
Sosok cantik yang tengah tidur pulas menjadi pemandangan indah bagi Ray yang sejak tadi mantap serta mengelus surai gadis gadis itu
Tak terasa air matanya menetes, dia tidak menceritakan masalahnya pada sang kekasih, hal itu akan membuat Yara pasti tidak akan mengijinkan nya pergi nanti. Kenyataan yang pahit membuat Ray ingin kembali mengulang kehidupan
"Kaka menyayangi mu Yara" Gumam Ray sebelum akhirnya ia mengecup singkat bibir pink itu, dia benar benar merasa berat jika meninggalkan Yara
Ray memeluk gadis itu erat erat, Hancur hati nya merasa begitu perih sangking perih nya ia menangis dalam tidur nya
06.30 Pagi
Yara dan Ray sejak tadi sudah bangun hanya saja ia tidak bisa bangkit kerna Ray memeluk seakan tak ingin melepaskannya
"Kak Ray badan Yara rasanya sudah kaku" Keluh Yara pada Ray yang masih nyaman dengan posisinya
"Sebentar lagi sayang"
"Dari tadi panggil sayang sayang terus, aneh tau"
"Biarin"
TOK TOK TOK
"Ray aku tau kau di dalam" Ucap Agha yang menggedor gedor pintu kamar Yara.
"Tuh kan ketahuan kak Agha" Kekeh Yara, ia tidak takut kalau Agha yang memergoki mereka toh dari awal kaka sulung nya itu sudah mengetahui semuanya
Ray pun melepaskan Yara, pria itu berjalan ke pintu untuk menyambut tamu yang mengusik kemesraan nya
__ADS_1
KREEK"
Pintu di buka. Terlihat lah Agha yang berdiri angkuh dengan melipat kedua tangan nya di dada
"Kau mengganggu sialan" Umpat Ray
"Kau yang sialan bocah, siapa yang mengizinkan mu tidur di kamar ini hah?"
"Aku dapat izin dari pemilik nya langsung" Ucap Ray tak kalah angkuh
Di sisi lain Yara cengar cengir sambil menaggaruk kepala nya yang tidak gatal
Agha mengehela napas nya kasar, ingin sekali marah tapi ia ingat waktu Ray untuk bersama Yara tidak banyak lagi, jadi untuk kali ini ia maklumi
"Hais rasanya aku belum siap melihat raut adek ku yang kehilangan dirimu Ray" Ucap Agha pelan agar tidak di dengar Yara
"Hmm sepertinya begitu" Ucap Agha sambil menepuk bahu Ray, kemudian ia berlalu pergi
Ray kembali ke ranjang di mana gadis nya duduk memperhatikan pembicaraan nya dengan Agha tapi sayang nya ia tidak dengar apa yang mereka bicarakan
"Kak Agha langsung pergi? emang kalian ngomong apa tadi"
"Penasaran? kalau gitu cium dulu baru kaka kasih tau" Ray memonyongkan bibir nya
Puk"
Yara menepuk bibir Ray "Tidak mau, belum gosok gigi" Tolak Yara dengan kekehan nya
__ADS_1
"Tidak apa apa ayolah sayang" Goda Ray
"Tidak mau"
Kerna terus terus di tolak Ray mendekap gadis itu dan menghabisi wajah Yara dengan ciuman maut nya hingga membuat gadis itu kegelian
"Kaka hentikan sudah cukup" Berontak Yara
"Masih belum" Lihat lah bertapa gemas nya Ray pada Yara, gadis itu benar-benar mampu membuat nya gila
Di meja makan semua makan dengan tenang, tidak ada yang tau tentang hubungan Yara dengan Ray terkecuali Agha
"Gha kau tidak kembali ke kantor?" Tanya Calvin
Agha terdiam sejenak sebenarnya ia ingin mejenguk Dario di rumah sakit, tapi ia memutuskan untuk tetap tinggal di sini sampai Ray pergi ke Italia dan kemudian Agha akan membawa Yara tinggal bersama nya di ibu kota sesuai permintaan Ray
**Tbc**.
__ADS_1