sih?" Gumam Kelly merasa terganggu dari tidur nya
Wanita itu melangkah untuk membuka pintu kamar yang ia tempati "Yara? ada apa?" Menetralkan penglihatan nya
PLAK!
Kelly tersadar penuh kerna barusan mendapatkan tamparan keras dari Yara
__ADS_1
"A-apa?!" Ucap Kelly terbata
PLAK!
Lagi lagi Yara menampar sisi lain dari wajah Kelly, Kelly memegang kedua pipinya dan beralih menatap Yara. Mata Yara menatap tajam tanpa ekpresi, gadis itu sangat marah bahkan Kelly mundur ke belakang beberapa langkah
"Kau marah pada ku?" Ucap Kelly mengerti kenapa Yara bersikap seperti itu, Kelly tidak marah atas perlakuan Yara padanya gadis itu pasti merasakan sakit hati yang luar biasa dari pada tamparan yang ia terima
"Kenapa kau tega mengambil anak ku?" Sendu Yara, matanya tampak sembab serta rambutnya yang kusut
"Tampar aku sepuas mu nak, aku pantas mendapat kan itu" Ujar Kelly
"Kau jahat" Tangis Yara membalas pelukan Kelly, ini pelukan seorang ibu sudah lama Yara tidak merasakan pelukan dari mama nya bahkan sejak kecil kerna mamanya menandai Yara dengan sebutan pengkhianat
"Ini masih malam, kembali lah ke kamar mu kau harus istirahat"
__ADS_1
"Tidak mau, di sana ada iblis" Adu Yara yang tidak ingin melihat Ray di hadapan nya, setidaknya untuk sekarang
"Astaga lihat lah kaki mu kembali berdarah" Ucap Kelly melihat perban di kaki Yara basah dengan noda merah
Yara tidak memperdulikan itu ia malah melangkah masuk ke dalam kamar Kelly lalu merebahkan tubuh nya untuk kembali tidur
Kelly menatap Ray yang sedari tadi memperhatikan mereka dari belakang "Bolehkah?" Tanya Kelly yang hanya menggerakan mulut tanpa mengeluarkan suara, Ray pun mengangguk tanda boleh
Setelah itu Kelly masuk dan menutup pintu kamar . Selagi Yara diam Kelly membuka perban yang membungkus kaki Yara untuk di bersihkan dan di beri obat
"Perih?" Tanya Kelly ketika menaburkan obat di luka Yara
Tidak ada jawaban dari Yara
"Huh" Kelly mengehela napas "Kalau sakit katakan padaku, untuk beberapa hari ini jangan berjalan dulu, lukanya bisa terbuka lagi mengerti?"
Lagi lagi Yara tidak menjawab, Kelly memaklumi itu, Setelah selesai ia menarik selimut untuk menutupi tubuh gadis itu.
__ADS_1
**Tbc**.